Pengertian dan Bagian-Bagian Organisme Heterotrof

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Organisme atau makhluk hidup heterotrof dibagi ke dalam beberapa bagian atau kelompok. Bagian-bagian organisme heterotrof diklasifikasikan berdasarkan ciri-ciri tertentu.
Organisme heterotrof sendiri secara sederhana dapat diartikan sebagai makhluk hidup yang tidak bisa memproduksi makanan sendiri. Organisme ini bergantung pada makhluk hidup lainnya.
Untuk memahami apa yang dimaksud dengan organisme heterotrof, simak penjelasan mengenai pengertian dan kelompok atau bagian organisme heterotrof.
Pengertian Organisme Heterotrof
Menurut Aslizar dalam bukunya yang berjudul Buku Saku Hafal Mahir Teori dan Rumus IPA SMP Kelas 7,8,9, organisme heterotrof adalah jenis organisme yang membutuhkan senyawa organik di mana karbon diekstrak untuk pertumbuhannya.
Dalam rantai makanan, organisme atau makhluk hidup heterotrof sebagaian besar memiliki peran sebagai konsumen.
Selain itu, organisme heterotrof juga dapat diartikan sebagai organisme yang tidak dapat memiliki kemampuan dalam membuat makanan sendiri.
Oleh karena itu, untuk memenuhi makhluk hidup dalam kebutuhan energi tubuh, organisme heterotrof biasanya mengkonsumsi organisme autotrof atau organisme heterotrof lainnya.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa organisme heterotrof adalah makhluk hidup yang bergantung pada makhluk hidup lainnya karena tidak mampu untuk memproduksi makanan sendiri.
Bagian-Bagian Organisme Heterotrof
Mengutip dari buku TOP No 1 UN SMA/MA IPA 2016 yang disusun oleh Tim Guru Indonesia, organisme heterotrof terbagi ke dalam beberapa bagian atau kelompok. Pembagian organisme menjadi beberapa kelompok didasarkan pada perannya dalam rantai makanan.
Bagian-bagian atau kelompok organisme heterotrof adalah sebagai berikut:
1. Herbivora
Herbivora adalah jenis organisme yang mengkonsumsi atau memakan organisme autotrof, seperti tumbuhan untuk melangsungkan kehidupannya. Untuk memahami organisme herbivora, berikut ciri-ciri dari organisme herbivora:
Sebagian besar diisi oleh hewan mamalia atau menyusui.
Makanan utama dari organisme ini adalah rumput ataupun tumbuh tumbuhan seperti sayuran pun mereka mau memakannya.
Hewan yang tergolong herbivora cenderung berkembang biak secara vivipar atau beranak.
Organisme ini biasanya menjadi makanan dari organisme karnivora.
Sebagian besar hewan dan organisme herbivora hidup di darat.
Contoh makhluk hidup herbivora adalah sapi, kambing, domba, kelinci, rayap, dan sebagainya.
2. Omnivora
Omnivora adalah makhluk hidup yang dapat memiliki kemampuan untuk memakan tumbuh-tumbuhan ataupun hewan atau makhluk hidup lainnya. Contohnya, seperti musang, ayam, babi, itik, burung jalak, dan burung kutilang.
Adapun ciri-ciri dari makhluk hidup omnivora adalah:
Mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan dan daging.
Memiliki sistem atau saluran pencernaan yang kompleks.
Mempunyai gigi yang tajam pada bagian depannya dan gigi datar pada bagian belakang.
Sebagian besar bukan merupakan hewan mamalia dan sebagian yang lain adalah mamalia.
Sebagian besar berkembang biak secara vivipar atau ovipar.
3. Karnivora
Karnivora adalah makhluk hidup yang hanya dapat memakan daging-dagingan saja. Biasanya, makhluk hidup yang tergolong karnivora disebut predator dan umumnya berperan sebagai konsumen tingkat III pada rantai makanan.
Contoh dari karnivora adalah singa, harimau, elang, ular kobra, buaya, penguin, anjing laut, dan sebagainya. Ciri-ciri dari makhluk hidup karnivora adalah:
Memiliki kuku atau cakar yang tajam
Memiliki gigi taring yang berperan untuk merobek daging
Memiliki kecepatan lari yang menarik supaya bisa mengejar serta memburu mangsanya
Bila burung memiliki paruh yang tajam
Memiliki racun atau dapat untuk melemahkan mangsa korbannya.
(SAI)
