Konten dari Pengguna

Past Future Perfect Tense: Pengertian, Rumus, dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi past future perfect tense. Unsplash/Clarissa Watson
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi past future perfect tense. Unsplash/Clarissa Watson

Past future perfect tense adalah salah satu tenses yang perlu diketahui saat belajar bahasa Inggris. Tenses ini penting untuk dipahami dengan baik agar kemampuan berbahasa Inggris bisa lebih baik lagi.

Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa asing yang memiliki banyak tata bahasa atau grammar. Dalam grammar juga terdapat tenses yang berbeda, sesuai dengan keterangan waktu dan sifat kegiatan yang dilakukan.

Dari banyaknya tenses, past future perfect tense menjadi salah satu yang penting untuk dipahami saat belajar bahasa Inggris.

Daftar isi

Pengertian dari Past Future Perfect Tense

Ilustrasi past future perfect tense. Pexels/Pixabay

Past future perfect tense memiliki pengertian yaitu bentuk kalimat yang mengandung suatu peristiwa atau kejadian yang akan atau telah berlangsung pada satu waktu di masa lampau.

Tenses ini juga bisa digunakan untuk mengungkapkan ide atau gagasan dari masa lampau.

Ide atau gagasan ini telah direncanakan, dijanjikan, diprediksikan, atau diharapkan akan telah terjadi pada suatu waktu di masa yang akan datang, namun dilihat dari sudut pandang waktu yang telah lalu.

Walau demikian, ide atau gagasan tersebut pada kenyataannya belum tentu benar, karena tidak bisa terlaksana sesuai dengan harapan. Hal ini juga berlaku untuk menceritakan peristiwa atau kejadian yang sudah atau akan terjadi sebelum waktu tertentu di masa lalu.

Rumus atau Formula dari Past Future Perfect Tense

Ilustrasi past future perfect tense. Unsplash/Waldemar

Agar lebih mudah memahami penggunaan tenses ini, maka penting untuk tahu rumus atau formulanya terlebih dahulu.

Mengetahui rumus atau formula dari tenses ini juga berguna untuk mempermudah membuat kalimat dalam bahasa Inggris. Adapun rumus dari tenses satu ini adalah sebagai berikut:

Rumus:

  • Kalimat Positif (+): Subjek + would/should + have + V3 (past participle) + pelengkap (complement).

  • Kalimat Negatif (-): Subjek + would/should + not + have + V3 (past participle) + pelengkap (complement).

  • Kalimat Tanya (?): Would/should + subjek + have + V3 (past participle) + pelengkap (compliment)?

Subjek di sini bisa digunakan sesuai konteks yang akan diutarakan. Bisa menggunakan I/she/he/it atau you/we/they. Jadi sesuaikan kalimat yang akan diutarakan dengan konteks yang sedang diperbincangkan.

Karena tenses ini digunakan untuk mengungkapkan suatu kejadian atau peristiwa maupun ide dan gagasan yang sudah terjadi atau akan terjadi di masa lalu, maka kata kerja yang digunakan adalah bentuk lampau yaitu verb ketiga atau past participle.

Dikutip dari buku Mengatasi Berbicara dalam Bahasa Inggris, Drs. Thursan Hakim, (2005:167), tenses ini memiliki tanda sebagai ciri-ciri kalimat.

Adapun ciri-ciri tersebut adalah terdapat auxiliary verb yaitu kata would atau should pada kalimat yang diutarakan. Would atau should ini merupakan bentuk lampau dari shall atau will.

Umumnya shall atau will ini digunakan dalam simple future tense. Jadi apabila diubah menjadi bentuk lampau yaitu should atau would maka menjadi ciri dari bentuk past future.

Pada tenses ini bentuk should juga berlaku untuk semua jenis subjek, tidak seperti shall yang hanya berlaku untuk subjek I dan we. Ciri lain yang perlu diperhatikan adalah terdapat kata have pada rumus atau formula tenses tersebut.

Kata have ini berlaku untuk semua subjek, baik itu singular maupun plural. Jadi pastikan untuk tidak salah mengartikan saat mempelajari tenses ini.

Lalu untuk bagian pelengkap atau complement dapat diisi dengan objek, keterangan tempat, maupun keterangan waktu.

Bagian ini bisa disesuaikan dengan konteks kalimat yang diutarakan sebagai pelengkap untuk menjelaskan peristiwa atau ide yang sedang dibicarakan tersebut.

Keterangan waktu ini juga bisa menjadi ciri-ciri dari tenses ini untuk mengungkapkan waktu terjadinya peristiwa atau gagasan tersebut.

Umumnya terdapat beberapa keterangan waktu yang paling sering digunakan pada tenses ini. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Yesterday: Kemarin

  • Last week: Minggu lalu.

  • In January last year: Pada bulan Januari tahun lalu.

  • At three o’clock yesterday: Pada jam tiga kemarin.

  • In last year: Pada tahun lalu.

Contoh Kalimat dari Past Future Perfect Tense

Ilustrasi past future perfect tense. Unsplash/Unseen Studio

Untuk lebih mudah memahami rumus atau formula yang digunakan pada tenses ini, maka ada baiknya mengetahui contoh kalimatnya. Adapun contoh dari tenses satu ini disertai dengan artinya untuk dipelajari adalah sebagai berikut:

1. Contoh Kalimat Positif

Rumus: S + would/should + have + V3 (past participle) + pelengkap (complement).

Contoh kalimat pertama adalah bentuk dari kalimat positif. Berikut beberapa contohnya yang bisa dipelajari:

  1. He would have finished the weekly report by 8 o’clock three days ago if he hadn’t gotten sick.

    Arti: Dia akan menyelesaikan laporan mingguan pada jam 10 tiga hari yang lalu jika dia tidak sakit.

  2. She would have completed her project two weeks ago if she had wanted to take a leave of absence next week.

    Arti: Dia akan menyelesaikan proyeknya dua minggu yang lalu jika dia ingin mengambil cuti minggu depan.

  3. I should have bought the book yesterday.

    Arti: Aku seharusnya membeli buku itu kemarin.

  4. If they had given you a chance, you would have expressed my opinion.

    Arti: Jika mereka memberi kamu kesempatan, kamu akan mengutarakan pendapatku.

  5. We would have finished the game if you hadn’t been late.

    Arti: Kita akan menyelesaikan permainannya jika kamu tidak terlambat.

  6. Andi would have come home early if he taken bus.

    Arti: Andi akan pulang lebih awal jika dia naik bis.

2. Contoh Kalimat Negatif

Rumus: S + would/should + not + have + V3 (past participle) + pelengkap (complement).

Selanjutnya adalah contoh kalimat dari bentuk negatif. Berikut contoh lengkapnya:

  1. My sister would not have baked my favorite cake yesterday if I hadn’t called her before.

    Arti: Kayak perempuanku tidak akan memanggang kue favoritku kemarin jika aku tidak menelponnya sebelumnya.

  2. My friend would not have picked me up by 7 p.m three days ago if she hadn’t repaired her car.

    Arti: Temanku tidak akan menjemputku pada jam 7 malam tiga hari yang lalu jika dia tidak memperbaiki mobilnya.

  3. She would not have picked you up if you had called her before.

    Arti: Dia tidak akan menjemputmu jika kamu tidak meneleponnya terlebih dahulu.

  4. My father would not have bought me a new phone if I had found the old one.

    Arti: Ayahku tidak akan membelikanku ponsel baru jika aku menemukan ponsel yang lama.

  5. They shouldn’t have brought many cakes yesterday because I prepared cookies.

    Arti: Mereka seharusnya tidak membawa banyak kue kemarin karena aku menyiapkan biskuit.

  6. Putra wouldn’t have come home early if he taken bus.

    Arti: Putra tidak akan pulang lebih awal jika naik bus.

3. Contoh Kalimat Tanya

Rumus: Would/should + subjek + have + V3 (past participle) + pelengkap (compliment)?

Contoh terakhir adalah bentuk dari kalimat tanya. Berikut beberapa contohnya:

  1. Would Tiara have arrived on time at my birthday party yesterday if her friend had given the ride?

    Arti: Akankah Tiara tiba tepat waktu di pesta ulang tahunku kemarin jika temannya memberi tumpangan?

  2. Should Putri have presented the business proposal if she hadn’t got sick last week?

    Arti: Haruskah Putri mempresentasikan proposal bisnis jika dia tidak sakit di minggu lalu?

  3. Would Dimas have finished the report if the boss had called him?

    Arti: Akankah Dimas menyelesaikan laporannya jika bos meneleponnya?

  4. Would your brother have picked you up yesterday?

    Arti: Akankah saudara laki-lakimu menjemputmu kemarin?

  5. Would they have cooked chicken soup if we had bought the chicken?

    Arti: Akankah mereka memasak sup ayam jika kita membeli daging ayam?

  6. Would Nadira have eaten the fried chicken if her mother bought it?

    Arti: Akankah Nadira makan ayam goreng jika ibunya membelikannya?

Dengan mengetahui contoh kalimat tersebut diharapkan bisa lebih mudah memahami penggunaan dari tenses satu ini. Selain itu bisa mempermudah proses penguasaan materi. sehingga nantinya bisa lebih mudah saat membuat kalimat lainnya.

Baca juga: 16 Tenses dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Rumus, Kegunaan, dan Contohnya

Itulah penjelasan lengkap mengenai past future perfect tense yang perlu diketahui dalam belajar bahasa Inggris. Dengan mengetahui informasi lengkap mengenai tenses ini, belajar bahasa Inggris akan jadi lebih mudah dan kemampuan akan semakin meningkat. (PRI)