Konten dari Pengguna

Pengertian Likuiditas, Solvabilitas, Rentabilitas, dan Soliditas

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rasio keuangan. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rasio keuangan. Foto: iStock

Sebutkan pengertian likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan soliditas! Secara umum, likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan soliditas merupakan jenis-jenis rasio keuangan.

Dikutip dari Analisis Laporan Keuangan oleh Astuti dkk., rasio keuangan adalah analisis yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan laba perusahaan dari periode yang satu ke periode yang lain.

Rasio keuangan sering digunakan untuk mengukur kekuatan atau kelemahan yang dihadapi perusahaan di bidang keuangan yang pada dasarnya tidak hanya berguna bagi kepentingan internal perusahaan, melainkan juga pihak eksternal.

Dengan adanya rasio keuangan, dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan apakah dalam keadaan baik atau tidak, serta bagaimana pertumbuhan laba yang dialami perusahaan.

Berdasarkan fungsinya, rasio keuangan terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan soliditas. Untuk mengetahui lebih jelas, simak uraian lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Likuiditas, Solvabilitas, Rentabilitas, dan Soliditas

Dikutip dari Manajemen Keuangan oleh Mohamad Johan Efendi dan Dwi Dewianawati, berikut pengertian likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan soliditas.

1. Likuiditas

Likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial yang berjangka pendek tepat pada waktunya.

Secara sederhana, likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek. Rasio ini digunakan untuk menunjukkan seberapa likuidnya suatu perusahaan serta kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar.

Ilustrasi laporan rasio likuiditas. Foto: iStock

Dengan kata lain, rasio ini berfungsi untuk mengukur kemampuan perusahaan agar membayar kewajiban yang segera jatuh tempo. Rasio likuiditas meliputi:

  1. Current Ratio, yakni rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.

  2. Quick Ratio, yakni perbandingan antara aktiva lancar setelah dikurangi persediaan dengan utang lancar. Quick ratio yang rendah menunjukkan adanya investasi yang sangat besar dalam persediaan atau disebabkan perputaran persediaan yang lambat.

  3. Cash Ratio, yakni perbandingan antara kas atau setara kas dengan utang lancar. Rasio ini menujukkan seberapa besar kemampuan perusahaan melunasi utang lancarnya dengan menggunakan kas yang dimilikinya.

2. Solvabilitas

Solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya, berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya.

Dalam arti yang lebih luas, solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang, apabila perusahaan dibubarkan atau dilikuidasi.

Ilustrasi laporan keuangan perusahaan. Foto: iStock

3. Rentabilitas

Rentabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan agar dapat terjaga kontinuitasnya.

Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada, seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya.

4. Soliditas

Soliditas adalah tingkat rasio yang dimiliki perusahaan yang menggambarkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap perusahaan, sehingga menunjukkan perusahaan tersebut dalam kondisi sehat.

(SFR)