Konten dari Pengguna

Pengertian Gradien Thermometrik dan Hubungannya dengan Faktor Fisiografi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian gradien thermometrik dan hubungannya dengan faktor fisiografi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian gradien thermometrik dan hubungannya dengan faktor fisiografi. Foto: Unsplash

Gejala gradien thermometrik adalah kondisi di mana suhu udara akan mengalami penurunan sekitar 0,5 hingga 0,6 derajat celsius, apabila setiap wilayah naik 100 meter dari permukaan laut.

Hal ini terjadi di dalam salah satu faktor yang memengaruhi kehidupan manusia, yaitu faktor fisiografi.

Mengutip dari buku Biogeografi yang disusun oleh Dr. Muhammad Zid, M.Si., faktor fisiografi berkaitan dengan persebaran makhluk hidup, yakni ketinggian tempat hingga bentuk wilayah.

Lebih jelasnya, ketinggian suatu tempat berhubungan dengan gradien thermometrik. Pasalnya, semakin tinggi kenaikan suatu tempat, penurunan suhu juga akan terjadi di tempat tersebut.

Hal tersebut yang mengacu kepada jenis-jenis hewan dan tumbuhan yang khas pada daerah-daerah dengan ketinggian tertentu. Oleh karena itu, jenis tumbuhan yang hidup di wilayah pantai akan berbeda dengan tumbuhan yang hidup pada wilayah dataran tinggi atau pegunungan.

Tentang Faktor Fisiografi

Baik faktor fisiografi dan gradien thermometrik, keduanya memiliki hubungan dan keterkaitannya masing-masing.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, akibat gejala gradien thermometrik, ada beberapa wilayah yang mengalami perbedaan suhu.

Fenomena tersebut juga yang berpengaruh pada perkembangan tumbuhan di berbagai wilayah. Lebih lanjut, ada beberapa jenis tumbuhan hidup secara alami di suatu tempat dan membentuk suatu kumpulan yang ada di dalamnya.

Dalam kumpulan tersebut, terdapat kerukunan untuk hidup bersama, toleransi kebersamaan, dan hubungan timbal balik yang menguntungkan. Akibatnya, kumpulan ini membentuk suatu perpaduan.

Faktor-faktor yang memengaruhi tinggi rendah suhu udara. Foto: Unsplash

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tinggi Rendah Suhu Udara

Berbicara tentang suhu udara, ternyata ada faktor-faktor yang memengaruhi tinggi rendah suhu udara di dalam suatu daerah.

Hal ini tercatat dalam buku Bumi Dan Antariksa Kajian Konsep, Pengetahuan dan Fakta yang disusun oleh Resyi A. Gani, S.Kom. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi tinggi rendah suhu udara.

  1. Jumlah radiasi yang diterima pertahun, perbulan, perhari, dan permusim

  2. Pengaruh daratan atau lautan

  3. Pengaruh ketinggian tempat

  4. Pengaruh angin secara tidak langsung, misalnya angin yang membawa panas

  5. Pengaruh panas laten, yaitu panas yang disimpan dalam atmosfer

  6. Penutup tanah, misalnya tanah yang ditutupi vegetasi yang memiliki temperatur yang lebih rendah daripada tanah tanpa vegetasi

  7. Tipe tanah, tanah gelap indeks suhunya lebih tinggi

  8. Pengaruh sudut datang sinar matahari, sinar yang tegak lurus akan membuat suhu lebih panas daripada yang datangnya miring

Mengutip laman resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup, ada beberapa dampak yang disebabkan dari perubahan suhu, baik itu penurunan maupun peningkatan, di antaranya:

  • Menurunnya produktivitas tanah

  • Menurunnya kualitas air

  • Perubahan habitat

  • Punahnya spesies

  • Berkurangnya area pertanian

Meski demikian, gejala gradien thermometrik ini terjadi di situasi tertentu dan akibat dari faktor fisiologis yang berpengaruh untuk kehidupan manusia.

(JA)