Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Hewan Avertebrata

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cacing adalah salah satu contoh hewan avertebrata. Foto: Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Cacing adalah salah satu contoh hewan avertebrata. Foto: Flickr

Selain hewan yang memiliki tulang belakang atau vertebrata, ada jenis hewan lain yang masuk kategori lain karena tidak mempunyai tulang belakang, yaitu avertebrata.

Alih-alih memiliki sistem gerak, sistem pernapasan, atau lainnya yang lebih kompleks seperti hewan vertebrata, hewan avertebrata justru lebih sederhana.

Oleh dari itu, hewan avertebrata dianggap sebagai hewan tingkat rendah. Selain itu, menurut buku BIOLOGI Interaktif Kls.X IPA oleh Wijaya Jati, hewan avertebrata umumnya memiliki rangka luar atau eksoskeleton karena tidak memiliki tulang belakang.

Contoh Hewan Avertebrata Menurut Jenisnya

Ada beberapa pengelompokan hewan avertebrata. Apa sajakah itu?

1. Cnidaria (Coelenterata)

Hewan yang masuk ke dalam coelenterata biasanya hidup di air atau di laut. Ada pengelompokan Cnidaria, di antaranya hydrozoa (hydra, obelia, dan physalia), scyphozoa (rhizostoma dan aurelia), cubozoa (chironex), dan yang terakhir anthozoa (metridium dan koral).

2. Ctenophora

Hewan jenis ini dikenal dengan nama ubur-ubur di Indonesia. Hewan ini memiliki tentakel yang di setiap tentakelnya memiliki alat sengat.

3. Porifera (Spons)

Porifera, hewan avertebrata laut yang memiliki lubang pori-pori. Foto: Flickr

Hewan avertebrata satu ini juga hidup di laut. Namun, sebagian juga ada yang hidup di air tawar. Hewan satu ini memiliki tubuh dengan lubang pori-pori.

Lubang pori-pori ini merupakan tempat masuknya air yang kemudian dilanjutkan ke spongo dan kemudian keluar melalui oskulum.

Porifera sendiri diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan tipe saluran airnya, di antaranya askonoid (leucosolenia), sikonoid (ciliatum), dan leuconoid (leuconia).

Sementara itu, ada klasifikasi lain berdasarkan penyusun kerangka tubuhnya, yaitu:

Calcarea: clathrina dan leucosolenia.

Hexactinelida: hyalonema dan euplectela.

Demospongiae: cliona dan microciana.

4. Echinodermata

Berdasarkan buku Avertebrata oleh Uun Yanuhar, Echinodermata masuk ke dalam kategori kerajaan avertebrata air. Hewan echinodermata adalah contoh hewan avertebrata dengan bereproduksi dengan cara membelah diri (aseksual) dan pembuahan eksternal (seksual).

Echinodermata memiliki ciri-ciri, seperti:

  • Kulit yang berduri, mulai dari simetri bilateral ketika muda dan kemudian simetri radial ketika dewasa

  • Memiliki sistem pembuluh air

  • Tidak memiliki kepala

  • Memiliki lima lengan

  • Sistem ambulakral untuk menggerakan kaki tabung

Salah satu ontoh hewan avertebrata ini adalah bintang laut dan bulu babi.

5. Platyhelminthes

Hewan ini merupakan cacing yang berbentuk pipih. Beberapa hewan ini memiliki alat pencernaan, dan ada juga yang tidak.

Contoh hewan avertebrata ini adalah cacing berambut getar, cacing hisap, dan cacing pita.

6. Nematoda atau Nemathelminthes

Hewan avertebrata ini merupakan cacing yang hidup secara bebas atau menjadi parasit di tubuh manusia atau hewan lain. Contoh-contohnya adalah trichinela (parasit di usus manusia), ascaris lumbricoides (cacing perut), oxyuris vermicularis (cacing kremi), dan masih ada yang lainnya.

7. Annelida (Cacing Gelang)

Cacing gelang bereproduksi secara seksual dan aseksual. Mereka hidup di air darat, laut, sawah, tanah, dan tempat-tempat yang lainnya.

8. Molusca

Hewan tanpa tulang belakang yang terakhir adalah molusca. Molusca ini adalah hewan yang bertulang lunak. Contoh-contoh hewan yang masuk ke dalam kategori molusca yaitu kerang air tawar, bekicot, cumi-cumi, sotong, dan masih banyak yang lainnya.

(LAP)