Konten dari Pengguna

Pengertian Hukum Proust, Rumus, dan Contoh Soalnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hukum Proust. Unsplash/Hans R.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hukum Proust. Unsplash/Hans R.

Hukum Proust merupakan salah satu materi dalam ilmu Kimia. Hukum ini sering juga disebut sebagai hukum perbandingan tetap yang membahas mengenai perbandingan massa. Untuk lebih memahaminya, pengertian Hukum Proust perlu ditelaah.

Disebut sebagai Hukum Proust dikarenakan hukum ini dikemukakan pertama kali oleh seorang ahli kimia asal Prancis yang bernama Joseph Louis Proust. Awalnya, Joseph Louis Proust melakukan eksperimen, yaitu mereaksikan unsur oksigen dan unsur hidrogen.

Dalam mata pelajaran kimia, para siswa akan menemukan berbagai hukum yang berlaku dan sering menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah Hukum Proust atau hukum perbandingan tetap ini.

Daftar isi

Pengertian Hukum Proust

Ilustrasi Pengertian Hukum Proust. Unsplash/Louis Red.

Mengutip dari laman p2k.stekom.ac.id, Hukum Proust dalam ilmu kimia merupakan hukum perbandingan tetap yang menyatakan bahwa suatu senyawa kimia terdiri dari unsur-unsur dengan perbandingan massa yang selalu tepat sama.

Artinya, hukum yang mengendalikan penulisan rumus kimia baik rumus empiris maupun molekul. Jika suatu senyawa baru ditemukan, maka perlu dianalisis unsur-unsurnya secara kualitatif dan kuantitatif, atau persen komposisi unsurnya ditentukan secara eksperimen.

Hukum Proust atau hukum perbandingan tetap juga merupakan hukum yang menjabarkan tentang kekekalan susunan dalam suatu senyawa. Bunyi dari Hukum Proust adalah:

"Perbandingan berat unsur-unsur yang membentuk suatu senyawa adalah tetap. "

Menurut Joseph Louis Proust, pembentukan senyawa, yakni zat yang terdiri dari beberapa unsur memiliki komposisi yang tidak sembarang, meskipun berasal dari daerah atau dibuat dengan metode yang berbeda. Hal ini merupakan inti dari hukum perbandingan tetap.

Salah satu percobaan yang dilakukan Joseph Louis Proust adalah mereaksikan hidrogen dengan oksigen sehingga terbentuklah air (H2O). Dari percobaan yang dilakukannya, Proust memberikan beberapa kesimpulan bahwa:

  • Hukum Proust menunjukkan bahwa jika terdapat dua unsur A dan B membentuk suatu senyawa, rasio massa A terhadap massa B dalam senyawa tersebut akan tetap konstan.

  • Hukum Proust menyatakan bahwa rasio dalam air unsur hidrogen (H) terhadap unsur oksigen (O) akan selalu tetap, yaitu sekitar 1:8.

  • Artinya, massa hidrogen akan memiliki perbandingan 1:8 terhadap massa oksigen setiap kali air terbentuk, tanpa memperhatikan asal air atau cara pembuatannya.

  • Apabila perbandingannya berubah, misalnya perbandingan massa oksigen hanya ada 6 berbanding 1 massa hidrogen, maka senyawa yang dihasilkan bukanlah air.

Hukum Proust atau hukum perbandingan tetap yang dikemukakan oleh Joseph Louis Proust ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh para ilmuwan. Adapun ciri-ciri hukum Proust adalah sebagai berikut:

  • Pertama kali dikemukakan oleh Joseph Louis Proust pada tahun 1709.

  • Dan juga disebut sebagai hukum perbandingan tetap.

  • Memiliki rumus A : B = x . Ar A : y . Ar B

  • Salah satu contoh percobaan dari hukum ini adalah pembentukan senyawa air dari reaksi unsur hidrogen dengan oksigen dan hasilnya kemudian menunjukkan 1:8, yakni perbandingan massa hidrogen dengan oksigen beraksi tetap.

Hukum Proust digunakan dalam perhitungan massa suatu unsur penyusun senyawa. Namun, ternyata tidak semua senyawa dapat diterapkan dalam hukum ini. Beberapa senyawa yang masuk dalam pengecualian hukum ini disebut sebagai senyawa non-stoikiometri.

Pada senyawa non-stoikiometri ini, terdapat perbandingan yang berbeda pada berbagai sampel massa disetiap unsur-unsur penyusun senyawanya. Contoh, perbandingan senyawa oksida besi wustite di mana massa unsur besi antara 0,83-0,95 untuk setiap atom oksigen.

Rumus Hukum Proust

Ilustrasi Pengertian Hukum Proust. Unsplash/Antonie D.

Untuk mengetahui perbandingan massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa dalam Hukum Proust, penting untuk mengetahui rumus sederhana berikut ini. Misalnya, terbentuk senyawa yang memiliki rumus kimia AxBy, maka rumusnya adalah:

A : B = x . Ar A : y . Ar B

atau

Massa unsur penyusun senyawa = (Jumlah Ar unsur : Jumlah Mr senyawa) x Massa senyawa

% unsur dalam senyawa = Jumlah Ar unsurMr senyawa x 100%

Keterangan:

Ar = Massa atom relatif

Mr = Massa molekul relatif

Berdasarkan rumus di atas, artinya massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa memiliki perbandingan yang sesuai dengan perbandingan jumlah massa atom relatifnya (Ar).

Contoh Soal Hukum Proust

Ilustrasi Pengertian Hukum Proust. Unsplash/Anouskha P.

Supaya lebih memahami konsep Hukum Proust ini, kalian bisa berlatih dengan mengerjakan beberapa contoh soal Hukum Proust dan jawabannya berikut:

1. Soal I

Terdapat sejumlah 15 gram besi (Fe) bereaksi dengan oksigen (O₂) sehingga membentuk besi (III) oksida (Fe₂O₃). Menurut Hukum Proust, berapakah massa oksigen yang dihasilkan dalam reaksi diatas?

Jawaban:

Hukum Proust menjelaskan bahwa massa suatu unsur dalam senyawa akan selalu proporsional secara tetap. Dalam hal ini, diketahui bahwa besi sebanyak 15 gram bereaksi dengan oksigen, maka dapat dihitung massa oksigen yang bereaksi dengan mempertimbangkan proporsi ini.

Masukkan rumus berikut:

Dalam senyawa, massa unsur = proporsi tetap

Jadi, dapat dihitung massa oksigen yang bereaksi sebagai proporsi dari massa besi:

Massa oksigen = Massa besi/proporsi tetap

Sesuai dengan rumus Fe₂O₃, jika kita anggap proporsi tetapnya adalah 2, maka:

Massa oksigen = 15 gram/2 = 7,5 gram

Jadi, massa oksigen yang dihasilkan dalam reaksi tersebut adalah 7.5 gram.

2. Contoh Soal II

Diketahui, terdapat perbandingan massa sebanyak 7:4 dari besi (Fe) dan belerang (S) yang menyusun senyawa besi sulfida (FeS). Butuh 28 gram besi (Fe) untuk menyusun senyawa besi sulfida (FeS) tanpa ada sisa reaktan, maka berapakah yang diperlukan massa belerang (S)?

Jawaban:

Massa belerang (S) = {Perbandingan belerang (S) : Perbandingan besi (Fe)} x Massa besi (Fe)

Massa belerang (S) = (4:7) x 28 gram

Massa belerang (S) = 4×4 gram

Massa belerang (S) = 16 gram.

Jadi, yang diperlukan massa belerang untuk menyusun senyawa besi sulfida (FeS) tersebut adalah 16 gram.

3. Contoh Soal III

Terdapat senyawa X 20 gram yang terdiri dari unsur C dan unsur D, dan antara unsur C dan unsur D dalam senyawa tersebut memiliki perbandingan massa 5:3. Maka, berapakah massa unsur C dan massa unsur D dalam senyawa tersebut berdasarkan Hukum Proust.

Jawaban:

Berdasarkan Hukum Proust, antara unsur C dan unsur D dalam senyawa tersebut memiliki perbandingan massa yang tetap. Dalam hal ini, perbandingan massa C:D adalah 5:3.

Untuk menentukan massa masing-masing unsur, kita dapat menggunakan faktor pengali yang sama, dalam hal ini adalah 8.

Maka, massa unsur C dalam senyawa X adalah:

5/8 x 20 gram = 12,5 gram

Dan massa unsur D dalam senyawa X adalah:

3/8 x 20 gram = 7,5 gram

4. Contoh Soal IV

Jika seseorang mereaksikan 4 gram hidrogen dengan 40 gram oksigen, berapa gram air yang terbentuk?

7:

H2 + O2 → H2O

Perbandingan massanya ialah sebagai berikut:

Hidrogen Oksigen Air

1 gram 8 gram 9 gram

Awal reaksi dari reaksinya tersebut adalah:

Hidrogen Oksigen Air

4 gram 40 gram ….

Zat yang bereaksi adalah:

Hidrogen Oksigen Air

4 gram 32 gram 36 gram

Perbandingan hidrogen dan oksigen = 1 : 8, maka 4 gram hidrogen membutuhkan oksigen untuk bereaksi sebanyak = 4 x 8 = 32 gram..

Massa air yang terbentuk = 4 gram Hidrogen + 32 gram Oksigen = 36 gram air Oksigen yang bersisa= 40 gram – 32 gram = 8 gram.

Maka, gram air yang terbentuk dari reaksi tersebut ialah 8 gram.

​5. Contoh Soal V

Gas hidrogen (H) dan oksigen akan bereaksi membentuk air. Perbandingan massa atom hidrogen dengan massa atom oksigen dalam air adalah 1 : 8. Jika diketahui massa hidrogen yang bereaksi sebanyak 10 gram. Berapa massa air yang dihasilkan?

Pembahasan:

Massa H = 10 gram

Massa H : Massa O = 1 : 8

10 gram : massa O = 1 : 8

Masa O = 8 x 10 gram

= 80 gram

Massa air yang dihasilkan

= massa H + massa O

= 10 gram + 80 gram= 90 gram.

Demikian pengertian Hukum Proust beserta rumus dan contoh soalanya secara lengkap dan jawabannya. (APR)

Baca Juga: Pengertian Hukum Kekekalan Massa, Rumus, dan Contoh Soalnya