Pengertian Organisasi Tingkat Individu dan Perannya di Muka Bumi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semua kehidupan di alam memperlihatkan struktur yang rapi dalam bentuk organisasi. Organisasi tersebut tersusun dalam beberapa tingkatan, mulai dari organisasi tingkat individu, sel, jaringan, organ, sistem organ, hingga biosfer. Masing-masing tingkatan tersebut memiliki fungsi dan peran yang berbeda-beda.
Mengutip modul Elektronik Biologi dari Kemendikbud, tingkatan organisasi kehidupan di alam lebih dikenal dengan sebutan hierarki kehidupan. Tingkatan organisasi makhluk hidup ini merupakan cabang ilmu biologi yang jika dipelajari akan memberikan manfaat, antara lain:
Memberikan pengetahuan tentang pentingnya pelaksanaan kegiatan konservasi terhadap sumber daya hayati, agar tidak punah.
Memberikan pemahaman kepada manusia untuk meningkatkan taraf hidupnya.
Memberikan rangsangan kepada manusia untuk melakukan diversifikasi pemanfaatan sumber daya hayati sekaligus memperolehnya dengan cara yang belum pernah ada.
Pembahasan kali ini akan menjabarkan apa itu organisasi tingkat individu. Organisasi tingkat individu sendiri berada di urutan kelima dalam tingkatan organisasi kehidupan makhluk hidup.
Merangkum dalam buku Praktis Belajar Biologi tulisan Fiktor Ferdinand P (2013: 25), berikut pengertian organisasi tingkat individu dan perannya dalam kehidupan di muka bumi.
Pengertian Organisasi Tingkat Individu dan Perannya
Individu adalah organisme yang tersusun oleh kumpulan sistem organ. Individu dapat berupa organisme bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler).
Sebagai contoh, bakteri dan protozoa adalah contoh organisme bersel tunggal. Satu sel dan satu protozoa dikatakan sebagai satu individu. Sementara itu, manusia, kucing, kelapa, dan tanaman melati merupakan contoh organisme multiseluler. Seorang manusia, seekor kucing, sebatang pohon kelapa, dan setangkai tanaman melati juga dikatakan sebagai satu individu.
Individu multiseluler terbentuk dari berbagai sistem organ yang saling bekerja sama dalam satu kesatuan. Oleh sebab itu, setiap sistem organ memiliki kebergantungan pada sistem organ lainnya.
Misalnya, manusia memiliki sistem pernapasan, sistem peredaran darah, sistem pencernaan, sistem ekskresi, sistem koordinasi, sistem gerak, dan sistem reproduksi yang saling bergantung satu sama lain. Perhatikan ilustrasi sistem organ yang bekerja di tubuh individu berikut ini.
Sistem peredaran darah tidak akan berfungsi dengan baik, jika terjadi gangguan pada sistem pernapasan. Sebab, untuk memompa darah, jantung membutuhkan energi yang diperoleh dari oksigen.
Jika jantung tidak dapat bekerja secara optimal, peredaran oksigen dan sari-sari makanan pada tubuh akan terganggu pula. Hal ini dapat berakibat fatal bagi tubuh secara keseluruhan.
Permasalahan Biologi pada Tingkat Individu
Adanya kerja sama antar organ tubuh, membuat individu mampu melakukan fungsi hidupnya dengan baik. Namun, ketika salah satu organ ini terganggu, muncul permasalah biologi yang menimpanya.
Menurut buku Cerdas Belajar Biologi untuk Kelas X karangan Oman Karmana (2008: 16), pada tingkat organisasi individu, masalah yang kerap dihadapi adalah gangguan-gangguan penyakit, seperti terserang virus, bakteri, atau penyakit langka yang belum diketahui sebabnya.
Permasalahan biologi tingkat individu pada hewan juga bisa menyangkut masalah perkembangbiakan yang terlalu lambat, seperti kasus bedak bercula yang menyebabkan spesies tersebut berada di ambang kepunahan.
(VIO)
