Konten dari Pengguna

Pemuaian Zat Cair dan Gas, Lengkap dengan Contoh Peristiwanya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Termometer air raksa menggunakan prinsip kerja pemuaian zat cair. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Termometer air raksa menggunakan prinsip kerja pemuaian zat cair. Foto: Pixabay

Pemuaian dapat dialami oleh zat cair dan gas. Umumnya, zat akan memuai jika dipanaskan dan menyusut jika didinginkan. Besar pemuaian zat tersebut berkaitan dengan besaran koefisien muainya.

Merangkum dalam buku Metode Dahsyat Hafalan Kilat Kamus IPA Terpadu Kelas 7,8,9 SMP oleh Desy Ambarwati (2015: 215), pemuaian adalah sebuah peristiwa memuainya sebuah zat karena peningkatan suhu yang terjadi.

Beberapa pemuaian yang dialami oleh suatu zat, terkadang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, bagaimana pemuaian zat cair dan gas dapat terjadi? Agar lebih memahaminya, simak penjelasan berikut ini.

Penamapkan danau yang hanya membeku di permukaan, sedangkan bagian bawahnya tetap berupa air. Foto: Pixabay

Pemuaian Zat Cair

Pada zat cair, pemuaian yang terjadi hanya berupa pemuaian volume saja. Ini karena sifat zat cair adalah selalu mengikuti bentuk ruang yang ditempatinya. Semakin tinggi suhu yang diberikan pada zat cair itu, maka semakin besar muai volumenya.

Pemuaian zat cair untuk masing-masing jenis zat cair berbeda-beda. Akibatnya, walaupun mula-mula volume zat cair sama, tetapi setelah dipanaskan volumenya menjadi berbeda-beda.

Pemuaian volume zat cair terkait dengan pemuaian tekanan yang disebabkan oleh peningkatan suhu. Prinsip pemuaian zat cair ini, misalnya digunakan pada cara kerja termometer air raksa.

Bertambah tingginya kolom air raksa yang mewakili skala termometer merupakan efek langsung dari terjadinya pemuaian volume air raksa karena kenaikan suhu.

Anomali Air

Hampir semua zat akan memuai jika dipanaskan dan menyusut jika didinginkan. Namun, air memiliki sedikit pengecualian. Jika suhu diturunkan, memang volume air akan makin mengecil seperti volume zat cair lainnya.

Namun, suatu ketika, volume air justru kian membesar meskipun suhunya tetap diturunkan. Jadi, terdapat sebuah fenomena, jika pada suhu tersebut air dipanaskan, volumenya akan bertambah besar. Begitu pula jika pada suhu tersebut air didinginkan, volumenya akan membesar.

Sifat air yang demikian disebut anomali air. Berdasarkan buku Azas-Azas Fisika SMA Kelas X Semester Kedua karangan Bambang Ruwanto (2007: 18), anomali air dapat diartikan pengecualian yang dialami oleh zat cair ketika didinginkan atau dipanaskan.

Fenomena anomali air tersebut menjelaskan mengapa pada musim dingin, hanya air di permukaan danau yang menjadi es, sedangkan di bagian bawah ikan-ikan masih bebas berenang.

Pemuaian gas dapat ditunjukkan pada bocornya ban kendaraan bermotor akibat adanya gesekan. Foto: Pixabay

Pemuaian Gas

Pada gas, seperti halnya zat cair, pemuaian yang terjadi berupa pemuaian volume. Untuk jumlah partikel yang tetap, keadaan suatu gas dicirikan oleh tiga variabel, yaitu tekanan, volume, dan suhu mutlak.

Pemuaian gas dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  • Pemuaian gas pada suhu tetap (isothermal)

  • Pemuaian gas pada tekanan tetap

  • Pemuaian gas pada volume tetap

Contoh pemuaian zat gas dapat ditunjukkan pada peristiwa mobil atau motor yang sedang melaju di jalan, tiba-tiba ban kendaraan tersebut mengalami kebocoran.

Ban tersebut bocor, karena terjadi pemuaian gas atau udara di dalam ban. Pemuaian suhu udara di ban mobil terjadi, akibat adanya gesekan roda dengan aspal.

(VIO)