Pahami Makna Pernyataan Berpikir Global, Bertindak Lokal

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Globalisasi adalah proses atau fenomena yang memungkinkan semua orang di dunia ini saling terhubung. Globalisasi juga bisa didefinisikan sebagai suatu fenomena mendunianya sesuatu yang mengakibatkan menipis atau bahkan hilangnya batas antarnegara.
Fenomena ini juga memberikan banyak pengaruh positif terhadap hidup kita. Misalnya, globalisasi dapat membawa masyarakat untuk dapat mengakses teknologi informasi terbaru.
Selain memiliki dampak yang baik, globalisasi juga memiliki dampak buruk, yaitu memungkinkan lunturnya nilai-nilai luhur bangsa.
Untuk menghindari hal itu, kita perlu menyikapi dengan cara 'Berpikir Global, Bertindak Lokal'. Apa maksud dari pernyataan ini? Simak penjelasannya berikut ini
Sejarah Munculnya Pernyataan 'Berpikir Global, Bertindak Lokal'
Pernyataan 'Berpikir Global, Bertindak Lokal' adalah salah satu jawaban dari keresahan akan era globalisasi yang tidak bisa kita hindari yang berdampak pada masalah lokal.
Melansir dari buku Rahasia Tempat Kerja Bersemangat dan Berkinerja Tinggi karya Anne Bruce, pernyataan ini dipopulerkan oleh direktur perusahaan besar, Akio Morita pada tahun 1960-an.
Pernyataan ini dianggap menjadi semacam mantra bagi karyawannya. Makna dari pernyataan ini awalnya memiliki arti sebagai perilaku atau perbuatan yang universal, tapi selaras dengan nilai-nilai atau norma-norma yang dijunjung.
Seiring berkembangnya waktu, makna dari pernyataan ini kemudian dikembangkan. Bahkan pertanyaan ini kerap kali dikaitkan dengan nilai nasionalisme.
Makna Pernyataan 'Berpikir Global, Bertindak Lokal'
'Berpikir Global dan Bertindak Lokal' bukanlah slogan semata. Di dalamnya terdapat makna yang bisa dijadikan sebagai cara menjalani kehidupan,
Dalam modul Hakikat dan Konsep Perspektif Global oleh Drs. Kuswaya Wihardit, M. Ed., menyebutkan bahwa berpikir global adalah cara berpikir yang memiliki pandangan yang timbul akibat suatu kesadaran bahwa hidup dan kehidupan ini untuk kepentingan global yang lebih luas.
Sementara itu, bertindak lokal adalah sikap yang menjunjung tinggi nilai dan budaya setempat, serta mendukung semangat persatuan dan kesatuan bangsa dengan cara tidak meninggalkan nilai atau budaya tersebut.
Oleh karena itu, pernyataan 'Berpikir Global dan Bertindak Lokal' dapat diartikan sebagai sikap atau perilaku yang mengikuti perkembangan zaman serta arus globalisasi, tapi tidak meninggalkan dan mendukung nilai, budaya serta kearifan lokal yang ada.
Menyadur dari modul pembelajaran Globalisasi dan Cinta Tanah Air Berpikir yang disusun oleh Sa'dillah S.Pd, berpikir global bertindak lokal memiliki arti sempit, yaitu dapat membuka pikiran untuk mengenal dan mengikuti perkembangan dunia tetapi tetap bertindak menurut budaya sendiri.
Untuk bersikap selaras dengan pernyataan itu, kita sebaiknya menyaring informasi yang kita dapatkan dari dunia luar. Dengan begitu, kita bisa menelaah apakah itu informasi yang baik atau tidak.
Pancasila sebagai landasan dan falsafah bangsa Indonesia bisa kita jadikan perisai untuk menghindari dampak buruk globalisasi dengan cara mengamalkan setiap nilai-nilai yang terkandung dalam sila-silanya.
Menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi globalisasi dapat membantu kita dalam mengikuti arus perkembangan zaman, namun tak meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa.
(SAI)
