Pendapat Schopenhauer, Filsuf Jerman Abad ke-19 tentang Seni Musik

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
12 Oktober 2021 16:44
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pendapat Schopenhauer, Filsuf Jerman Abad ke-19 tentang Seni Musik (23432)
searchPerbesar
Musik adalah cabang seni yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Sumber: Pexels.com
Musik merupakan cabang seni yang populer karena banyak dinikmati dan digemari oleh orang-orang. Terlebih karena musik memiliki sejumlah manfaat bagi manusia yang membuat musik semakin dekat dengan kehidupan manusia.
ADVERTISEMENT
Seiring berkembangnya zaman, orang-orang terus menekuni seni musik hingga memunculkan ide-ide atau pandangan-pandangan tertentu mengenai cabang seni ini.
Salah satu orang yang memberikan pandangannya mengenai seni musik adalah, Arthur Schopenhauer, seorang filsuf pada abad ke-19 yang berasal dari Jerman.

Biografi Arthur Schopenhauer

Arthur Schopenhauer adalah seorang ahli filsafat yang lahir di kota Danzig, Jerman (sekarang Gdansk, Polandia) pada tanggal 22 Februari 1788. Ia adalah sosok filsuf yang terkenal dengan pandangan-pandangan filosofisnya yang pesimis.
Schopenhauer adalah seorang filsuf yang mengkombinasikan aliran realisme, apresiasi seni, dan mistikisme. Salah satu pandangannya yang terkenal ialah penderitaan dan kesinambungannya.
Penderitaan ini terjadi akibat adanya kendali yang mengontrol dunia dan segala isinya yang disebutnya disebut sebagai “kehendak” atau will.
Pendapat Schopenhauer, Filsuf Jerman Abad ke-19 tentang Seni Musik (23433)
searchPerbesar
Arthur Schopenhauer, seorang filsafat dari Jerman. Sumber: Britannica
Selain terkenal dengan pandangannya soal kehendak, ia juga populer dengan pandangannya mengenai seni musik. Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut kutipan populer Schopenhauer mengenai manfaat dari seni musik:
ADVERTISEMENT
Music, therefore, if regarded as an expression of the world, is in the highest degree a universal language, which is related indeed to the universality of concepts, much as they are related to the particular things. Music is the answer to the mystery of life. The most profound of all the arts, it expresses the deepest thoughts of life.
Arti dari kutipan tersebut ialah:
Musik jika dianggap sebagai ekspresi dunia, ialah sebuah tingkatan tertinggi dari bahasa universal, yang memang terkait dengan konsep universalitas, sebagaimana hal tersebut terkait dengan hal-hal tertentu. Musik adalah jawaban atas misteri kehidupan, paling mendalam dari semua seni, musik mengungkapkan pikiran terdalam kehidupan.

Pandangan Schopenhauer tentang Musik

Melansir dari jurnal Musik Dalam Pandangan Schopenhauer karya Daniel Sema dan Markus Wibowo, berikut pandangan-pandangan Schopenhauer mengenai seni musik:
ADVERTISEMENT
1. Musik sebagai Seni Tertinggi di Dunia
Berdasarkan kutipan di atas, menurut Schopenhauer, musik merupakan cabang seni tertinggi di dunia jika dibandingkan dengan cabang seni lainnya.
Hal itu disebabkan oleh pemikiran Schopenhauer yang menganggap musik adalah hal yang paling sempurna untuk membuat manusia keluar dari tirani.
Mendengarkan musik bagi Schopenhauer adalah cara estetis manusia untuk keluar dari belenggu kehendak yang mengukungnya.
Pendapat Schopenhauer, Filsuf Jerman Abad ke-19 tentang Seni Musik (23434)
searchPerbesar
Schopenhauer meyakini bahwa musik adalah hal yang paling sempurna untuk membuat manusia keluar dari tirani. Sumber: Pexels.com
2. Musik adalah Kehendak
Schopenhauer terkenal dengan pemikirannya mengenai kehendak. Baginya, musik merupakan seni yang tidak mengekspresikan gagasan atau ide-ide yang dimiliki oleh manusia. Hal ini yang membedakan musik dengan cabang seni lainnya.
Menurut Schopenhauer, musik bukanlah perwujudan dari sebuah kehendak, tetapi musik adalah kehendak itu sendiri.
3. Musik Tidak Berwujud
ADVERTISEMENT
Schopenhauer berpendapat bahwa musik adalah suatu seni yang tak berwujud karena tidak memiliki komponen fisik. Hal ini berbeda dengan ketika seseorang membaca karya sastra yang harus membayangkan adegan cerita.
Bagi Schopenhauer, musik adalah ekspresi murni dari sifat terdalam dari realitas manusia yang memungkinkan membawa manusia keluar dari dunia representasi yang bersifat ilusi.
(SAI)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020