Niat Sholat Subuh Lengkap dengan Bacaan Latin dan Artinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Islam wajib membaca niat sholat Subuh agar ibadahnya sah. Sholat Subuh adalah sholat dua rakaat yang dilaksanakan saat terbitnya fajar hingga matahari.
Adapun bacaan niat sholat Subuh akan dijabarkan di artikel ini. Selain itu, akan dijelaskan pula ketentuan-ketentuan sholat, mulai dari syarat wajib, rukun, hingga yang membatalkan sholat.
Niat Sholat Subuh
Bacaan niat sholat Subuh yang dilaksanakan sendiri dan berjamaah berbeda. Merangkum buku Tata Cara Shalat oleh Ajen Dianawati pada 2008, berikut ini niat sholat Subuh yang dilakukan sendiri, menjadi makmum, dan menjadi imam.
1. Niat Sholat Subuh Sendiri
Bagi yang melaksanakan sholat Subuh sendiri, lafalkan niat seperti di bawah ini.
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى.
Ushallii fardash-Shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa'an lillaahi ta’aalaa.
Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu subuh sebanyak dua raka'at dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala."
2. Niat Sholat Subuh Menjadi Makmum
Ketika melaksanakan sholat Subuh berjamaah dan menjadi makmum, berikut ini bacaan niat yang harus dilafalkan.
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.
Ushallii fardhash-Shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati makmuuman lillaahi ta’aalaa.
Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu subuh sebanyak dua raka'at dengan menghadap kiblat, sebagai makmum, karena Allah Ta'ala."
3. Niat Sholat Subuh Menjadi Imam
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.
Ushallii fardash-Shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aalaa.
Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu subuh sebanyak dua raka'at dengan menghadap kiblat, sebagai imam, karena Allah Ta'ala."
Baca Juga: Niat Sholat Isya, Tata Cara, dan Keutamaannya
Ketentuan Sholat Subuh
Secara umum, ketentuan sholat Subuh (syarat wajib, syarat sah, rukun, sunnah, dan yang membatalkan sholat) sama dengan sholat fardu lainnya.
Menyadur studi berjudul Korelasi Antara Pemahaman Sholat dengan Kesesuaian Gerakan dan Bacaan Sholat Maktubah terbitan Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang pada 2011, berikut ini uraian tentang ketentuan sholat fardu, termasuk sholat Subuh.
1. Syarat Wajib Sholat
Sebelum melaksanakan sholat, ada beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu, yaitu:
Beragama Islam.
Berakal sehat alias tidak gila.
Berusia cukup dewasa.
Telah sampai dakwah Islam padanya.
Bersih dan suci dari najis dan hadas.
Sadar atau tak sedang tidur.
2. Syarat Sah Sholat
Agar sholat yang dilaksanakan sah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:
Sholat pada waktunya, untuk sholat Subuh adalah sejak terbitnya fajar hingga terbit matahari.
Menghadap ke kiblat.
Suci dari hadas dan najis.
Menutup aurat.
3. Rukun Sholat
Dalam sholat, ada beberapa rukun yang harus dilaksanakan, yaitu:
Niat yang dilafalkan di dalam hati.
Berdiri bagi yang mampu.
Membaca surat Al-Fatihah di setiap rakaat.
Rukuk dengan tuma'ninah atau tidak tergesa-gesa.
I'tidal dengan tuma'ninah.
Sujud dua kali dengan tuma'ninah.
Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah.
Duduk untuk tasyahud pertama.
Membaca tasyahud akhir.
Membaca sholawat nabi.
Membaca salam pertama.
Tertib.
4. Sunnah Sholat
Sunnah sholat adalah bacaan dan gerakan yang apabila dilaksanakan mendapatkan pahala, sedangkan jika tak dilakukan tak apa-apa (tidak mendapatkan pahala dan tidak berdosa). Berikut ini beberapa sunnah sholat:
Mengangkat dua tangan saat takbiratul ihram.
Mengangkat dua tangan ketika rukuk dan berdiri dari tasyahud awal.
Meletakkan telapak tangan kanan di atas tangan kiri dan keduanya diletakkan di bawah dada.
Membaca doa iftitah usai takbiratul ihram atau sebelum membaca surat Al-Fatihah.
Pandangan ke arah tempat sujud, kecuali saat membaca syahadat saat tasyahud, seperti bacaan di bawah. Pada saat itu, padangan ke arah jari telunjuk.
اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ
Asyhadu Alla Ilaha Illallah.
Membaca ta'awaudz, berikut ini bacaannya:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A'uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim
Diam sebentar usai membaca surat Al-Fatihah.
Membaca aamiin usai membaca Al-Fatihah.
Membaca surat atau ayat Al-Quran pada rakaat pertama dan kedua.
Mengeraskan suara pada sholat Subuh, Maghrib, dan Isya pada bacaan Al-Fatihah dan surat atau ayat Al-Quran di rakaat pertama dan kedua.
Takbir ketika turun dan bangun, kecuali ketika akan i'tidal.
Mendengarkan bacaan imam bagi makmum.
Ketika i'tidal membaca bacaan berikut:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Rabbana lakal hamdu mil 'us samaawaati wa mil ul ardhi wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du.
Meletakkan kedua tangan di atas lutut saat rukuk.
Membaca tasbih tiga kali ketika rukuk.
Membaca tasbih tiga kali ketika sujud.
Membaca doa berikut saat duduk di antara dua sujud:
رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى
Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.
Duduk iftirasy pada semua duduk kecuali duduk tasyahud akhir. Duduk iftirasy adalah duduk dengan membentangkan punggung kaki kiri di lantai dan mendudukinya, sementara akki kanan ditegakkan dan jari-jarinya menghadap kiblat.
Duduk tawarruk saat tasyahud akhir, yaitu duduk dengan cara memajukan kaki kiri di bawah kaki kanan dan menegakkan telapak kaki kanan.
Duduk sebentar usai sujud kedua sebelum berdiri.
Meletakkan tangan ke lantai atau tempat sujud saat akan berdiri dari duduk.
Mengucapkan salam kedua.
Menoleh ke kanan dan ke kiri saat salam.
5. Hal yang Membatalkan Sholat
Ada beberapa hal yang bisa membatalkan sholat, yaitu:
Tubuh, pakaian, atau tempat dilaksanakan sholat terdapat hadas atau najis.
Berkata-kata kotor.
Melakukan gerakan di luar sholat dan bukan dalam keadaan darurat.
Gerakan sholat tak sesuai rukun serta tak tuma'ninah.
(NSF)
