Penerapan Nilai dari Sila Keempat Mengenai Kerakyatan dan Permusyawaratan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila tidak serta merta dibuat tanpa berdasarkan nilai dan makna. Setiap sila mengandung arti yang begitu mendalam mengingat proses sejarah perumusan Pancasila begitu panjang. Termasuk nilai sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.
Sila tersebut memiliki arti bahwa dalam menentukan maupun menjalankan kekuasaan, berpedoman pada jalan musyawarah. Penerapannya juga disertai dengan pikiran yang sehat dan penuh tanggung jawab.
Hakikat sila keempat adalah demokrasi, tempat musyawarah sangat dinomorsatukan guna mencapai keputusan bersama. Selain itu, diperlukan kejujuran dari setiap individu dalam bermusyawarah agar tidak menimbulkan perpecahan. Hal penting lainnya adalah tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
Simbol Sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Berdasarkan buku BPSC Modul PPKn SD/MI Kelas IV karya Sukamti, bunyi sila keempat adalah Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.
Sila ini memiliki lambang simbol kepala banteng yang identik suka berkumpul dengan sesamanya. Dengan bersatu, kelompok hewan bertanduk ini akan semakin kuat dan bisa terhindar dari terkaman hewan pemangsa.
Simbol kepala banteng pada sila keempat Pancasila mempunyai arti bahwa rakyat Indonesia adalah makhluk sosial yang senang berkumpul. Arti lainnya, masyarakat bermusyawarah untuk bermufakat kemudian menghasilkan suatu keputusan.
Latar belakang berwarna merah mendeskripsikan keberanian dari banteng. Itu bermakna bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang mempunyai harga diri dan berani menunjukkan identitasnya.
Nilai Sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Dikutip dari laman kemhan.go.id, berikut nilai sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan:
Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan, mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan.
Penerapan Nilai Sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Berikut contoh penerapan nilai dari sila kelima Pancasila mengutip buku Arif Cerdas Untuk Sekolah Dasar Kelas 6 karya Christiana Umi:
Selalu mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan permasalahan.
Menghindari aksi walk out saat musyawarah.
Ikut serta dalam pemilihan umum, pemilihan presiden, dan pemilihan kepala daerah.
Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil rakyat yang telah terpilih.
Wakil rakyat yang mengemban tugas negara juga harus mampu mendengar dan menjalankan aspirasi rakyat.
(ZHR)
