Konten dari Pengguna

Pengertian Kesebangunan dalam Matematika

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesebangunan dalam Matematika. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Kesebangunan dalam Matematika. Foto: Unsplash

Materi yang dipelajari matematika begitu beragam. Ada tentang kuadrat, aljabar, persamaan nilai mutlak, dan lain sebagainya. Tak ketinggalan, materi kesebangunan.

Tidak banyak yang mengetahui apa itu kesebangunan, terutama pelajar yang baru duduk di bangku SD. Padahal, kesebangunan itu sendiri berasal dari bentuk-bentuk yang ada pada matematika, seperti lingkaran, segitiga, dan lain sebagainya.

Mengutip buku Aplikasi Konsep Kesebangunan dalam Pelajaran Matematika yang dituliskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada beberapa konsep yang dipakai, yakni kesebangunan dan kekongruenan.

Berbeda dengan kesebangunan, kekongruenan memiliki sebagai dua bangunan yang sama persis. Namun, bangunan tersebut bisa dikatakan kekongruenan jika sudah memenuhi dua syarat, yakni sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang.

Lantas, bagaimana dengan konsep bangunan geometri kesebangunan? Apakah berbeda dengan kekongruenan? Simak penjelasannya di bawah ini!

Pengertian Kesebangunan

Kesebangunan merupakan dua segibanyak, polygon, segitiga bisa dikatakan sebangun jika memenuhi dua syarat, yakni:

  • Sudut-sudut yang bersesuaian (berkorespondensi) sama besar

  • Semua perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian (berkorespondensi) sama

Berbeda kekongruenan, kesebangunan singkatnya adalah dua bangun datar memiliki sudut atau bentuk yang sama. Selain itu, ukuran dua bangunan itu tidak perlu selalu sama seperti kekongruenan.

Biasanya, kesebangunan dilambangkan dengan simbol '~'. Kata kunci dari kesebangunan adalah kemampuan dalam menentukan sisi-sisi atau sudut-sudut mana yang bersesuaian.

Dua bangun yang sebangun tidak boleh dikatakan tidak sebangun hanya karena tidak ditemukan korespondensi titik-titik sudutnya.

Contoh Kesebangunan

Kesebangunan dalam Matematika. Foto: Unsplash

Berikut beberapa contoh kesebangunan:

Jika ada segitiga sama bangun yang ketiga sisinya dinamakan A, B, dan C lalu ada segitiga lainnya yang memiliki bentuk kecil dengan sisi E, F, dan G.

Lalu, bagaimana bangunan ini bisa disebut kesebangunan?

Sisi yang bersesuaian dengan segitiga

Sisi yang memiliki perbandingan nilai yang sama, yakni:

  • Sisi AB dengan sisi EF = AB/EF = 3,5/7 = 1/2

  • Sisi BC dengan sisi FG = BG/FG = 4/8 = 1/2

  • Sisi AC dengan sisi EG = AC/EG = 2/4 = 1/2

Sehingga pada akhirnya, AB/EF = BG/FG = AC/EG = 1/2

Sudut yang bersesuaian memiliki besar yang sama

Sudut yang bersesuaian dari bangun datar memiliki besar yang sama, lihat penjelasannya di bawah ini:

  • Sudut A dengan sudut E: \angle A = \angle E = 90 derajat

  • Sudut B dengan sudut F: \angle B = \angle F = 30 derajat

  • Sudut C dengan sudut G: \angle C = \angle G = 60 derajat

Hal ini membuktikan bahwa dua bangunan geometri tersebut memiliki sudut yang sama besarnya.

Itulah yang menjadikan kesebangunan dan kekongruenan memiliki perbedaan dalam konsep matematika.

(JA)