Pengertian Empati, Komponen, dan Ciri-Cirinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak pengertian empati yang telah dikemukakan oleh para ahli. Empati sendiri adalah salah satu bentuk perasaan yang dimiliki manusia.
Empati juga merupakan bagian dari faktor-faktor yang mendorong seseorang yang membuat seseorang melakukan interaksi sosial.
Empati sering kali dikaitkan dengan kata simpati, tapi pengertiannya berbeda. Simak penjelasan mengenai empati berikut ini.
Pengertian Empati
Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada berbagai macam pengertian empati. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata empati memiliki arti sebagai keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
Menurut Rogers dalam buku The Development of Islamic Thought on Multiple Perspectives karya Dr. Abdul Gaffar, M.Pd.I, pengertian empati adalah sebagai berikut:
Empathy as the ability to perceive the internal frame of reference of another with accuracy and with the emotional component and meaning with pertain thereto as if one were the person without ever losing the as if condition.
Makna atau arti dari pengertian empati yang dikemukakan oleh Rogers ialah empati sebagai kemampuan untuk memahami kerangka acuan internal orang lain dengan akurat dan dengan komponen emosional dan makna yang berkaitan dengannya seolah-olah seseorang adalah orang tanpa pernah kehilangan kondisi seolah-olah.
Selain Rogers, ahli komunikasi Joseph A. Devito juga memberikan pengertian dari kata empati, yaitu empathy is to feel the same feelings in the same way as the other person does (empati memungkinkan seseorang untuk memahami secara emosional dan intelektual apa yang sedang dialami).
Aspek-Aspek Kemampuan Berempati
Dikutip dari jurnal The Family Origins Of Empathic Concern karya Koestner, R., Franz, C., & Weinberger, J, ada beberapa aspek yang membangun kemampuan seseorang untuk berempati. Komponen-komponen tersebut ialah sebagai berikut:
Komponen kognitif dalam empati adalah proses intelektual untuk memahami perspektif orang lain secara tepat.
Komponen afektif adalah kecenderungan seseorang untuk mengalami perasaan emosional orang lain.
Ciri-Ciri Empati
Menurut Goleman dalam Buku Edukasi Reseliensi Remaja karya Dr. Jungjungan Simorangkir, M. Th., dkk , ada beberapa ciri-ciri dari sifat empati. Ciri-ciri empati tersebut merupakan kumpulan kemampuan seseorang secara emosional.
Berikut ciri-ciri empati yang dimaksud, yaitu:
Menjadi pendengar yang baik dari cerita orang lain, yang artinya kemampuan seseorang untuk memberikan perhatian dan mendengarkan pembicaraan atau permasalahan yang dibicarakan orang lain ke dirinya.
Dapat menerima sudut pandang orang lain, yang mana seseorang mampu menerima dan menemukan sudut pandang orang lain dari suatu pembicaraan yang kemudian menimbulkan toleransi dan kemampuan dalam menerima segenap perbedaan.
Peka terhadap perasaan orang lain, yang artinya seseorang memiliki kemampuan untuk membaca perasaan orang lain dari isyarat verbal dan non-verbal, seperti nada bicara, ekspresi wajah, gerak-gerik, dan bahasa tubuh orang lain.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu komponen kognitif dalam empati?

Apa itu komponen kognitif dalam empati?
Komponen kognitif dalam empati adalah proses intelektual untuk memahami perspektif orang lain secara tepat.
Apa itu komponen afektif dalam empati?

Apa itu komponen afektif dalam empati?
Komponen afektif adalah kecenderungan seseorang untuk mengalami perasaan emosional orang lain.
Apa maksud ciri empati menjadi pendengar yang baik?

Apa maksud ciri empati menjadi pendengar yang baik?
Menjadi pendengar yang baik dari cerita orang lain, yang artinya kemampuan seseorang untuk memberikan perhatian dan mendengarkan pembicaraan atau permasalahan yang dibicarakan orang lain ke dirinya.
