Konten dari Pengguna

Panduan dan Niat Sholat Tarawih Bahasa Arab, Tulisan Latin, serta Artinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi niat salat tarawih. Unsplash.com/Rumman-Amin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi niat salat tarawih. Unsplash.com/Rumman-Amin

Salat tarawih adalah salat sunnah di malam hari yang dikerjakan setelah salat isya di bulan Ramadan. Dalam pelaksanaannya, terdapat panduan niat sholat tarawih untuk umat Islam yang mengerjakannya.

Dikutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, Drs. Moh. Rifai, (1976, 104), salat tarawih hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang dianjurkan. Artinya boleh dikerjakan secara individu maupun berjamaah.

Panduan dan Niat Sholat Tarawih Lengkap

Ilustrasi niat salat tarawih. Unsplash.com/Matin-Firouzabadi

Panduan dan niat salat tarawih terdapat beberapa cara yang telah diteladankan oleh Nabi Muhammad saw dan para sahabat:

1. Panduan Waktu, Jumlah Rakaat, dan Keutamaan Salat Tarawih

Waktu pelaksanaan salat tarawih dilakukan setelah salat Isya sampai pada waktu fajar. Terkait bilangan rakaatnya, yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw ada yang meriwayatkan sebanyak 8 rakaat.

Ada juga yang meriwayatkan bahwa sahabat Umar bin Khattab mengerjakan salat tarawih sebanyak 20 rakaat. Kemudian amalan sahabat Umar bin Khattab ini disepakati oleh para ijma' ulama.

Cara mengerjakan salat tarawih dilakukan sebanyak 2 rakaat dan diakhiri dengan salam. Setelah selesai salat tarawih dengan jumlah 8 atau 20 rakaat, sebaiknya diteruskan dengan salat witir minimal 1 atau 3 rakaat.

Pada umumnya, salat witir dikerjakan sebanyak 3 rakaat dengan dua kali salam. Boleh juga dikerjakan 3 rakaat sekaligus dengan satu kali salam.

Pada setiap rakaat salat tarawih, setelah membaca surat Al-Fatihah diperbolehkan membaca surat pendek yang diinginkan. Contohnya surat At-Takasur sampai surat Al-Lahab.

Sedangkan pada rakaat kedua setelah membaca surat Al-Fatihah yang dibaca boleh surat pendek apapun. Akan tetapi yang lebih diutamakan adalah membaca surat Al-ikhlas.

2. Dalil Pelaksanaan Salat Tarawih

Terdapat sebuah hadis yang menjelaskan tentang amalan salat di malam hari bulan Ramadan. Hadis tersebut berbunyi sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ" (رواه البخاري)

Artinya:

Dari Abu Hurairah r.a. berkata: bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang berdiri (salat) pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari)

Hadis ini tidak menyebutkan salat tarawih secara spesifik. Akan tetapi menganjurkan mendirikan salat di bulan Ramadan.

Meskipun hadis ini tidak menyebutkan sholat tarawih secara langsung, Lailatul Qadar adalah salah satu malam yang berlangsung di bulan Ramadan yang sangat dianjurkan untuk melakukan ibadah termasuk salat tarawih di malam tersebut.

Namun tidak ada yang mengetahui pasti malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke berapa di bulan Ramadan. Untuk itu, dianjurkan untuk menghidupkan setiap malam bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah salah satunya dengan salat tarawih.

Pada umumnya, mayoritas umat Islam melaksanakan salat tarawih secara rutin di setiap malam seluruh bulan Ramadan. Turunnya malam Lailatul Qadar merupakan sebuah momen istimewa untuk memperbanyak amalan ibadah, termasuk sholat tarawih.

3. Niat Salat Tarawih dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Berikut ini panduan niat salat tarawih dalam bahasa Arab dan latinnya yang dikutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifai sebagai berikut:

Niat salat tarawih:

أُصَلِّيَ سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَ

(Ushalli sunnata tarawiihi rak'ataini lillahi ta'ala)

Artinya:

"Aku niat melaksanakan shalat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala."

4. Rukun-Rukun Salat Tarawih

Rukun dalam salat tarawih sama dengan rukun-rukun sholat pada umumnya.

Berikut ini rukun sholat pada umumnya yang dikutip dari Kitab Fiqih Madzhab Syafi'i berjudul Fathul Qarib Al-Mujib fi Syarhi Alfazh Al-Taqrib, Abu Abdillah Muhammad bin Qasim bin Muhammad Al-Ghazi ibn Al-Gharabili:

  1. Niat untuk melaksanakan salat tarawih. Niat dalam salat adalah menyengaja di dalam hati bersamaan dengan mulai melakukan salat.

  2. Berdiri bagi yang mampu. Apabila tidak mampu untuk berdiri maka diperbolehkan duduk. Apabila tidak mampu untuk duduk maka diperbolehkan untuk tidur miring. Apabila tidak mampu tidur miring diperbolehkan untuk tidur telentang. Apabila tidak mampu, maka diperbolehkan menggunakan isyarat mata. Apabila tidak mampu, maka diperbolehkan menggunakan isyarat dalam hati.

  3. Takbiratul Ihram yaitu memulai sholat dengan mengucapkan lafadz “Allahu Akbar.” Tidak boleh mengganti lafadz “Allahu Akbar” dengan lafadz lainnya. Misalnya diganti menjadi “Akbaru Allahu”, atau “Alhamdulillah”. Maka tidak sah. Diwajibkan pula membarengkan niat bersamaan pada saat takbiratul ihram untuk menandai mulai masuknya sholat.

  4. Membaca Al-Fatihah dengan cara bersambung atau terus menerus dan hanya dipisah saat mengambil nafas.

  5. Ruku’ yaitu melakukan ruku’ dengan menyempurnakan posisi tubuh. Caranya dengan membungkukkan badan dengan lurus dan kedua tangan memegang lutut.

  6. Tuma’ninah atau berhenti sejenak sekiranya dapat mengucapkan lafadz “Subhanallah.”

  7. I'tidal yaitu dengan mengangkat kepala dari ruku’ dengan mengembalikan posisi badan kembali tegak lurus.

  8. Thuma’ninah.

  9. Sujud yaitu dengan meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung kaki di atas tempat sujud. Sujud yang benar adalah dilakukan sebanyak dua kali dalam setiap rakaat.

  10. Tuma’ninah.

  11. Duduk di antara dua sujud dengan posisi yang benar. Duduk diam setelah bergeraknya semua anggota tubuh saat melakukan iktidal dan sujud.

  12. Tuma’ninah.

  13. Duduk terakhir yang dilakukan saat membaca tasyahud sebelum mengakhiri sholat dengan salam.

  14. Membaca tasyahud pada saat duduk tasyahud akhir di rakaat kedua dengan diakhiri salam.

  15. Sholawat dengan minimalnya membaca sholawat “Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali sayyidina Muhammad.”

  16. Salam yaitu mengakhiri bacaan tasyahud dan sholawat dengan mengucapkan lafadz “Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh”.

  17. Niat keluar dari salat saat salam dan mengakhiri salat. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa ada yang menganjurkan dan ada yang tidak.

  18. Tertib yaitu melakukan semua urutan rukun salat secara berurutan.

Perlu diketahui apabila tidak ada rukun salat tarawih yang paling spesifik ditetapkan berbeda dengan rukun-rukun salat pada umumnya.

Sholat tarawih biasanya dilakukan dengan melakukan rakaat-rakaat yang berurutan tanpa ada perbedaan dalam rukun-rukun tersebut.

Keutamaan Melaksanakan Sholat Tarawih di Bulan Ramadan

Ilustrasi niat salat tarawih. Unsplash.com/Afiq-Fatah

Di bulan Ramadan umat muslim disunnahkan untuk memperbanyak tadarus atau membaca ayat suci Al-Qur'an. Disunnahkan juga untuk memperbanyak membaca sholawat, berdzikir, dan berdo’a.

Selain itu, untuk menambah syiar di bulan Ramadan serta menggembirakan para jamaah sholat tarawih, perlu diketahui beberapa keutamaan salat tarawih berikut ini:

1. Amalan Sunnah Salat Tarawih

Salat tarawih adalah ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah saw dan dilakukan secara berjamaah di masjid atau tempat ibadah lainnya. Melaksanakan amalan sholat sunnah ini di bulan Ramadan akan mendatangkan pahala dari Allah Swt.

2. Menghapus Dosa yang Telah Lalu

Salat tarawih di bulan Ramadan merupakan kesempatan baik untuk menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Karena di bulan Ramadan ini pahala amal ibadah untuk semua umat Islam dilipatgandakan.

3. Mendekatkan Diri kepada Allah Swt

Melalui ibadah sunnah salat tarawih, seorang muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt dan meningkatkan kecintaan kepada-Nya. Ibadah sholat tarawih juga merupakan kesempatan untuk meningkatkan ladang pahala, spiritualitas, dan keimanan.

4. Menambah Pahala

Setiap rakaat salat tarawih yang dilakukan dengan ikhlas dan khusyu akan memberikan pahala yang besar di sisi Allah Swt. Karena satu-satunya ibadah yang diberikan pahalanya langsung oleh Allah adalah ibadah di bulan suci Ramadan. Dengan menjaga kualitas ibadah, seorang muslim dapat meningkatkan pahalanya di bulan Ramadan.

5. Meniru Sunnah Rasulullah saw

Melaksanakan salat tarawih merupakan cara untuk meneladani sunnah yang sudah dicontohkan Rasulullah saw yang melaksanakan sholat sunnah ini secara rutin di setiap bulan Ramadan.

6. Memperoleh Ketenangan Hati

Ibadah salat tarawih juga dapat memberikan ketenangan dan kedamaian hati bagi yang melaksanakannya.

Dengan menjauhkan diri dari kesibukan dunia dan berkumpul dalam melaksanakan ibadah berjamaah, seseorang dapat merasakan kedekatan diri dengan Allah Swt.

7. Menghidupkan Masjid

Salat tarawih juga merupakan menjadi salah satu momen yang menghidupkan kegiatan di masjid selama bulan Ramadan berlangsung.

Hal ini tentunya dapat memperkuat ikatan sosial antarumat Islam dan mempererat hubungan silaturahim dengan masyarakat.

Mendapatkan keutamaan-keutamaan ini memerlukan kesungguhan dan keikhlasan dalam menjalankan salat tarawih. Semakin ikhlas dan khusyu seseorang dalam menjalankan ibadah ini, semakin besar pula pahala dan keberkahan yang akan diperoleh di sisi Allah Swt.

Demikian panduan lengkap seputar niat salat tarawih dan keutamaan lainnya yang bisa diambil di bulan Ramadan penuh berkah ini. (win)

Baca juga: 60 Kata-kata Menyambut Ramadan 2024 yang Suci dan Penuh Berkah