Pengecualian Aturan Oktet: Pengertian, Pembagian Kategori, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu kimia, sering dijumpai bahwa tidak semua atom dalam suatu molekul memenuhi aturan oktet. Penyimpangan dari aturan oktet ini disebut juga sebagai pengecualian aturan oktet.
Menurut ilmuwan W. Kossel dan G.N. Lewis yang dikutip dari CMS (Cepat Menguasai Soal) Kimia SMA dan MA oleh Enik Suyahni, kestabilan unsur gas mulia disebabkan oleh elektron valensinya berjumlah delapan, kecuali helium berjumlah dua. Konfigurasi gas mulia ini dikenal dengan sebutan aturan oktet.
Aturan oktet dapat diterapkan pada unsur-unsur golongan utama, seperti karbon, nitrogen, oksigen, dan halogen. Aturan ini juga dapat diterapkan pada unsur logam seperti natrium dan magnesium.
Suatu unsur dapat mencapai kestabilan dengan beberapa cara, yaitu melepaskan elektron dan menerima atau menangkap elektron. Pada umumnya, unsur-unsur yang melepaskan elektron ialah unsur-unsur logam, sedangkan unsur-unsur yang menarik elektron adalah unsur-unsur non-logam.
Namun, tidak semua unsur-unsur itu dapat mencapai aturan oktet, sehingga muncul pengecualian aturan oktet yang terbagi ke dalam tiga kategori. Untuk lebih jelasnya, simak uraian lengkap berikut ini.
Pengecualian Aturan Oktet
Dikutip dari Belajar Kimia secara Menarik untuk SMA/MA Kelas X oleh Das Salirawati dkk., pengecualian aturan oktet dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu sebagai berikut.
1. Senyawa dengan Jumlah Elektron Valensi Ganjil
Jika jumlah elektron valensi ganjil dimungkinkan terbentuk elektron yang tidak berpasangan, dan sekurang-kurangnya terdapat satu elektron yang tidak lengkap, sehingga tentunya membuat aturan oktet tidak terpenuhi.
Beberapa molekul mempunyai jumlah elektron yang ganjil, contohnya pada molekul NO2 yang memiliki 17 elektron valensi, yaitu 5 dari N, 6 dari O (5 + 6 + 6). Rumus strukturnya dapat ditulis sebagai berikut.
Aturan oktet tidak mungkin dipenuhi pada molekul dengan jumlah elektron valensi ganjil tersebut, karena untuk memenuhi aturan oktet diperlukan pasangan elektron yang lengkap (8 elektron) yang merupakan bilangan genap.
2. Senyawa yang Oktetnya Tidak Sempurna
Senyawa kovalen biner sederhana yang dibentuk dari unsur-unsur yang elektron valensinya kurang dari 4, seperti berilium (Be) dan boron (B) tidak dapat mencapai aturan oktet, sehingga membentuk oktet yang tidak sempurna.
Situasi ini dibuktikan pada molekul BeCl2 dan BCl3, dengan penulisan diagram sebagai berikut.
3. Senyawa yang Oktetnya Diperluas atau Superoktet
Senyawa dengan oktet diperluas atau berkembang terjadi pada unsur-unsur periode 3 atau lebih yang dapat memiliki pasangan elektron bersama lebih dari 8 pada kulit terluarnya. Situasi ini dibuktikan pada molekul PCl5, SF6, dan beberapa senyawa gas mulia.
Pada PCl5, atom P dikelilingi 10 elektron, sedangkan pada SF6, atom S dikelilingi 12 elektron sebagai berikut.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana cara mencapai kestabilan unsur kimia?

Bagaimana cara mencapai kestabilan unsur kimia?
Suatu unsur dapat mencapai kestabilan dengan beberapa cara, yaitu melepaskan elektron dan menerima atau menangkap elektron.
Unsur kimia apa saja yang dapat melepaskan elektron?

Unsur kimia apa saja yang dapat melepaskan elektron?
Pada umumnya, unsur-unsur yang melepaskan elektron ialah unsur-unsur logam.
Unsur kimia apa saja yang dapat menarik elektron?

Unsur kimia apa saja yang dapat menarik elektron?
Unsur-unsur yang menarik elektron adalah unsur-unsur non-logam.
