Pengertian Mujahir dalam Islam beserta Ciri-ciri dan Dampaknya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kata mujahir atau mujahirin terdapat dalam hadits tentang perbuatan maksiat. Mujahir adalah salah satu perbuatan tercela yang masuk ke dalam dosa besar.
Mujahir adalah sifat yang harus dihindari karena bisa merugikan umat Muslim, baik di dunia maupun di akhirat. Agar lebih memahami, simak pengertian mujahir dalam Islam dan ciri-cirinya sebagai berikut.
Arti Mujahir dalam Islam
Mujahir adalah salah satu dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah selain syirik. Hal ini dijelaskan dalam hadits sahih mutafaq alaih yang diriwayatkan Imam Al Bukhari dan Muslim. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
كل أُمتي مُعَافًى إلا المُجاهرين …
Artinya: “Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin.”
Syaikh Salim bin Ied Al Hilali dalam buku Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 4 (2005) menjelaskan bahwa arti mujahirin adalah orang-orang yang berbuat maksiat dan mengumumkannya dengan perasaan bangga.
Dalam hadits yang sama dijelaskan pula ciri dan tanda perbuatan mujahir. Seseorang telah melakukan mujahir apabila ia melakukan maksiat di malam hari dan Allah menutupi perbuatan tersebut. Lalu di pagi hari, dia menyingkap tabir Allah atas dirinya dengan berkata, "Wahai fulan, tadi malam aku melakukan ini dan itu."
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa mujahir sama artinya dengan membuka aib sendiri dan merasa bangga atasnya.
Terang-terangan berbuat dosa atau membuka aib sendiri merupakan perbuatan maksiat di luar dosa yang dilakukan. Itu karena perbuatan tersebut mengandung sikap penentangan dan meremehkan keagungan Allah.
Di dalam sikap terang-terangan soal perbuatan dosa mengandung lima kejahatan sekaligus. Pertama adalah dosa yang telah dilakukan. Kedua, menyebut-nyebut perbuatan dosa padahal Allah telah menutupinya.
Yang ketiga adalah menyia-nyiakan tabir atau pelindung yang Allah berikan. Keempat, menggerakkan keinginan untuk berbuat maksiat kepada orang yang dia perlihatkan. Dan yang kelima ialah menanamkan keinginan berbuat maksiat pada orang lain dan menggiringnya untuk melakukan kejahatan tersebut.
Dampak Perbuatan Mujahir
Dirangkum dari buku Kiat Membersihkan Hati dari Kotoran dan Maksiat oleh Ibn Qayyim al Jauzah (2008), perilaku mujahir dapat menyebabkan kerugian bagi manusia di dunia maupun akhirat. Berikut adalah kerugian dari berbuat dosa secara terang-terangan:
1. Mematikan hati
Dampak maksiat yang paling mengkhawatirkan adalah dimatikannya hati sehingga tidak ada keinginan untuk bertobat. Ciri tanda hati yang mati di antaranya bertobat kepada Allah, tetapi tobatnya hanya sebatas di lisan karena hati telah terikat kepada maksiat.
2. Merusak akal sehat
Dosa dapat merusak akal seorang Muslim. Dalam Islam, akal adalah cahaya, sedangkan maksiat memadamkan cahaya. Jika seseorang berbuat dosa, akalnya pasti telah tertutup dengan maksiat. Karena jika akalnya berfungsi, orang tersebut tidak akan melakukan maksiat karena takut akan Allah.
3. Mendapat sial
Di antara dampak maksiat adalah mendapat kehinaan dan kesialan selama di dunia. Apabila seseorang telah hina di hadapan Allah, maka tidak ada yang bisa memuliakannya. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah pada Surat Al Hajj ayat 18.
4. Dilaknat Allah
Terang-terangan melakukan maksiat juga membuat pelakunya memandang remeh dosa. Ini merupakan tanda kebinasaan. Sebab, semakin remeh dosa dalam pandangan seorang hamba, semakin besar dosa tersebut menurut pandangan Allah. Perilaku mujahir juga merupakan ciri orang takabur yang dapat mendatangkan laknat Allah.
(GLW)
