Konten dari Pengguna

Pasir: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Sumbernya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pasir. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasir. Foto: iStock

Pasir adalah jenis butiran tanah yang kasar hasil pelapukan batuan beku dan sedimen, serta tidak berstruktur. Pasir terdiri dari partikel batuan dan mineral yang terpecah halus.

Dikutip dari 100% Pasti Lulus UN 2016 SMP oleh Aisyah Salsabila Alvaisa, jenis butiran tanah ini umumnya tidak subur dan kurang baik untuk pertanian karena sedikit mengandung bahan organik.

Butiran pasir umumnya berukuran antara 0,0625 sampai 2 milimeter. Materi pembentuk pasir adalah silikon dioksida, tetapi di beberapa pantai tropis dan subtropis umumnya dibentuk dari batu kapur.

Pasir memiliki warna sesuai dengan asal pembentukannya. Lalu, apa saja jenis-jenis pasir dan dari mana sumbernya? Simak uraian lengkapnya berikut ini.

Jenis-Jenis Pasir

Ilustrasi pasir. Foto: iStock

Berikut jenis-jenis pasir yang perlu diketahui.

1. Pasir Elod

Pasir elod adalah pasir yang memiliki tekstur halus. Ciri-ciri utama pasir elod adalah apabila dikepal, pasir ini akan menggumpal dan tidak akan buyar kembali.

Pasir elod masih ada campuran tanahnya dan memiliki warna hitam. Jenis pasir ini tidak bagus untuk bangunan. Biasanya, pasir ini hanya untuk campuran pasir beton agar bisa digunakan untuk plesteran dinding, atau untuk campuran pembuatan batako.

2. Pasir Beton

Pasir Beton. Foto: Tokopedia

Pasir beton biasanya berwarna hitam dan butirannya cukup halus, tetapi apabila dikepal dengan tangan tidak menggumpal dan akan buyar kembali.

Pasir ini sangat bagus untuk bangunan, terutama pengecoran, plesteran dinding, pondasi, juga pemasangan bata dan batu.

3. Pasir Pasang

Pasir pasang adalah jenis pasir yang lebih halus dari pasir beton. Ciri utama pasar ini adalah apabila dikepal akan menggumpal tidak kembali lagi ke semula.

Pasir pasang biasanya dipakai untuk campuran pasir beton agar tidak terlalu kasar sehingga bisa dipakai untuk plesteran dinding. Pasir ini umumnya harganya lebih murah dibanding dengan pasir beton.

4. Pasir Merah

Pasir Merah. Foto: iStock

Pasir merah umumnya bagus untuk bahan pengecoran karena cirinya yang hampir sama dengan pasir beton, tetapi lebih kasar dan batuannya agak lebih besar.

5. Pasir Silika

Pasir silika atau biasa disebut pasir kuarsa merupakan jenis pasir yang terdiri dari kandungan mineral yang strukturnya tersusun dari silika trigonal yang terkristalisasi atau biasa disebut silikon dioksida.

6. Pasir Urug

Pasir Urug. Foto: Stella Maris College

Pasir urug digunakan untuk mengurug tanah, yang berfungsi untuk menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban. Tekstur pasir ini tidak sehalus pasir lainnya.

Sumber Pasir

Pada umumnya, sumber pasir terdiri dari dua jenis, antara lain:

  1. Pasir alam, yaitu pasir yang berasal dari sumber alam, seperti gunung, sungai, pasir laut, bekas rawa, dan ada juga dari pasir galian.

  2. Pasir pabrikasi, yaitu pasir yang didapatkan dari penggilingan bebatuan yang kemudian diolah dan disaring sesuai dengan ukuran maksimum dan minimum agregat halus.

(SFR)