Pendapatan Bersih Adalah Indikator Besarnya Keuntungan. Pahami Penghitungannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbicara untung-rugi dalam sebuah bisnis, tidak terlepas dari perolehan pendapatan bersih. Istilah terakhir mengacu pada sejumlah uang yang diterima setelah dikurangi total biaya produksi.
Dalam artian, pendapatan bersih adalah hasil keuntungan murni dari bisnis yang dijalankan. Lalu, bagaimana cara menentukan pendapatan bersih dari sebuah bisnis? Berikut ulasan selengkapnya!
Pendapatan Bersih
Mengutip buku Inve$topedia (Anonim), pendapatan bersih atau net income adalah penghasilan total sebuah perusahaan (keuntungan).
Penghasilan total tersebut dihitung dari pendapatan yang disesuaikan dengan biaya dalam menjalankan bisnis.
Adapun biaya bisnis yang dimaksud mencakup biaya penyusutan, bunga, pajak, dan biaya lainnya.
Penghitungan pendapatan bersih memiliki kedudukan penting dalam manajemen keuangan sebuah perusahaan. Hal ini berkaitan dengan indikator seberapa besar keuntungan yang diperoleh dalam satu periode tertentu.
Di Inggris, pendapatan bersih disebut sebagai profit. Profit merupakan keuntungan yang diberikan kepada pemilik saham.
Selain di bidang bisnis dan investasi, istilah pendapatan bersih juga dikenal sebagai pendapatan individu. Pendapatan bersih pada individu diperoleh setelah dilakukan pemotongan, kredit, dan pajak yang dimasukkan ke dalam penghasilan kotor.
Menurut Inve$topedia, penghasilan kotor yang dikurangi dengan pemotongan serta kredit merupakan penghasilan yang dikenai pajak. Penghasilan tersebut selanjutnya digunakan untuk menghitung pajak penghasilan.
Dengan demikian, penghasilan bersih adalah besaran yang didapat dari pendapatan yang dikenai pajak (taxable income) dikurangi dengan pajak pendapatan (income tax).
Penghitungan Pendapatan Bersih
Menurut buku Inve$topedia, penghitungan pendapatan bersih dimulai dari total pendapatan perusahaan.
Setelah diketahui, pendapatan perusahaan dikurangi dengan biaya penjualan serta biaya lain yang dikeluarkan dalam satu periode produksi.
Dengan demikian dapat ditemukan penghasilan yang belum dikenakan pajak. Setelah itu, pendapatan dikurangi dengan besaran pajak yang berlaku.
Setelah seluruh pengurangan biaya dilakukan, maka yang tersisa hanyalah pendapatan bersih.
Menurut buku yang sama, pendapatan bersih rentan mengalami manipulasi melalui berbagai praktik berupa pengakuan pendapatan yang besar atau tersembunyinya biaya pengeluaran yang sebenarnya.
Itulah mengapa dalam menghitung pendapatan bersih dibutuhkan ketelitian yang mendalam. Hal ini dilakukan agar laporan keuangan menjadi kredibel dan transparan.
Contoh Penghitungan Pendapatan Bersih
Agar dapat memudahkan pemahaman terhadap pendapatan bersih, berikut contoh penghitungannya menurut buku Inve$topedia.
Misalkan pendapatan kotor sebuah perusahaan adalah Rp500 juta dan memiliki potongan serta kredit sebesar Rp150 juta. Maka pendapatan yang dikenakan pajak sebesar Rp350 juta.
Lalu jumlah tersebut dipotong biaya pajak pendapatan sebesar Rp25 juta. Maka jumlah pendapatan bersih yang didapatkan oleh perusahaan adalah Rp325 juta.
Itulah penjelasan dan contoh dalam menghitung pendapatan bersih sebuah bisnis. Penghitungan pendapatan bersih menjadi salah satu aspek krusial dalam menjalankan sebuah bisnis.
Dengan pencatatan pendapatan bersih yang akurat, hal tersebut dapat memudahkan perusahaan untuk memantau kondisi keuangannya.
(ANM)
