Konten dari Pengguna

Pengertian dan Jenis-Jenis Statistika yang Perlu Dipahami

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi statistik. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi statistik. Foto: Pixabay

Statistik umumnya dikenal sebagai ilmu yang mempelajari kumpulan data yang tersusun lebih dari satu angka. Dalam penerapannya, jenis-jenis statistika dibagi menjadi dua, yakni deskriptif dan inferensia.

Menurut Somantri dan Muhidin dalam buku Dasar-Dasar Statistika karya Marianne Reynelda Mamondol, statistika adalah seperangkat metode yang kerap digunakan untuk membahas tentang cara-cara berikut:

  • Mengumpulkan data-data yang dapat memberikan informasi yang optimal. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara: mencatat secara langsung, mencatat sebagian atau keseluruhan, membuat angket atau daftar pertanyaan (kuesioner) untuk diisi oleh responden penelitian.

  • Meringkas, mengolah, dan menyajikan data. Data-data yang telah terkumpul selanjutnya dipresentasikan ke dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram untuk kemudahan pemahaman dan perolehan informasi-informasi penting dari data tersebut.

  • Melakukan analisis terhadap sekumpulan data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik analisis yang tepat untuk pembuktian hipotesis (dugaan sementara) dan pengambilan kesimpulan mengenai data.

  • Mengambil kesimpulan dan menyarankan keputusan yang sebaiknya diambil berdasarkan hasil analisis data. Pengambilan kesimpulan berhubungan dengan menolak atau menerima suatu hipotesis yang diajukan dalam penelitian.

  • Menentukan besarnya risiko kekeliruan yang mungkin terjadi jika kita mengambil keputusan berdasarkan hasil analisis data.

Jenis-Jenis Statistika

Ilustrasi statistika. Foto: Pixabay

Berbagai kegiatan statistik di atas kemudian dikelompokan menjadi dua jenis, yakni deskriptif dan inferensia. Dikutip dari buku Dasar-Dasar Statistika karya Marianne Reynelda Mamondol, berikut penjelasan dari tiap jenis-jenis statistika:

1. Statistika deskriptif

Statistika deskriptif (descriptive statistics), yaitu bagian dari statistika yang membahas cara-cara pengumpulan data, penyajian data, serta pengukuran pemusatan dan penyebaran data untuk memperoleh informasi yang lebih menarik, berguna, dan mudah dipahami.

Fungsi statistika jenis ini adalah untuk dapat mendeskripsikan atau menerangkan data serta peristiwa yang dikumpulkan dengan melalui proses penelitian dan penyelidikan. Informasi yang diperoleh dari statistika deskriptif adalah:

  • Ukuran pemusatan data, misalnya rata-rata (mean), median, dan modus.

  • Ukuran penyebaran data, misalnya rentang (range), simpangan rata-rata, varians, dan simpangan baku.

Statistika deskriptif tidak menyangkut penarikan kesimpulan mengenai data, melainkan berhubungan dengan bagaimana data dapat digambarkan atau dideskripsikan, baik secara numerik maupun secara grafis, untuk memperoleh gambaran secara sepintas mengenai data tersebut.

2. Statistika inferensial

Statistika inferensial (inferential statistics), yaitu bagian dari statistika yang membahas cara-cara menganalisis data, menarik kesimpulan, dan menentukan besarnya kekeliruan akibat pengambilan suatu keputusan.

Jadi, statistika inferensial berhubungan dengan pemodelan data dan pengambilan kesimpulan berdasarkan hasil analisis data. Pengambilan kesimpulan yang dimaksudkan di sini terkait dengan menolak atau menerima hipotesis yang diuji dalam analisis data.

Fungsi statistika inferensial adalah digunakan untuk memprediksi serta mengendalikan seluruh populasi dengan berdasarkan data, gejala, dan peristiwa yang terdapat proses penelitian. Fungsi tersebut dimulai dengan cara membuat suatu estimasi dan hipotesis.

Statistika inferensial disebut juga statistika induktif karena kesimpulan yang ditarik pada keseluruhan data (populasi) didasarkan pada informasi dari sebagian data saja (sampel).

Ini bisa juga disebut sebagai proses generalisasi, yaitu penarikan kesimpulan secara umum mengenai populasi berdasarkan informasi parsial yang diperoleh dari sebagian anggota populasi (sampel). Statistika inferensial dibagi atas dua kelompok, yaitu:

Ilustrasi statistika. Foto: Pixabay

A. Statistika parametrik (parametric statistics)

Ini adalah bagian dari statistika inferensial yang mempertimbangkan nilai-nilai para meter populasi. Statistika parametrik digunakan untuk menganalisis data yang minimal memiliki skala ukur interval dan bentuknya berdistribusi normal.

Contoh alat-alat analisis dalam statistika parametrik adalah uji t, analisis ragam atau analisis varians (Anova / Analysis of Variance), uji regresi, dan uji Korelasi Pearson Product, Moment.

B. Statistika non parametrik (non parametric statistics)

Ini merupakan bagian dari statistika inferensial yang tidak memperhatikan nilai-nilai parameter populasi. Statistika non parametrik digunakan untuk menganalisis data yang berskala ukur nominal atau ordinal dan bentuk data tidak berdistribusi normal.

Contoh alat-alat analisis dalam statistika non parametrik di antaranya ialah uji Run, uji Chi Kuadrat, uji McNemar, uji Wilcoxon, uji Mann-Whitney, uji Friedman, uji Kruskal Wallis, uji Koefisien Kontingensi, dan uji Korelasi Spearman Rank.

Baca Juga: Cara Menghitung Akar dalam Matematika

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa fungsi statistika non parametrik?
chevron-down

Statistika non parametrik digunakan untuk menganalisis data yang berskala ukur nominal atau ordinal dan bentuk data tidak berdistribusi normal.

Apa contoh alat analisis dalam statistika parametik?
chevron-down

Contoh alat-alat analisis dalam statistika parametrik adalah uji t, analisis ragam atau analisis varians (Anova / Analysis of Variance), uji regresi, dan uji Korelasi Pearson Product, Moment.

Apa fungsi statistika inferensial?
chevron-down

Fungsi statistika inferensial adalah digunakan untuk memprediksi serta mengendalikan seluruh populasi dengan berdasarkan data, gejala, dan peristiwa yang terdapat proses penelitian. Fungsi tersebut dimulai dengan cara membuat suatu estimasi dan hipotesis.