Pengertian Lembaga Sosial, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Jenis-jenisnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian lembaga sosial menjadi salah satu materi sosiologi yang diberikan saat SMA khususnya pada jurusan IPS. Lembaga sosial dalam kehidupan masyarakat memiliki tujuan dan peran yang berbeda-beda.
Perbedaan tersebut terjadi karena proses maupun latar belakang yang melandasi terbentuknya sebuah lembaga sosial di masyarakat. Selain itu, setiap anggota yang tergabung di dalamnya terikat pada peraturan yang telah dibuat dan wajib mematuhinya.
Agar lebih jelas, simaklah pengertian lembaga sosial, ciri-ciri, fungsi, dan klasifikasinya pada uraian di bawah ini.
Pengertian Lembaga Sosial
Berdasarkan buku Sosiologi: Jilid 3 yang disusun oleh Kun Maryati, istilah lembaga sosial merupakan terjemahan dari istilah bahasa Inggris Social Institute. Istilah tersebut merujuk pada dua pengertian, yakni sistem nilai dan norma-norma sosial.
Lembaga sosial kerap dikenal sebagai lembaga kemasyarakatan. Secara umum, lembaga sosial adalah himpunan norma yang mengatur tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dalam kehidupan bermasyarakat agar berjalan secara tertib dan teratur.
Para pakar sosiologi mendefinisikan lembaga sosial dalam arti yang berbeda. Berikut pengertian lembaga sosial dari beberapa pakar sosiologi yang dikutip dari buku Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat karya Bagja Waluya.
a. Robert Melver dan CH Page
Lembaga sosial adalah prosedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang tergabung pada suatu kelompok masyarakat.
b. Leopold Vin Wiese dan Becker
Lembaga sosial adalah jaringan proses hubungan antar-manusia dan antar-kelompok yang berfungsi memelihara hubungan serta pola-polanya sesuai dengan minat dan kepentingan individu serta kelompok.
c. W.G. Sumner
Lembaga sosial merupakan perbuatan, cita-cita, sikap, dan perlengkapan kebudayaan yang mempunyai sifat kekal serta bertujuan memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Lembaga sosial berfungsi agar ada keteraturan dan integrasi dalam masyarakat.
d. Koentjaranigrat
Lembaga sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas untuk memenuhi kompleksititas kebutuhan dalam kehidupan manusia.
Fungsi Lembaga Sosial
Lembaga sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia memiliki beberapa fungsi, yaitu:
Memberikan pedoman pada anggota masyarakat tentang bagaimana harus bertingkah laku dan bersikap dalam menghadapi masalah sosial.
Menjaga keutuhan masyarakat.
Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial.
Dalam buku Sosiologi: Jilid 3, selain fungsi di atas, fungsi lembaga sosial terdiri atas dua bentuk, yaitu manifes dan laten.
a. Fungsi Manifes
Fungsi manifes adalah fungsi lembaga sosial yang disadari dan menjadi harapan banyak orang. Contohnya, lembaga keluarga berfungsi sebagai tempat sosialisasi dan internalisasi nilai dan norma yang berlaku.
Contoh lainnya, lembaga ekonomi yang berfungsi mengatur sistem produksi, distribusi, dan konsumsi barang yang dibutuhkan oleh masyarakat.
b. Fungsi Laten
Fungsi laten adalah fungsi lembaga sosial yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama banyak orang. Sederhananya, fungsi ini tidak tampak tetapi ada dalam masyarakat.
Contohnya, dalam lembaga keluarga, perkawinan dijadikan sebagai sarana untuk menutup rasa malu dari anggapan yang mengatakan bahwa orang yang tidak menikah berarti tidak laku.
Ciri-Ciri Lembaga Sosial
Dikutip dari buku Blak-Blakan Bahas Mapel Sosiologi SMA karya Siti Ruchayati, ciri-ciri umum lembaga sosial, yaitu:
Memiliki simbol sebagai ciri khas suatu lembaga. Contohnya pada lembaga hukum Indonesia memiliki ciri khas simbol timbangan.
Memiliki tata tertib dan tradisi yang dibuat sebagai panutan seluruh anggota baik secara tertulis maupun tidak tertulis,
Memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu.
Mempunyai alat-alat kelengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Lamanya usia lembaga sosial membuat lembaga tersebut memiliki sistem pewarisan dari generasi ke generasi.
Adanya ideologi atau sistem gagasan sebagai nilai untuk menafsirkan berbagai masalah sosial yang ada di masyarakat.
Memiliki masa waktu dan daya tahan. Maksudnya lembaga tersebut terbentuk dalam waktu yang lama dan akan bertahan dalam waktu yang lama pula.
Baca Juga: Fungsi Laten Lembaga Politik dan Manifesnya dalam Ilmu Sosial
Klasifikasi Lembaga Sosial
Masih dari sumber yang sama, secara garis besar lembaga sosial dapat diklasifikasi dalam dua cara di bawah ini.
a. Secara tidak terencana
Artinya lembaga tersebut lahir secara bertahap dalam praktik kehidupan masyarakat. Lembaga ini umumnya terbentuk ketika manusia menghadapi berbagai masalah yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan hidup.
Contohnya, dalam aspek ekonomi, ketika sistem barter sudah tak dianggap efisien, maka masyarakat menggunakan mata uang untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Ini memerlukan lembaga ekonomi yang berperan untuk mengatur nilai mata uang suatu negara.
b. Secara Terecana
Artinya lembaga sosial muncul melalui suatu perencanaan yang matang oleh seorang atau sekelompok orang yang memiliki kekuasaan atau wewenang.
Contohnya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kota yang penghasilannya terus menurun akibat lahan usaha dan pertanian, pemerintah membentuk lembaga transmigrasi.
Lembaga tersebut bertanggung jawab untuk mengembangkan program sosial yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata.
Jenis-Jenis Lembaga Sosial di Masyarakat
Dirangkum dari buku Pasti Bisa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTS Kelas VII yang disusun oleh tim Ganesha Operation, berikut jenis-jenis lembaga sosial di masyarakat.
1. Keluarga
Keluarga adalah unit sosial terkecil yang ada dalam masyarakat dan menjadi institusi pertama yang dimasuki manusia setelah dilahirkan. Keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah menurut agama, adat, atau pemerintah.
2. Lembaga Agama
Lembaga agama adalah suatu kelompok yang menjalankan keyakinan atau praktik suatu agama tertentu. Peran lembaga agama, yaitu memberikan aturan yang jelas terhadap kehidupan sosial maupun tingkah laku manusia, mengajarkan cara beribadah, dan mendorong manusia untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
3. Lembaga Ekonomi
Lembaga ekonomi adalah lembaga yang mengatur kegiatan ekonomi, mulai dari produksi, distribusi, dan konsumsi baik dari aspek barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Tujuan dari lembaga ini mengatur agar kebutuhan manusia dapat terpenuhi dan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
4. Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan adalah suatu badan atau organisasi yang memiliki visi dan misi untuk mencetak, memperoleh, dan mengembangkan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam pembangunan negara di segala aspek.
5. Lembaga Politik
Lembaga politik adalah lembaga yang memiliki tujuan untuk menegakkan ketertiban dan keadilan dalam sebuah negara.
Fungsi dari lembaga ini, yaitu memelihara ketertiban dalam negeri maupun luar negeri, mengusahakan kesejahteraan umum, dan mengatur proses politik yang berjalan.
(IPT)
