Pengertian dan Rumus Perhitungan Aritmatika Sosial

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aritmatika sosial merupakan bagian dari cabang ilmu matematika. Bidang ini biasanya berkaitgan erat dengan hal-hal yang berkaitan dengan perdagangan.
Pada umumnya, aritmatika sosial digunakan untuk memperhitungkan untung atau rugi yang diterima oleh suatu usaha bisnis. Akan tetapi, ada banyak hal yang bisa dihitung dalam dunia perdagangan menggunakan aritmatika sosial.
Agar mudah memahami lebih dalam mengenai aritmatika sosial, simak uraian di bawah ini.
Pengertian Aritmatika Sosial
Menurut H. Karso dalam bukunya yang berjudul Aritmatika Sosial dan Perbandingan, pengertian dari artimatika sosial adalah cabang ilmu matematika yang membahas perhitungan keuangan dalam perdagangan dan kehidupan sehari-hari beserta aspek-aspeknya.
Biasanya, aritmatika sosial hanya menggunakan operasi yang sederhana. Dalam ilmu matematika, aritmatika sosial sangat berkaitan erat dengan perhitungan, impas, rabat (diskon), bruto, neto, tara, dan bonus.
Dalam ilmu perdagangan, aritmatika digunakan untuk menghitung untung, rugi, harga, pembelian, dan penjualan.
Rumus Aritmatika Sosial
Seperti yang disebutkan sebelumnya, aritmatika sosial hanya menggunakan operasi-operasi yang cukup sederhana. Mengutip dari buku Kupas Matematika SMP untuk Kelas 1, 2, & 3 yang ditulis oleh Ari Damari, berikut rumus-rumus dalam artimatika sosial.
1. Untung dan Rugi
Untung = Harga Jual - Harga Beli
Rugi= Harga Jual - Harga Beli
Keterangan:
Harga beli adalah harga suatu barang yang dibeli dari pabrik.
Harga jual adalah harga yang ditetapkan untuk dijual kembali pada pembeli.
2. Persentase Untung dan Rugi
Persentase Untung= (Untung /Harga Beli) x 100%
Persentase Rugi= (Rugi/Harga Beli) x 100%
3. Bruto, Neto, dan Tara
Bruto adalah berat kotor dari barang beserta kemasan atau wadahnya, neto adalah hanyalah berat bersih dari suatu barang, sedangkan tara adalah berat kotor dari kemasan atau wadah yang digunakan.
Berikut cara perhitungan untuk menentukan bruto, neto, dan tara:
Bruto= Tara + Neto
Neto= Bruto - Tara
Tara= Bruto - Neto
4. Bunga Harian, Bunga Bulanan, dan Bunga Tahunan
Selain untuk perdagangan, aritmatika sosial juga dapat digunakan untuk menghitung besaran bunga yang didapatkan dari kegiatan menabung. Berikut perhitungannya.
Bunga Harian = (Jumlah Hari Menabung x Persen Bunga x Modal) / (360 x 100)
Bunga Bulanan = (Jumlah Bulan Menabung x Persen Bunga x Modal)/ 12
Bunga Tahunan= Besaran Bunga (dalam persen) x Modal
5. PPh (Pajak Penghasilan)
Pajak penghasilan adalah pajak yang dibebankan kepada hasil pendapatan atau penghasilan perseorangan, badan usaha, atau badan hukum lainnya. Untuk menghitung pajak penghasilan, berikut rumus yang dapat digunakan:
Upah yang diterima pegawai= Upah sebelum dipotong pajak - PPh
6. PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
PPN adalah pajak yang dikenakan kepada setiap badan usaha atau perusahaan yang memiliki status Pengusaha Kena Pajak dari setiap transaksi jual beli barang atau jasa yang terjadi. Berikut rumus yang digunakan untuk menghitung PPN
Harga Beli Suatu Barang = Harga Sebelum Kena pajak + PPN
7. Rabat atau Diskon
Rabat atau diskon adalah potongan harga yang diberikan oleh suatu usaha dalam menjual produk kepada pelanggan. Untuk menghitung rabat, berikut rumus yang digunakan:
Rabat = Besar Rabat (dalam persen) x Harga Kotor
Harga Bersih = Harga Kotor - Besar Rabat (dalam persen)
(SAI)
