Pengertian dan Penggunaan Tanda Titik

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian tanda titik melansir laman unkris.ac.id adalah tanda baca yang digunakan untuk menandai berakhirnya suatu kalimat dalam beragam bahasa. Tanda ini terdiri atas titik kecil yang ditempatkan di akhir suatu baris dari suatu kalimat.
Tanda titik penting untuk dipahami, terlebih ketika membuat sebuah tulisan perlu menerapkan tanda titik. Hal itu agar tidak melelahkan pembaca serta tidak terjadi kesalahpahaman dalam membaca.
Penggunaan Tanda Titik
Mengutip dari PUEBI daring, berikut penggunan tanda titik yang benar.
1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat pernyataan
Contoh tanda titik yang dipakai pada akhir kalimat pernyataan adalah sebagai berikut
Ibu memasak di dapur.
Tiono akan tiba dalam 15 menit.
2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar
Penggunaan tanda titik ini dilengkapi dengan catatan. Pertama, tanda titik tidak dapat dipakai pada angka atau huruf yang bertanda kurung dalam suatu perincian. Misalnya:
Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional yang berfungsi, antara lain,
a) lambang kebanggaan nasional,
b) alat pemersatu bangsa;
Kedua, tanda titik tidak diterapkan pada akhir penomoran digital yang lebih dari satu angka. Ketiga, tanda titik tidak diterapkan di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar. Misalnya:
Tabel 1 Kondisi Kebahasaan di Indonesia
Tabel 1.1 Kondisi Bahasa Daerah di Indonesia
Bagan 2 Struktur Organisasi
Bagan 2.1 Bagian Umum
Grafik 4 Sikap Masyarakat Perkotaan terhadap Bahasa Indonesia
Grafik 4.1 Sikap Masyarakat Berdasarkan Usia
3. Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.
Contoh tanda titik pada angka jam, menit, dan detik, misalnya:
pukul 04.37.10 (pukul 4 lewat 37 menit 10 detik)
00.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
00.00.30 jam (30 detik)
4. Tanda titik digunakan dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, serta tempat terbit
Contoh tanda titik jenis ini antara lain:
Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Peta Bahasa di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta.
Moeliono, Anton M. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia.
5. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah
Contoh tanda titik jenis ini adalah sebagai berikut:
Indonesia memiliki lebih dari 13.000 pulau.
Anggaran lembaga itu mencapai Rp225.000.000.000,00.
6. Tanda titik tidak digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah
Contoh tanda titik yang tidak diterapkan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatan, misalnya:
Bima lahir pada 1995 di Bekasi.
Kata baku terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa halaman 1007.
7. Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, ilustrasi, atau tabel.
Contoh tanda titik yang tidak dipraktikkan pada akhir judul kepala karangan ilustrasi, atau tabel antara lain:
Acara Kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 1945)
Gambar 3 Alat Ucap Manusia
Tabel 5 Sikap Bahasa Generasi Muda Berdasarkan Pendidikan
8. Tanda titik tidak dipakai di belakang (a) alamat penerima dan pengirim surat serta (b) tanggal surat.
Contoh tanda titik yang tidak diaplikasikan dalam jenis ini, yakni:
Yth. Direktur Taman Ismail Marzuki
Jalan Cikini Raya No. 73
Menteng
Jakarta 10330
---
Yth. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Jalan Daksinapati Barat IV
Rawamangun
Jakarta Timur
(ZHR)
