Pengertian Hepatitis, Penyebab Penularan, dan Pengobatannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang bisa menular. Pengertian hepatitis sendiri adalah penyakit berupa peradangan yang terjadi pada hati atau liver. Hepatitis bisa disebabkan oleh virus maupun kondisi atau penyakit lain.
Dr. Dr Hudi Winarso dalam buku Kesehatan Reproduksi untuk Pekerja Migran Indonesia memaparkan, kondisi atau penyakit lain yang bisa menyebabkan hepatitis adalah kebiasaan mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga penyakit autoimun. Jika disebabkan oleh infeksi virus, hepatitis dapat menular.
Adapun gejala yang dialami penderitanya seperti demam, nyeri sendiri, nyeri perut, dan penyakit kuning. Hepatitis dapat bersifat akut (cepat dan tiba-tiba menyerang) maupun kronis (perlahan dan bertahap).
Agar bisa menambah pengetahuan tentang salah satu penyakit yang berisiko menyebabkan kematian ini, simak penyebab, faktor risiko, hingga pengobatannya. Penjelasan ini dikutip dari buku epidemiologi Penyakit Menular Seksual dan HIV/AIDS oleh Hanifah Ardiani, S.K.M, M.K,M.
Penyebab Hepatitis
Hepatitis bisa disebabkan oleh beragam kondisi dan penyakit. Namun, penyebab yang paling sering adalah infeksi virus. Berikut beberapa jenis hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus:
Hepatitis A
Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Hepatitis jenis ini ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses penderita hepatitis A (mengandung virus hepatitis A).
Hepatitis B
Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Hepatitis jenis ini dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita hepatitis B. Cairan tubuh yang dapat menjadi sarana penularan hepatitis B adalah darah, cairan vagina, dan air mani.
Hepatitis C
Hepatitis C disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C juga ditularkan melalui cairan tubuh. Penularan bisa terjadi saat berhubungan seksual tanpa pengaman atau menggunakan jarum suntik bekas penderita hepatitis C.
Selain itu, jika ibu hamil menderita hepatitis C, bayinya dapat tertular penyakit ini, saat melewati jalan lahir ketika persalinan.
Hepatitis D
Hepatitis D disebabkan oleh infeksi virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D adalah jenis hepatitis yang jarang terjadi, tetapi bisa bersifat serius. Virus hepatitis D tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh manusia tanpa adanya hepatitis B.
Untuk sumber penularannya, hepatitis D dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya.
Faktor Risiko Hepatitis
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang menderita hepatitis, antara lain:
Kurang menjaga kebersihan, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan.
Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi virus hepatitis atau makanan yang tidak dimasak hingga matang.
Berbagi penggunaan barang pribadi dan jarum suntik dengan orang lain.
Melakukan hubungan seks tanpa pengaman dengan penderita hepatitis akibat infeksi virus.
Memiliki penyakit infeksi akut dan kronis.
Memiliki riwayat hepatitis dalam keluarga.
Pengobatan Hepatitis
Pengobatan hepatitis akan disesuaikan dengan jenisnya, tingkat keparahan infeksi, serta kondisi pasien. Hepatitis akibat infeksi virus bisa sembuh dengan sendirinya, jika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.
Pengobatan hepatitis akibat infeksi virus sendiri bertujuan untuk mengatasi infeksi, meredakan gejala, dan mencegah terjadinya komplikasi.
(VIO)
