Konten dari Pengguna

Pantun Jenaka: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pantun jenaka. Foto: Pixabay/congerdesign
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pantun jenaka. Foto: Pixabay/congerdesign

Daftar isi

Pantun adalah budaya Indonesia yang umumnya terdiri dari empat baris di setiap baitnya. Ada berbagai jenis pantun berdasarkan isinya, salah satunya pantun jenaka.

Sesuai dengan namanya, pantun jenaka adalah jenis pantun untuk bersenda gurau dalam keadaan senang. Isi pantun ini adalah sindiran atau candaan lucu yang tujuannya menghibur.

Simak artikel ini untuk mengetahui penjelasan lengkap tentang pantun jenaka. Kabar Harian juga akan membagikan contoh-contohnya.

Pengertian Pantun Jenaka

Ilustrasi pantun jenaka. Foto: Pexels / Suzy Hazelwood

Sebelum masuk ke pembahasan pantun jenaka, pahami terlebih dahulu tentang apa itu pantun. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah bentuk puisi Melayu yang tiap bait atau kupletnya terdiri atas empat baris bersajak a-b-a-b.

Tiap larik pada pantun biasanya terdiri empat kata dengan baris pertama dan baris kedua adalah tumpuan atau sampiran. Kemudian, baris ketiga dan keempat adalah isi. Pantun juga bisa disebut dengan peribahasa sindiran.

Kemudian, menyadur artikel ilmiah Keanekaragaman Pantun di Indonesia oleh Dinni Eka Maulina, STKIP Siliwangi Bandung, setiap suku di Indonesia memiliki ciri khas pantun masing-masing. Di Jawa, pantun disebut dengan parikan, kemudian di Sunda pantun disebut sisindiran atau susualan.

Orang Mandailing menyebut pantun sebagai ende-ende dan orang Aceh menyebutnya rejong atau boligoni. Sementara orang Melayu, Minang, dan Banjar menyebutnya dengan istilah pantun.

Pantun adalah jenis puisi lama yang sudah banyak dikenal di Nusantara dengan banyak jenis sesuai dengan isinya. Pantun jenaka merupakan jenis pantun yang sering didengarkan, sebab berisi hiburan.

Adapun makna pantun jenaka berdasarkan buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 5 oleh Christiana Umi pada 2020, pantun jenaka adalah jenis pantun yang dibuat hanya untuk lucu-lucuan serta memiliki tujuan menghibur untuk para pendengarnya.

Sebagaimana arti kata jenaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah membangkitkan tawa, kocak, lucu, atau menggelikan.

Baca Juga: 30 Contoh Pantun Pendidikan: Jenaka, Berbalas, dan Nasihat

Ciri-Ciri Pantun Jenaka

Ilustrasi pantun jenaka. Foto: Pexels / Ketut Subiyanto

Ciri-ciri pantun jenaka sama dengan pantun pada umumnya. Menyadur Keanekaragaman Pantun di Indonesia oleh Dinni Eka Maulina, STKIP Siliwangi Bandung, berikut uraiannya:

  • Setiap baris berisi minimal empat kata.

  • Jumlah baris dalam satu bait minimal dua (pantun kilat) dan empat (pantun pada umumnya).

  • Pola sajak pada pantun merujuk pada sajak akhir vertikal, dengan pola a-a (pantun kilat), a-a-a-a, a-a-b-b, a-b-a-b (pantun pada umumnya).

  • Khusus untuk pantun kilat, baris pertama adalah sampiran dan baris kedua adalah isi.

  • Untuk pantun pada umumnya, baris 1 dan dua adalah sampiran, kemudian baris tiga dan empat adalah isi.

Sampiran adalah bagian yang menyiapkan rima dan irama untuk mempermudah pendengar memahami isi pantun, meskipun pada umumnya bagian sampiran tak berhubungan dengan isi. Sementara bagian isi merupakan pesan yang ingin disampaikan pada pembaca.

Jenis Pantun Lainnya

Ilustrasi pantun jenaka. Foto: unsplash.com/nadi borodina

Selain pantun jenaka, ada jenis pantun lain berdasarkan isinya. Merangkum buku Bahasa Indonesia untuk SMK oleh Utami Pratiwi, berikut uraiannya:

1. Pantun Nasihat

Hakikatnya, pantun nasihat dibuat untuk memberikan anjuran pada seseorang. Pantun ini bertujuan agar dapat menyampaikan pesan moral atau didikan pada pendengar.

2. Pantun Agama

Pantun agama juga memiliki peranan dalam memberikan pesan moral dan didikan pada pendengar. Isi pantun ini cenderung membahas tentang manusia dan Tuhan, serta lebih spesifik memegang prinsip-prinsip agama tertentu.

3. Pantun Teka-teki

Pantun teka-teki adalah jenis pantun yang berisi pertanyaan atau teka-teki. Ciri utama dari jenis pantun ini adalah pada bagian larik terakhir selalu diakhiri dengan pertanyaan. Tujuan dari pantun teka-teki adalah sebagai hiburan dan mengeratkan kebersamaan.

4. Pantun Berkasih-kasihan

Jenis pantun ini berhubungan dengan cinta dan kasih sayang yang disampaikan di bagian isi. Umumnya, pantun berkasih-kasihan terkenal di kalangan muda-mudi Melayu untuk mengungkapkan perasaannya pada seseorang yang disukai.

5. Pantun Anak

Jenis selanjutnya adalah pantun anak yang isinya lebih ringan dibandingkan pantun pada umumnya. Pantun anak berkaitan dengan hal-hal yang menyenangkan bagi anak-anak.

Contoh Pantun Jenaka

Ilustrasi pantun jenaka. Foto: Unsplash/Patrick Tomasso

Di bawah ini disajikan sederet contoh pantun jenaka yang disadur dari buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia oleh Dr. Agus Trianto dan sumber lainnya:

Contoh 1

Menggegar batang limau

Terikat lembing dekat kendil

Gemetar tulang harimau

Melihat kambing menyandang bedil

Contoh 2

Jalan-jalan ke Kota Sumedang

Ada kambing makan rumput

Anak-anak begitu senang

Melihat kakek bergoyang dangdut

Contoh 3

Kupu-kupu terbang melintang

Hinggap mengisap bunga layu

Hati di dalam menaruh bimbang

Melihat ikan membaca buku

Contoh 4

Hang Abu berburu singa

Singa ditembak oleh pemburu

Hati siapa tak akan tertawa

Nenek lari dikejar ibu

Contoh 5

Burung perkutut

Burung kutilang

Kamu kentut

Nggak bilang bilang

Contoh 6

Pergi ke pasar membeli bebek

Bebek dimasak nikmat sekali

Adik tertawa geli melihat kakek

Giginya copot usai makan roti

Contoh 7

Kue klepon bertabur kelapa

Sungguh unik bentuknya bulat

Saya geli melihat papa

Tertawa lebar kemasukan lalat

Contoh 8

Bus mogok kehabisan solar

Dipakai muat mengangkut bayam

Kasihan Minem tidur di tikar

Mata melotot dipatuk ayam

Contoh 9

Buah pisang buah tomat

Disimpan dalam lumbung padi

Pantas tercium bau menyengat

Rupanya Wawan belum mandi

Contoh 10

Elok rupanya pohon mangga

Tumbuh subur di dekat pohon jambu

Elok rupanya adikku membaca

Tulisan terbalik tak pernah tahu

(NSF)