Pengertian, Jenis-jenis, dan Teknik Membuat Kolase

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kolase merupakan satu di antara banyak karya seni sederhana yang bisa diajarkan pada anak-anak. Kolase termasuk jenis karya seni menempel selain montase, aplikasi, dan mozaik.
Kolase dibuat dengan memadukan beragam bahan yang memiliki corak khas, seperti kayu, kerang, daun, bebatuan, bunga, bahkan kertas bekas. Bahan-bahan itu kemudian ditempelkan pada permukaan gambar sehingga menghasilkan bentuk yang baru.
Pengertian kolase juga dapat dipahami sebagai seni menempel yang dibuat dengan menggabungkan teknik melukis (lukisan tangan) dengan menempelkan bahan-bahan tertentu dalam satu frame, sehingga menghasilkan karya seni yang baru.
Meski terdengar sederhana, dalam pembuatan kolase memerlukan kesabaran yang tinggi dan keterampilan dalam memadukan, menyusun, dan menempel bahan yang ada sehingga menjadi sebuah karya seni yang indah.
Jenis-jenis Kolase
Mengutip Buku Ajar Metode Perkembangan Fisik Anak oleh Evi Desmariani, M.Pd., jenis-jenis kolase dapat dibedakan berdasarkan fungsi, matra, corak, dan material.
1. Menurut Fungsi
Seni murni (fine art), yaitu kolase yang dibuat semata-mata untuk memenuhi kebutuhan artistik.
Seni terapan atau seni pakai (applied art), yaitu kolase yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan praktis. Aplikasi seni terapan umumnya lebih menampilkan komposisi dengan kualitas artistik yang bersifat dekoratif.
2. Menurut Matra
Kolase dwimatra, yaitu kolase yang dibuat pada permukaan bidang dua dimensi, seperti kertas, kartu ucapan, dan sebagainya.
Kolase trimatra, yaitu kolase yang dibuat pada permukaan bidang tiga dimensi, seperti patung, vas bunga, dan lain-lain.
3. Menurut Corak
Representatif, yaitu menggambarkan wujud nyata yang bentuknya masih dikenali.
Non-representatif, yaitu dibuat tanpa menampilkan bentuk yang nyata, bersifat abstrak, dan hanya menampilkan komposisi unsur visual yang indah.
4. Menurut Material
Sebenarnya, material atau bahan apa pun dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kolase asalkan ditata menjadi komposisi yang menarik dan unik. Namun, secara umum, bahan baku kolase dapat dikelompokkan menjadi dua:
Bahan-bahan alam, misalnya daun, ranting, bunga kering, kerang, batu-batuan, dan lain-lain.
Bahan-bahan bekas sintetis, misalnya plastik, serat sintetis, logam, kertas bekas, tutup botol, kain perca, dan lain-lain.
Peralatan dan Teknik Membuat Kolase
Mengutip situs Kemendikbud, jenis peralatan dan teknik kolase yang digunakan perlu disesuaikan dengan jenis bahan bakunya karena karakter setiap jenis bahan berbeda.
Karena itu, jenis peralatan dan teknik yang digunakan untuk membuat kolase berbahan alam berbeda dengan kebutuhan membuat kolase berbahan bekas olahan atau bekas. Akan tetapi, secara umum peralatan utama yang dibutuhkan adalah:
Alat potong: pisau, gunting, gergaji, tang, dan sebagainya.
Bahan perekat: lem kertas, perekat vinyl, jarum dan benang jahit, serta jenis perekat lainnya yang dapat disesuaikan dengan jenis bahan yang digunakan.
Sementara itu, dalam hal teknik, ada berbagai teknik, karya kolase dua dimensi maupun tiga dimensi dapat dibuat dengan teknik yang bervariasi, seperti:
Teknik sobek
Teknik gunting
Teknik potong
Teknik rakit
Teknik rekat
Teknik jahit
Teknik ikat
Kolase dapat dibuat menggunakan satu teknik maupun dua atau lebih teknik yang dikombinasikan. Adapun metode yang digunakan untuk membuat kolase antara lain:
Tumpang tindih atau saling tutup (overlapping)
Penataan ruang (spatial arrangement)
Repetisi/pengulangan (repetition)
Komposisi/kombinasi beragam jenis tekstur dari berbagai material.
(ADS)
