Konten dari Pengguna

Pengertian, Ciri, Unsur-Unsur, dan Jenis Paragraf

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jenis Paragraf. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jenis Paragraf. Foto: Freepik

Setiap tulisan (artikel, makalah, buku, dan lain sebagainya) pasti tidak pernah lepas dari paragraf. Itulah alasan mengapa penting memperhatikan serta memahami jenis paragraf jika ingin membuat suatu tulisan.

Dalam teknik menulis, paragraf merupakan serangkaian kalimat yang saling terhubung untuk membentuk sebuah gagasan atau ide. Paragraf dapat juga disebut sebagai alinea. Agar lebih paham, simak ulasan lengkapnya pada artikel di bawah ini.

Pengertian Paragraf

Banyak ahli yang telah membuat konsep dasar serta pengertian paragraf. Mengutip buku Mengenal Tata Bahasa Indonesia oleh Jonter Pandapotan Sitorus, berikut adalah beberapa pengertian paragraf menurut para ahli:

Illustrasi Pengertian Paragraf. Foto: Freepik

Pertama, Gorys Keraf mengatakan bahwa paragraf adalah himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk mem bentuk sebuah gagasan. Istilah paragraf sendiri juga memiliki nama lainnya, yaitu alinea.

Kedua, pengertian paragraf juga dikemukakan oleh Kuntarto, yaitu paragraf merupakan bagian dari karangan yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran.

Ketiga, menurut Akhadiah, paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah pikiran. Dalam paragraf terdapat satu unit buah pikiran yang didukung oleh kalimat pengenal, kalimat utama, kalimat penjelas sampai pada kalimat penutup.

Himpunan kalimat tersebut saling berkaitan dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan.

Selain ketiga pendapat di atas, ada pun pengertian paragraf menurut Widjono dalam buku Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif oleh Dr. Aninditya Sri Nugraheni adalah sebagai berikut:

  1. Paragraf adalah karangan mini;

  2. Paragraf adalah satuan bahasa tulis yang terdiri dari beberapa kalimat yang tersusun secara runtut, logis, dalam satu kesatuan ide yang tersusun secara lengkap, utuh, dan padu;

  3. Paragraf adalah bagian dari suatu karangan yang terdiri dari sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi dengan pikiran utama sebagai pengendalinya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya.

Ciri dan Unsur-unsur Paragraf

Ilustrasi Ciri dan Unsur-Unsur Paragraf. Foto: Freepik

Dikutip dari buku Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif oleh Dr. Aninditya Sri Nugraheni, ciri-ciri paragraf di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengandung ide pokok yang relevan dengan isi karangan.

  2. Memiliki satu buah kalimat topik dan beberapa kalimat penjelas.

  3. Memiliki satu kesatuan makna yang utuh.

  4. Memiliki kepaduan bentuk dan kepaduan makna.

  5. Tersusun secara logis dan sistematis.

Selain ciri, ada pula unsur paragraf yang penting untuk dipahami. Berikut adalah unsur-unsur paragraf sebagaimana dinukil dari buku Terampil Menulis Paragraf (Rev) oleh Asul Wiyanto:

  1. Transisi berupa kelompok kata;

  2. Kalimat utama atau topik;

  3. Kalimat penjelas;

  4. Kalimat penegas.

Jenis Paragraf

Ilustrasi Jenis Paragraf. Foto: Freepik

Menurut Mustakim dalam buku Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif karya Dr. Aninditya Sri Nugraheni, paragraf pada dasarnya dapat dibedakan menjadi berbagai jenis. Jika dilihat dari fungsinya, paragraf dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Paragraf pengantar, merupakan jenis paragraf yang bekerja untuk mengantarkan pembaca pada pokok-pokok masalah yang akan dikemukakan. Oleh karena itu, paragraf ini hendaknya dibuat semenarik mungkin agar dapat memikat perhatian pembaca.

  • Paragraf pengembang, merupakan paragraf yang terletak antara paragraf pengantar dengan paragraf penutup. Fungsinya adalah untuk mengembangkan pokok persoalan yang telah ditentukan.

  • Paragraf penutup, merupakan paragraf yang berfungsi mengakhiri karangan atau penutup karangan. Oleh karena itu, paragraf ini terletak pada bagian akhir suatu karangan atau karya tulis.

Finoza mengatakan dalam buku yang sama, paragraf (alinea) banyak ragamnya. Untuk membedakan yang satu dari yang lain, alinea (paragraf) dapat dikelompokkan menjadi: (1) menurut posisi kalimat topiknya; dan (2) menurut sifat isinya.

1. Jenis paragraf menurut posisi kalimat topiknya

Berdasarkan posisi kalimat topiknya, alinea atau paragraf dapat dibedakan atas empat macam, yaitu: (1) Paragraf deduktif; (2) Paragraf induktif; (3) Paragraf deduktif-induktif; dan (4) Paragraf penuh kalimat topik.

  • Paragraf Deduktif: Jenis paragraf yang kalimat utamanya di awal paragraf disebut paragraf deduktif. Paragraf ini menyajikan pokok permasalahan terlebih dahulu, lalu menyusul uraian atau perincian permasalahan.

  • Paragraf Induktif: Jenis paragraf yang letak kalimat utamanya di akhir paragraf disebut paragraf induktif. Paragraf ini menyajikan penjelasan terlebih dahulu, kemudian diakhiri dengan pokok permasalahan

  • Paragraf Deduktif-Induktif: Jenis paragraf yang kalimat utamanya di awal dan akhir paragraf disebut paragraf deduktif-induktif. Kalimat pada akhir paragraf umumnya akan menegaskan kembali gagasan utama yang terdapat pada awal paragraf.

  • Paragraf Penuh Kalimat Topik: Paragraf yang seluruh kalimatnya merupakan kalimat topik. Paragraf ini sering dijumpai dalam uraian yang bersifat deskriptif dan naratif, khususnya dalam karangan fiksi.

2. Jenis paragraf menurut sifat isinya

Finoza mengatakan dalam buku Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif oleh Dr. Aninditya Sri Nugraheni, berdasarkan sifat isinya paragraf dapat digolongkan atas lima macam, yaitu:

  • Paragraf persuasif, yaitu paragraf yang disampaikan dengan menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan menarik untuk memengaruhi pembaca, sehingga terhanyut oleh siratan isinya.

  • Paragraf argumentatif, yaitu paragraf yang dilengkapi dengan bukti dan alasan serta dijalin dengan proses penalaran yang kritis dan logis. Argumentasi dibuat untuk memengaruhi atau meyakinkan pembaca untuk menyatakan persetujuannya.

  • Paragraf naratif, yaitu paragraf yang menuturkan peristiwa atau keadaan dalam bentuk cerita. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam paragraf narasi adalah: (1) biasanya cerita disampaikan secara kronologis; (2) mengandung plot atau rangkaian peristiwa; dan (3) ada tokoh yang menceritakan, baik manusia maupun bukan.

  • Paragraf deskriptif, yaitu paragraf yang dibuat untuk menyampaikan gambaran secara objektif suatu keadaan, sehingga pembaca memiliki pemahaman yang sama dengan in formasi yang disampaikan. Ciri-ciri paragraf deskripsi adalah bersifat informatif.

  • Paragraf eksposisi, yaitu paragraf yang menerangkan suatu pokok persoalan berdasarkan fakta. Untuk mempertegas fakta yang disampaikan, biasanya paragraf eksposisi dilengkapi dengan gambar, data, dan statistik.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa itu deduktif-induktif?

chevron-down

Jenis paragraf yang kalimat utamanya di awal dan akhir paragraf disebut paragraf deduktif-induktif. Kalimat pada akhir paragraf umumnya akan menegaskan kembali gagasan utama yang terdapat pada awal paragraf.

Apa itu paragraf deduktif?

chevron-down

Jenis paragraf yang kalimat utamanya di awal paragraf disebut paragraf deduktif. Paragraf ini menyajikan pokok permasalahan terlebih dahulu, lalu menyusul uraian atau perincian permasalahan.

Jenis paragraf berdasarkan gagasan pokok apa saja?

chevron-down

Paragraf deduktif, induktif, deduktif-induktif, dan paragraf penuh kalimat topik.