Pengertian AIDS dan Faktor-Faktor Risiko Penularannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian AIDS atau singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala yang menyebabkan turunnya sistem kekebalan tubuh manusia.
AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus ketika sistem kekebalan tubuh sudah sangat rusak, sehingga tidak dapat melawan infeksi ringan sekalipun dan pada akhirnya menyebabkan kematian.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian AIDS dan faktor-faktor risiko penularannya.
Pengertian AIDS
Dikutip dari Buku Ajar Infeksi Menular Seksual oleh Pipiet Abrori dan Mahwar Qurbaniah (2017: 70), AIDS adalah kumpulan gejala atau sindroma akibat menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi virus HIV.
HIV adalah jenis parasit obligat, yaitu virus yang hanya dapat hidup dalam sel atau media hidup. Seorang pengidap HIV lambat laun akan jatuh ke dalam kondisi AIDS, apalagi jika melaluinya tanpa pengobatan.
Tubuh manusia mempunyai kekebalan untuk melindungi diri dari serangan luar, seperti kuman, virus, dan penyakit. Jika sudah berada dalam kondisi AIDS, AIDS akan melemahkan atau merusak sistem pertahanan tubuh.
Penderita yang terkena AIDS memiliki pertahanan tubuh yang lemah sehingga berbagai jenis penyakit mudah datang menyerang. Kadang-kadang, terdapat pula jenis penyakit yang biasanya tidak menimbulkan gangguan pada orang yang sistem kekebalannya normal.
Pada beberapa kasus AIDS, misalnya, ditemukan sejenis radang paru-paru yang jarang didapat manusia yang disebabkan oleh pnemocystis carinii, yakni jenis parasit yang biasanya tidak merugikan manusia.
Pada umumnya, keadaan AIDS ditandai dengan adanya berbagai infeksi, baik akibat virus, bakteri, parasit, maupun jamur. Keadaan infeksi ini dikenal dengan infeksi oportunistik.
Faktor-Faktor Risiko Penularan HIV dan AIDS
Faktor-faktor risiko penularan HIV dan AIDS sangat banyak, tetapi yang paling utama adalah faktor perilaku seksual. Faktor lain adalah penularan secara parenteral dan riwayat penyakit menular seksual yang pernah diderita sebelumnya.
Perilaku seksual yang berisiko menjadi faktor utama yang berkaitan dengan penularan HIV dan AIDS. Beberapa perilaku seksual yang sangat berisiko menularkan HIV dan AIDS adalah sebagai berikut.
Berganti-ganti pasangan tanpa memakai pengaman (kondom) dalam melakukan aktivitas seksual. Pemakaian kondom merupakan salah satu pencegahan penularan HIV dan AIDS.
Melakukan aktivitas seksual melalui anal.
Pemakaian narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) secara suntik atau injeksi.
Selain itu, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penyakit herpes dan sifilis meningkatkan risiko penularan HIV dan AIDS.
Pada sebagian besar kasus, perempuan lebih rentan terhadap penularan HIV dan AIDS. Kerentanan perempuan terhadap HIV dan AIDS disebabkan oleh ketidakmampuan perempuan untuk mengontrol perilaku seksual atau pasangan tetapnya dan kurangnya pengetahuan serta akses untuk mendapatkan informasi dan pelayanan pengobatan.
Adapun beberapa upaya pencegahan penularan HIV dan AIDS adalah sebagai berikut.
Penggunaan kondom saat melakukan aktivitas seksual.
Tidak melakukan hubungan seksual bagi yang belum menikah.
Bersikap setia kepada satu pasangan (tidak berganti-ganti pasangan).
Dilarang menggunakan narkoba.
Pemberian edukasi dan informasi yang benar mengenai HIV, cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya.
(SFR)
