Pengertian Gegar Budaya, Konsep, dan Nilai-nilainya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gegar budaya merupakan padanan kata dari istilah dalam bahasa Inggris, yaitu culture shock. Secara sederhana, pengertian gegar budaya adalah ketikdaksiapan menerima budaya yang baru pada kehidupan.
Dalam pengertian yang lebih luas, gegar budaya adalah benturan persepsi yang diakibatkan penggunaan persepsi berdasarkan nilai-nilai budaya yang dipelajari di lingkungan yang baru, yang nilai-nilai budayanya berbeda dan belum dipahami.
Benturan persepsi itu menimbulkan konflik dan dapat menyebabkan tekanan di dalam diri. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai gegar budaya, simak pembahasan berikut.
Pengertian Gegar Budaya
Menurut Lundstedt yang dikutip dari Lancar Pidato dan Public Speaking Tanpa Grogi Tanpa Panik oleh Destila Vitisfera Putri, gegar budaya adalah suatu bentuk ketidakmampuan menyesuaikan diri yang merupakan suatu reaksi terhadap upaya sementara yang gagal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang baru.
Gegar budaya pada dasarnya adalah benturan persepsi yang diakibatkan penggunaan persepsi berdasarkan faktor internal yang telah lebih dahulu dipelajari dalam suatu lingkungan baru dengan nilai budaya yang berbeda dan belum dipahami.
Konsep Gegar Budaya
Gegar budaya merupakan gejolak yang disebabkan oleh perbedaan budaya dalam lingkungan baru.
Gegar budaya terjadi saat seseorang menghadapi keadaan sosial budaya yang berbeda. Gegar budaya ditimbulkan oleh kecemasan yang disebabkan oleh hilangnya tanda-tanda dan lambang-lambang dalam hubungan sosial.
Dikutip dari Ragam dan Prospek Hubungan Antarwarga Indonesia-Tiongkok oleh Paulus Rudolf Yuniarto dan Thung Julan, konsep gegar budaya merujuk pada suatu kegelisahan emosional dan intelektual yang terjadi dalam pertemuan dengan pengertian dan praktik yang tidak biasa.
Sebagai contoh, seorang laki-laki dari Amerika yang berkunjung ke rumah temannya di pedalaman Indonesia merasa mengalami gegar budaya.
Hal ini bisa disebabkan oleh banyak kondisi, salah satunya ketika dia masuk ke dalam kamar mandinya karena di sana hanya sebuah ruangan kecil dengan mangkuk besar berisi air dan sebuah gayung kecil. Sementara di Amerika sangat berbeda, di sana kelengkapan alat mandi seperti di hotel.
Nilai-Nilai Gegar Budaya
Dikutip dari Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya oleh Tedi Sutardi, terdapat sebuah paradigma yang berkembang bahwa segala yang datang dari Barat itu unggul dan lebih baik, padahal belum tentu.
Bisa saja yang datang dari Barat itu mengandung nilai-nilai yang tidak sesuai dengan budaya Timur. Nilai-nilai tersebut antara lain sebagai berikut.
Sifat individualisme, yaitu sifat mementingkan diri sendiri. Sifat individualisme mengingkari manusia sebagai makhluk sosial.
Hedonisme, yaitu gemar bersenang-senang. Kehidupan hanya digambarkan sebagai kesenangan belaka dan tidak ada kerja keras.
Sekularisme, yaitu sikap yang memisahkan antara agama dan urusan dunia. Agama hanya dipandang sebagai proses ritual yang kadang-kadang bertentangan dengan kesenangan dunia.
Konsumerisme, yaitu sifat menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak perlu. Barang lebih ditentukan oleh gayanya, bukan fungsinya.
(SFR)
