Pengertian dari Sistem Tata Surya dan Sistem Penyusunnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Benda-benda langit termasuk planet Bumi berada dalam sistem tata surya yang berpusat pada matahari.
Sistem tata surya sendiri sudah ada sejak 5 miliar tahun lalu. Saat itu, tata surya masih berbentuk seperti piringan yang berisikan awan debu dan juga gas panas.
Menurut Modul Tata Surya karya Mochamad Erewin Maulana, M.Si, pembentukan tata surya sendiri terdiri dari berbagai macam teori. Beberapa teori yang terkenal, yakni teori nebula dan teori pasang surut.
Teori Nebula
Teori nebula merupakan teori yang mengungkapkan bahwa tata surya terbentuk melalui tiga tahap. Mulanya, matahari masih berbentuk kabut, kemudian kabut tersebut berputar dan berpindah dengan kuat, sehingga membentuk lingkaran yang kini disebut matahari.
Teori pasang surut
Teori pasang surut sering juga disebut sebagai Hipotesis Tidal James-Jeffreys. Teori ini muncul pada tahun 1707-an, disebutkan bahwa tata surya berasal dari materi matahari yang kemudian bertabrakan dan terlempar ke sebuah komet.
Hingga saat ini, belum ditemukan pasti mana teori yang menjadi acuan pembentukan tata surya. Sebab masih banyak teori-teori yang menyebutkan bagaimana tata surya itu terbentuk.
Pengertian dari Sistem Tata Surya
Mengutip Buku Kita dalam Tata Surya yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tata surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.
Objek-objek yang ada di tata surya, yakni delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/ katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Sebelum terbentuk objek yang lainnya, sistem tata surya terbagi menjadi matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah sabuk Kuiper dan piringan tersebar.
Namun, semakin bertambahnya tahun, sistem tata surya sudah memiliki banyak objek di dalamnya.
Sistem Penyusun Tata Surya
Sebelumnya sudah disebutkan bahwa tata surya terdiri dari berbagai macam objek di dalamnya. Objek-objek tersebut bisa disebut juga sebagai sistem penyusun tata surya.
Lantas, apa saja sistem penyusun tata surya? Berikut penjelasan singkatnya.
Matahari adalah bintang terbesar yang ada di sistem tata surya. Karena massanya yang besar, ia menjadi pusat dari sistem tata surya.
Planet adalah benda langit yang mengelilingi matahari. Beberapa planet yang termasuk ke dalam sistem tata surya, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Komet adalah benda langit yang juga mengorbit matahari seperti planet, tapi bentuknya lebih lonjong dan tidak bulat.
Asteroid adalah batuan kecil yang ada pad setiap planet, namun memiliki lintasan di antara planet Mars dan Jupiter.
Satelit adalah benda langit yang mengelilingi planet. Satelit biasanya terdiri dari dua macam, yakni satelit alami dan buatan.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa isi teori nebula?

Apa isi teori nebula?
Teori nebula merupakan teori yang mengungkapkan bahwa tata surya terbentuk melalui tiga tahap.
Apa isi teori pasang surut?

Apa isi teori pasang surut?
Teori ini muncul pada tahun 1707-an, disebutkan bahwa tata surya berasal dari materi matahari yang kemudian bertabrakan dan terlempar ke sebuah komet.
Apa itu komet?

Apa itu komet?
Komet adalah benda langit yang juga mengorbit matahari seperti planet, tapi bentuknya lebih lonjong dan tidak bulat.
