Pengertian jQuery, Fungsi dan Kelebihan dalam Pengembangan Website

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jquery adalah pustaka JavaScript lintas-platform yang didesain untuk menyederhanakan client-side scripting pada HTML atau website.
Awal mulanya, jQuery pertama kali diperkenalkan oleh John Resig pada tahun 2006. Walaupun sudah dirilis sejak 15 tahun yang lalu, jQuery sendiri baru saja dirilis secara stabil dan konsisten pada tahun 2020 lalu.
Untuk bisa menggunakan jQuery, diperlukan pengetahuan dasar tentang HTML, CSS, dan juga JavaScript. Pasalnya, jQuery pada intinya adalah library JavaScript yang memiliki moto "write less do more".
Dengan begitu jQuery, action yang sebelumnya memerlukan banyak kode di JavaScript standar bisa saja disingkat dengan mengetikkan sedikit kode.
Tidak sampai di situ, jQuery juga menyederhanakan hal-hal yang kompleks dari JavaScript, contoh adalah AJAX dan manipulasi DOM.
Mengutip buku 3 in 1: JavaScript, jQuery, dan jQuery Mobile karya Edy Winarno ST, M. Eng Ali, berikut beberapa fitur yang ada pada library jQuery, yakni:
Manipulasi HTML atau DOM.
Manipulasi CSS.
Method event HTML.
Efek dan animasi.
AJAX.
Utility.
Plugin jQuery dalam Mengembangkan Website
Lebih lanjut, jQuery juga memiliki banyak plugin untuk melakukan banyak hal yang sering dipakai dalam mengembangkan suatu website.
Plugin sendiri merupakan kumpulan kode JavaScript dari pustaka jQuery yang memiliki fungsi untuk membentuk tools dan fitur suatu situs.
Berikut adalah beberapa jenis plugin jQuery, yakni:
1. Effect
Effect adalah plugin jQuery sederhana yang memungkinkahn untuk menetapkan sejumlah efek animasi ke elemen di halaman situs. Contohnya adalah efek, seperti geser, fade out, dan lain-lainnya.
2. Tagging JS
Istilah tagging JS diambil dari JavaSript library. Plugin ini yang bisa menambahkan fitur sistem pemberian tag ke dalam situs. Hal ini akan berpengaruh pada peringkat konten dalam search engine Google.
3. Autocomplete
Autocomplete adalah fitur yang menawarkan saran pelengkapan otomatis untuk istilah pemrograman.
Plugin juga yang bisa membuat Google bisa memberikan opsi atau apa yang akan diketik oleh para pengguna.
Keuntungan Menggunakan jQuery
Setelah mengetahui banyaknya plugin yang dimiliki oleh jQuery, ketahui beberapa keuntungan apabila menggunakan jQuery.
Paparan ini dikutip dari buku Panduan Pemilu Desa Berbasis Website (Teknologi Sistem Cerdas Dan Implementasi Di Masyarakat) karya Abdul Azis, dkk.
Kompatibel dengan hampir seluruh browser.
jQuery telah digunakan oleh website raksasa.
Kompatibel dengan seluruh versi CSS.
Didukung oleh banyak komunitas dan plugin yang lengkap.
Filenya hanya satu dan ukuranya relatif kecil, sekitar 20kb.
jQuery lebih diminati oleh para developer web saat ini.
Mempermudah akses dan manimpulasi elemen tertentu yang ada pada dokumen.
Mempermudah modifikasi atau perubahan tampilan di halaman web.
Mampu mempersingkat AJAX.
Mampu merespons interaksi antara user dengan halaman web dengan lebih cepat.
Menyediakan fasilitas untuk membuat animasi dengan mudah.
(JA)
