Konten dari Pengguna

Pengertian Demam Berdarah, Gejala, dan Pengobatannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian demam berdarah adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian demam berdarah adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk. Foto: Pixabay

Pengertian demam berdarah tidak akan terlepas dari sebuah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Serangga satu ini membawa sebuah virus yang akhirnya membuat seseorang terinfeksi penyakit DBD.

Demam berdarah dengue (DBD) atau sering disebut dengan DHF (dengue hemorrhagic fever) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Selain oleh nyamuk Aedes aegypti, di Indonesia DBD juga dapat ditularkan oleh nyamuk Aedes albopicus. Nyamuk ini bersarang di bejana yang berisi air jernih dan tawar seperti bak mandi, bak penampungan air, kaleng bekas, dan lain sebagainya. Nyamuk ini menggigit di waktu siang dan sore hari.

Menurut buku Bersahabat dengan Nyamuk: Jurus Jitu Atasi Penyakit tulisan Arda Dinata (2006: 43), kasus DBD akan meningkat pesat apabila memasuki musim penghujan. Bahkan, penyakit ini bisa menyerang anak-anak maupun dewasa.

Demam berdarah akan membuat penderitanya mengalami nyeri hebat, bahkan seluruh tulang dan persendian seakan-akan terasa patah. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi yang cukup parah, bahkan berpotensi menyebabkan kematian.

Agar tidak mudah menyepelekan penyakit DBD, ketahui gejala dan cara pengobatan yang tepat berikut ini. Pembahasan kali ini merujuk pada buku Kumpulan Makalah Penyakit Tropis dan Infeksi di Indonesia oleh Soegeng Soegijanto (2016: 76).

Ilustrasi demam tinggi merupakan salah satu gejala demam berdarah. Foto: Pixabay

Gejala Demam Berdarah

Gejala demam berdarah umumnya ditandai dengan demam tinggi hingga 39 derajat celsius. Kondisi ini akan bertahan selama 2-7 hari, setelah itu penderita akan mengalami penurunan suhu tubuh secara drastis.

Selain demam tinggi, berikut beberapa gejala awal demam berdarah:

  • Sakit kepala

  • Mual hingga muntah

  • Nyeri di belakang mata, tulang, dan otot

  • Muncul ruam kulit atau bercak kemerahan di kulit

  • Radang tenggorokan yang diiringi dengan sulit menelan dan minum

Setelah itu, gejala awal demam berdarah biasanya diikuti dengan gejala tambahan yang menandakan virus sudah mulai menjalar ke seluruh tubuh dan menyebabkan peradangan, seperti:

  • Mimisan

  • Gusi berdarah

  • BAB berwarna hitam atau gelap

  • Muntah darah

Setelah muncul gejala tersebut, penderita akan memasuki fase kritis selama 2-3 hari. Pada fase ini, banyak orang yang menyangka telah sembuh karena demam tinggi telah menurun, rasa sakit di tubuh mulai berkurang, dan menghilangnya beberapa gejala tambahan.

Padahal, fase tersebut harus diwaspadai karena bisa menyebabkan Dengue Shock Syndrome (DSS) yang sangat berbahaya, bahkan berpotensi menyebabkan kematian.

Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab penyakit DBD. Foto: Pixabay

Pengobatan Demam Berdarah

Belum ditemukan pengobatan khusus yang bisa dilakukan untuk mengatasi demam berdarah. Penderitanya hanya perlu mencegah terjadinya komplikasi dengan menurunkan gejala yang muncul, sekaligus melakukan upaya pencegahan infeksi virus yang lebih parah.

Berikut upaya yang bisa dilakukan untuk menangani demam berdarah:

  • Konsumsi obat penurun panas untuk menurunkan demam.

  • Konsumsi air putih dalam jumlah cukup untuk mencegah dehidrasi.

  • Pantau frekuensi buang air kecil dan jumlah urine yang keluar.

Jika pasien sudah sangat lemah dan tidak mampu mengonsumsi air putih dalam jumlah banyak, biasanya dokter akan memberikan cairan tambahan lewat metode infus. Selain itu, penderita tidak disarankan mengonsumsi obat pereda nyeri, karena bisa meningkatkan risiko perdarahan.

(VIO)