Konten dari Pengguna

Pengertian Akulturasi, Proses, dan Contohnya di Kehidupan Sehari-hari

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian dari akulturasi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian dari akulturasi. Foto: Unsplash

Akulturasi merupakan istilah yang merujuk pada percampuran dua budaya atau lebih. Meski demikian, akulturasi memiliki arti yang luas, berikut adalah pengertian akulturasi yang lebih luas.

Mengutip dari buku Top No. 1 Sukses Pendalaman Materi SMP/MTs Kelas VII yang diterbitkan oleh Tim Smart Nusantara, akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia kebudayaan tertentu diharapkan dengan unsur-unsur dari kebudayaan asing dengan sedemikian rupa.

Akibatnya, unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun akan diterima dan tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan itu sendiri.

Jika melihat pengertian akulturasi tersebut, kebanyakan orang akan menghubung-hubungkannya dengan istilah asimilasi. Padahal, asimilasi dan akulturasi merupakan kedua hal yang berbeda.

Berbeda dengan akulturasi, menurut Raymond H.C. Teske, Jr dan juga Bardin H. Nelson, asimilasi adalah suatu proses penggabungan dua kebudayaan berbeda menjadi suatu kebudayaan yang baru.

Pada asimilasi, terjadi juga peleburan budaya dan secara tidak langsung menghilangkan budaya asli dan membuat budaya baru menjadi lebih dominan.

Proses dari Akulturasi

Proses dari akulturasi. Foto: Unsplash

Masih mengutip sumber yang sama, proses akulturasi umumnya berlangsung dalam waktu yang relatif lama. Penyebabnya karena ada unsur-unsur kebudayaan asing yang diserap atau diterima secara selektif dan ada juga unsur-unsur yang tidak diterima.

Oleh karena itu, proses perubahan kebudayaan melalui mekanisme percampuran masih memperlihatkan adanya beberapa unsur-unsur kepribadian yang asli.

Mengutip buku Sosiologi Jilid 2 yang karya Kun Maryati, kebudayaan yang nantinya diterima oleh masyarakat perlu melewati berbagai macam proses. Apabila mendatangkan manfaat, kebudayaan asing tersebut akan diterima.

Lebih lanjut, kebudayaan asing akan relatif mudah diterima apabila memenuhi syarat-syarat berikut ini, yakni:

  1. Tidak ada hambatan geografis, seperti daerah yang sulit dijangkau.

  2. Kebudayaan yang datang memberikan manfaat yang lebih besar bila dibandingkan dengan kebudayaan yang lama.

  3. Adanya persamaan dengan unsur-unsur kebudayaan lama.

  4. Adanya kesiapan pengetahuan dan keterampilan tertentu.

  5. Kebudayaan itu bersifat kebendaan.

Contoh Fenomena Akulturasi di Kehidupan Sehari-Hari

Fenomena akulturasi umumnya bisa dengan mudah ditemui di kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh fenomena akulturasi, seperti yang dikutip dari buku Membangun Desa Transmigrasi Melalui Sinergitas Budaya yang diterbitkan oleh Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi.

1. Model rambut

Perubahan model rambut umumnya dipengaruhi oleh publik figur dari luar negeri. Beberapa macam model rambut yang populer, yakni mohawk, undercut, dan lain sebagainya.

2. Model berpakaian

Tanpa disadari, cara berpakaian masyarakat sudah dipengaruhi oleh fashion dari luar negeri. Oleh karena itu, semakin berkembangnya zaman, cukup banyak baju hingga celana dengan model terkini.

3. Bahasa

Cara seseorang dalam berbicara lambat laun mengalami fenomena akulturasi. Bahkan, tidak sedikit masyarakat terutama anak muda yang mulai mencampurkan berbagai bahasa dalam satu kalimat.

Percampuran bahasa yang paling sering ditemui, yakni bahasa Inggris dan Indonesia.

(JA)