Nama-Nama Bangunan Tua di Tangerang: Masjid Pasir Kali hingga Lapas Pemuda

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tangerang adalah sebuah kota yang terletak di Tatar Pasundan, Provinsi Banten. Kota ini terletak tepat di sebelah barat Provinsi DKI Jakarta. Tangerang merupakan kota terbesar di Provinsi Banten serta terbesar ketiga di kawasan Jabodetabek, setelah Jakarta dan Bekasi.
Kota Tangerang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang di sebelah utara dan barat, kemudian di sebelah selatan berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan, serta Daerah Khusus Ibukota Jakarta di sebelah timur.
Kota yang dilintasi Sungai Cisade ini, memiliki beberapa bangunan tua yang telah menjadi cagar budaya Kota Tangerang. Bangunan ini mempunyai nilai sejarah dan perlahan juga bertransformasi menjadi destinasi wisata.
Terdapat sembilan nama bangunan tua di Kota Tangerang yang telah disahkan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP3S). Pemerintah Kota Tangerang juga telah mengukuhkannya melalui Keputusan Walikota No 430/Kep.337-Disporbudpar/2011 tertanggal 25 Agustus 2011.
Lantas, apa saja nama-nama bangunan tua di Tangerang? Simak uraian lengkapnya di bawah ini.
Nama-Nama Bangunan Tua di Tangerang
Melansir tangerang.go.id yang merupakan situs resmi Pemerintah Kota Tangerang, ada sembilan bangunan tua di Tangerang yang telah menjadi cagar budaya sekaligus bertransformasi menjadi destinasi wisata.
1. Masjid Kalipasir
Masjid Kalipasir dibangun pada tahun 1700 oleh Tumenggung Pamid Triwidjaya dari Kahuripan. Masid Kalipasir menjadi bukti bahwa agama Islam sudah lama berkembang di Kota Tangerang.
Posisi masjid berada dekat dengan komunitas masyarakat Tionghoa. Oleh karena itu, masjid ini menjadi simbol adanya kerukunan dan toleransi yang dibina sudah sejak lama.
2. Museum Benteng Heritage
Museum ini dibangun sekitar abad ke-18, pemiliknya ialah Udaya Halim yang kini telah menetap di Negara Australia. Bangunan Benteng Heritage menggunakan arsitektur Cina yang sangat kental.
Interior bangunan ini sangat didominasi oleh warna merah dengan hiasan Cina seperti medalion, hewan mitologi, dan lain sebagainya. Museum Benteng Heritage memiliki dua lantai dengan bangunan yang menghadap ke arah barat.
3. Lapas Anak Pria
Lapas ini dibangun pada tahun 1925 dengan kapasitas hunian sebanyak 220 jiwa. Konon, bangunan ini memiliki makna pentingnya memiliki moral yang baik untuk membentengi sikap dan perilaku dari pergaulan yang buruk.
4. Lapas Anak Wanita
Lembaga pemasyarakatan anak wanita didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1928 yang dikelola oleh yayasan LOG. Bangunan ini difungsikan sebagai tempat pengasingan bagi anak-anak Indo-Belanda yang melakukan pelanggaran.
Namun, pada tahun 1942 diambil alih oleh Jepang dan dialihfungsikan. Pada masa penjajahan Jepang, tempat ini digunakan sebagai rumah tahanan untuk anak-anak dan wanita Belanda yang akan dikembalikan ke negara asalnya.
5. Klenteng Boen Tek Bio
Klenteng Boen Tek Bio didirikan pada tahun 1684 oleh penduduk kampong petak sembilan secara bersama-sama. Nama Boen Tek Bio memiliki arti yaitu Boen artinya intelektual, Tek artinya kebajikan, dan Bio artinya rumah ibadah.
Secara keseluruhan Boen Tek Bio artinya adalah tempat atau wadah bagi kaum sastrawan yang memiliki sifat bijaksana.
6. Klenteng Boen San Bio
Klenteng Boen San Bio awalnya dibangun pada tahun 1689 oleh seorang pedagang asal Tiongkok yang bernama Lim Tau Koen. Pembangunan klenteng ini untuk menempatkan patung Kim Sin Khongco Hok Tek Tjeng Sin yang berasal dari Banten.
7. Stasiun Kereta Api Tangerang
Stasiun Kereta Api yang didirikan tanggal 2 Januari 1889 bersamaan dengan lintasan jalur kereta api Duri-Tangerang. Arsitek bangunan stasiun dan lintasannya berasal dari Staatspoorwagen (SS).
Keberadaan stasiun kereta api Tangerang merupakan bukti sejarah bahwa perkembangan perdagangan di Tangerang sudah sangat pesat.
8. Bendungan Pintu Air Sepuluh
Bendungan pasar baru di bangun pada tahun 1927 dan selesai diresmikan tahun 1930. Bendungan ini awalnya bernama Bendungan Sangego kemudian berubah menjadi Bendungan Pintu Air Sepuluh atau Bendungan Pasar Baru.
Bangunannya terdapat 10 pintu air dari besi dan 11 tiang penopangnya. Makna sejarah dalam pembangunannya, yakni kekokohan budaya dalam menahan terpaan masuknya budaya asing dari berbagai bidang.
9. Lapas Pemuda IIA
Lembaga pemasyarakatan pemuda IIA didirikan pada tahun 1927 – 1942 oleh pemerintah Hindia Belanda. Bangunan ini begitu penting, karena menjadi saksi bisu sejarah penjajahan di Indonesia.
Selain itu, terdapat hal unik dari bangunan Lapas Pemuda II A, yaitu gaya arsitektur bangunan tersebut dibuat menyerupai seperti kipas yang terdiri atas enam blok yang berbeda.
(VIO)
