Pengertian Dalil Naqli Beserta Contohnya dalam Al Quran dan Hadis

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalil naqli adalah dalil yang sumbernya dari Al Quran dan perkataan maupun perilaku Nabi Muhammad SAW dalam hadis. Jenis dalil ini menjadi salah satu petunjuk penting umat Islam untuk menjalankan kehidupan sesuai ketetapan Allah SWT.
Dalil naqli digunakan untuk memperoleh kebenaran dan menepis keraguan yang menghampiri manusia. Sehingga, saat melakukan ibadah atau mengerjakan sesuatu selalu di jalan yang benar dan dilindungi Allah SWT.
Penjelasan tentang dalil Naqli lebih lanjut akan diungkap pada artikel ini. Selain itu, akan diungkap berbagai contoh dalil naqli yang menjadi acuan umat Islam untuk menjalankan ibadah.
Pengertian Dalil Naqli
Menyadur buku Ilmu Kalam yang disusun oleh Elamansyah, dalil adalah petunjuk yang dijadikan landasan berpikir dalam memperoleh hukum syara’ atau ketentuan yang berasal dari Allah SWT.
Seperti yang disebutkan di atas, sumber dalil Naqli adalah pernyataan Al Quran yang bersumber dari Firman Allah SWT dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Al Quran dan hadis bukanlah berasal dari manusia. Keduanya merupakan wahyu Allah, sehingga dapat dipastikan kebenaran hukumnya.
Berdasarkan jurnal berjudul As Sunnh: Suatu Kajian Aliran Ingkar Sunnah oleh Relit Nur Edi, kebenaran Al Quran dan hadis bersifat Qat’iy atau mutlak. Kebenaran dalil tersebut berlaku untuk semua ruang dan waktu.
Selain itu, beberapa kebenaran dalil naqli tak dapat dijangkau dengan akal manusia. Sehingga, setiap umat Islam dianjurkan untuk meyakini kebenarannya tanpa harus membuktikan dengan akal. Contohnya hal yang bersifat gaib, seperti kiamat, surga, neraka, dan malaikat.
Perjalanan hukum Islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat, dalil-dalil naqli dipahami oleh sahabat, tabi’in, tabi’it dalam bentuk berbagai pendapat yang terumus dengan baik.
Para ulama memahami dalil tersebut melalui metode yang bermacam-macam, seperti ijma’, qiyas, istihsan, istishab, maslahan mursalah, atau urf yang menggunakan akal manusia atau dikenal dengan dalil aqli.
Itu adalah jenis dalil yang bersumber dari hasil pemikiran manusia yang logis, empiris, dan sistematis. Dapat disimpulkan bahwa dalil naqli dan dalil aqli tidaklah jauh berbeda. Keduanya tetap menggunakan akal dengan porsinya masing-masing.
Baca Juga: Ulasan Ijtihad Sebagai Sumber Hukum Dalam Islam
Contoh Dalil Naqli
Berikut ini sederet contoh dalil naqli dari Al Quran maupun hadist yang membahas berbagai topik, dirangkum dari jurnal Application of the Properties of Naqli and Aqli tulisan Irena Dwi Fetraningtyas dan beberapa sumber lainnya.
1. Dalil Naqli tentang Qada dan Qadar
Dalil naqli tentang Qada dan Qadar tercantum dalam Surat Ar-Rad ayat 11 yang artinya:
"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
Sementara hadis Rasulullah yang berkaitan tantang Qada dan Qadar adalah perintah untuk iman kepada hal tersebut yang diriwayatkan dalam hadis Muslim. Berikut isi hadisnya:
Dari sahabat Umar radhiallahuanha berkata, “Tengah kami duduk pada suatu hari bersama-sama Rasulullah SAW, datanglah seorang laki-laki putih bersih pakaiannya, hitam bersih rambutnya. Orang itu bertanya, ‘Wahai Muhammad, terangkanlah padaku arti iman!”
Rasulullah SAW menjawab, ‘ialah bahwa engkau percaya kepada Allah, percaya kepada malaikat-malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada rasul-rasul-Nya, kepada hari kiamat, dan hendaklah engkau beriman kepada Qadr yang baik dan buruk.”
2. Dalil Naqli tentang Perintah Berpuasa
Salah satu ayat Alquran yang menjelaskan tentang perintah puasa adalah Surat Al Baqarah ayat 183. Dalam surat tersebut, Allah SWT berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Hadis yang menjelaskan perintah puasa adalah hadis dari Abu Hurarirah ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda:
"Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta setan-setan dibelenggu.
Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan)." (HR. Ahmad)
3. Dalil Naqli tentang Asmaul Husna
Asmaul husna adalah nama-nama indah milik Allah. Dalil naqli tentang asmaul husna baik dalam Al Quran maupun hadis berisi anjuran pada umat muslim untuk mempelajari nama-nama indah milik Allah tersebut.
Salah satu penyebutan asmaul husna dalam Al Quran tercantum dalam surat Al Araf ayat 180 yang artinya:
“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”
Sementara hadis Nabi SAW yang membahas tentang hal itu ialah anjuran untuk mengingat dan menghafal asmaul husna untuk setiap umat muslim. Berikut isi hadisnya:
Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama. Yaitu 100 kurang satu. Siapa yang menghafalnya akan masuk surga.” (HR. Al Bukhari).
4. Dalil tentang Surga dan Neraka
Surga dan neraka adalah ganjaran untuk manusia dari Allah SWT. Setiap hamba yang bertakwa akan masuk ke dalam surga dan hamba yang tidak bertakwa masuk ke dalam neraka.
Dalil tentang surga dan neraka disebutkan dalam berbagai ayat suci Alquran. Salah satunya dalam surat Muhammad ayat 15, yang artinya:
"Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni.
Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga ususnya terpotong-potong?”
Sedangkan hadis tentang surga dan neraka dijelaskan dalam riwayat Al Bukhari dari Abu Abdirrahman Abdullah, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 hal: rezeki, ajal, amal dan celaka/bahagianya.
Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang di antara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka.
Ada di antara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.”
(IPT)
