Pendekatan Saintifik dalam Proses Pembelajaran

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat menjalankan pembelajaran di sekolah, guru membutuhkan berbagai kompetensi pedagogis. Salah satunya yang sering digunakan adalah pendekatan saintifik.
Pendekatan yang satu ini sebenarnya sudah diterapkan di dalam kurikulum pendidikan. Sayangnya, masih banyak orang tua dan peserta didik yang tidak memahami pendekatan ini.
Pengertian Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran di Sekolah dan Tujuannya
Dikutip dari buku Pendekatan Saintifik Solusi Pembelajaran IPA, Subandiyah (2023:23), pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik artinya pembelajaran itu dilakukan secara ilmiah.
Pada kurikulum pendidikan di Indonesia, pendekatan yang satu ini dikenal juga dengan istilah learning by doing. Scientific approach dirancang khusus untuk peserta didik supaya dapat menerapkan berbagai langkah ilmiah dalam pembelajaran.
Metode ini menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Maksudnya adalah setiap peserta didik diharapkan dapat menyusun pengetahuan untuk dirinya sendiri. Sementara tenaga pendidik berperan menjadi fasilitator di sekolah.
Scientific approach sengaja dirancang agar siswa yang biasanya hanya menerima seluruh materi, kini dapat menjadi penemu. Selain itu, masih ada tujuan dari metode pembelajaran ini, antara lain sebagai berikut.
Membentuk siswa agar dapat menyelesaikan masalah secara sistematis.
Meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS.
Melatih siswa dalam mengkomunikasikan berbagai ide.
Mengembangkan karakter peserta didik.
Langkah-langkah Pendekatan Saintifik
Ada beberapa langkah dalam pendekatan saintifik. Adapun di antaranya sebagai berikut.
1. Mengamati
Langkah pertama adalah mengamati atau observasi. Observasi sangat penting dalam proses pembelajaran. Dengan observasi, maka rasa ingin tahu siswa dapat terpenuhi. Melalui observasi, diharapkan siswa bisa menemukan hubungan antar objek yang dianalisis dengan materi pembelajaran di sekolah.
2. Bertanya
Peserta didik diharapkan untuk aktif bertanya kepada guru. Peserta didik dapat bertanya seputar objek yang diamati ataupun informasi-informasi lain yang belum dipahami.
3. Mengumpulkan Informasi
Setelah bertanya, maka peserta didik dapat mengumpulkan informasi. Informasi bisa didapatkan dari membaca buku, mengobservasi objek atau fenomena, dan melakukan eksperimen.
4. Mengolah Informasi
Langkah selanjutnya, yaitu mengolah informasi. Mengolah informasi dilakukan dengan kegiatan penalaran.
5. Mengkomunikasikan
Langkah terakhir yakni mengkomunikasikan. Peserta didik akan diberikan kesempatan untuk berbicara tentang hal-hal yang dipelajari.
Baca juga: Jelaskan Proses Kegiatan Apresiasi Seni dengan Pendekatan Saintifik!
Pendekatan saintifik adalah metode pembelajaran yang digunakan pada kurikulum pendidikan di tanah air. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. (FAR)
