Pembelajaran dengan Komunikasi Searah: Pengertian dan Karakteristiknya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembelajaran dengan komunikasi searah sering digunakan oleh guru untuk mentransfer pengetahuan. Dengan metode ini, guru bisa mengatur alur materi secara sistematis tanpa gangguan, sehingga siswa bisa fokus menerima informasi secara utuh.
Komunikasi merupakan proses penyampaian dan penerimaan informasi untuk menciptakan pemahaman bersama di antara dua pihak atau lebih. Komunikasi bisa dilakukan melalui berbagai bentuk, baik verbal, nonverbal, hingga penggunaan simbol atau media.
Pengertian Pembelajaran dengan Komunikasi Searah (One Way Communication)
Pada hakikatnya proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi antara guru dan siswa. Siswa sebagai komunikan sedangkan guru sebagai komunikatornya. Namun, dalam prinsip pendidikan modern siswa juga bisa sebagai komunikator.
Guru bisa menyampaikan apa yang dimilikinya kepada siswanya agar pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya dapat pula dimiliki siswanya. Proses komunikasi yang mungkin terjadi selama belajar mengajar salah satunya pembelajaran komunikasi searah.
Pembelajaran dengan komunikasi searah merupakan proses transfer ilmu dari guru kepada siswa tanpa adanya umpan balik dari siswa. Dengan begitu, guru berperan sebagai pemberi aksi sedangkan siswa sebagai penerima aksi. Guru aktif dan siswa pasif.
Komunikasi satu arah kurang banyak menghidupkan kegiatan siswa dalam belajar. Contoh jenis komunikasi ini seperti ceramah tanpa sesi tanya jawab, presentasi daring tanpa interaksi, video edukasi yang berisi penjelasan atau demonstrasi tanpa fitur interaktif, dan lainnya.
Karakteristik Pembelajaran Menggunakan Komunikasi Searah
Untuk membedakan komunikasi searah dengan jenis komunikasi lainnya dalam pembelajaran, terdapat karakteristik tertentu yang bisa diketahui. Dikutip dalam buku Teori Komunikasi Pendidikan oleh Tanto Trisno Mulyono, dkk (2022:186), model komunikasi satu arah memiliki karakteristik yaitu:
Kadar keaktifan siswa rendah.
Sebagai komunikator hanya guru.
Sebagai komunikannya adalah siswa.
Jika dalam pembelajaran terjadi peragaan, maka kegiatan guru lebih cenderung bersifat demonstrasi.
Dari karakteristik di atas kegiatan belajar mengajar memungkinkan guru untuk mentransfer materi pelajaran sebanyak-banyaknya dan siswa bisa berfokus pada guru. Namun sebaliknya, siswa belum tentu bisa menyerap apa yang disampaikan guru.
Kreativitas siswa dalam menyampaikan ide dan gagasan tidak bisa optimal karena guru lebih berkuasa dalam proses belajar mengajar. Siswa cenderung hanya mendengarkan, mencatat, dan menghafal tanpa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Dari penjelasan pengertian dan karakteristik di atas, pembelajaran dengan komunikasi searah menekankan siswa menerima informasi tanpa interaksi langsung. Meski minim interaksi, komunikasi ini tetap efektif jika kontennya terstruktur dan mudah dipahami. (MRZ)
Baca juga: 6 Manfaat Inkuiri Kolaboratif dalam Pembelajaran Mendalam bagi Siswa
