Konten dari Pengguna

Pengertian Pasiva dan Aktiva dalam Ilmu Akuntansi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

illustasi laporan keuangan berupa aktiva dan pasiva. foto: pexels.
zoom-in-whitePerbesar
illustasi laporan keuangan berupa aktiva dan pasiva. foto: pexels.

Dalam suatu perusahaan terdapat kegiatan yang berhubungan dengan keuangan. Aktivitas yang melibatkan keuangan perlu dicatat dan dilaporkan.

Dalam mencatat laporan keuangan, Anda tentu tidak asing dengan laporan neraca. Mengutip dari buku Laporan Akuntansi untuk SMK/MAK dan SMA/MA oleh Hery, laporan neraca berisi kondisi keuangan di dalam perusahaan yang biasanya menyajikan harta atau aktiva, kewajiban atau pasiva, dan modal.

Fungsi ketiga unsur tersebut bisa membantu Anda dalam melihat perkembangan perusahaan. Berikut akan dibahas mengenai aktiva dan pasiva. Simak penjelasan di bawah ini yang dikutip dari E-modul Ekonomi Kelas XII oleh Tri Setiorini dan kawan-kawan.

Aktiva atau Harta

Aktiva atau harta adalah sumber ekonomi atau kekayaan yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan di masa mendatang. Aktiva atau aset terdiri dari:

  • Aktiva lancar: aset yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dijual atau digunakan hingga habis per unitnya dalam jangka waktu 12 bulan. Contohnya, uang kas rekening, surat berharga, deposito jangka pendek, wesel tagih dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun, piutang usaha, dan persediaan barang dagang.

  • Penyertaan atau investasi: penyertaan modal dalam jangka panjang kepada perusahaan lain dengan tujuan menguasai perusahaan lain. Contohnya, penyertaan dalam bentuk saham atau obligasi dan aktiva lain seperti pembelian tanah dengan rencana penggunaan yang akan datang.

  • Aktiva tetap: aset berwujud yang dipakai untuk operasional perusahaan dan memiliki masa manfaat satu tahun atau lebih. Contohnya, tanah atau hak atas tanah, bangunan, mesin, peralatan, sumber alam, dan kendaraan.

  • Aktiva tidak berwujud: hak istimewa perusahaan untuk menghasilkan pendapatan. Contohnya, hak paten, hak cipta, hak merk, waralaba (franchise), dan goodwill.

  • Aktiva lain-lain: aset yang tidak bisa digolongkan ke dalam empat jenis aktiva sebelumnya. Contohnya, aktiva tetap yang tidak digunakan, aktiva lancar yang tidak disertakan dalam kegiatan, beban-beban yang ditangguhkan, piutang kepada pemegang saham, dan utang.

illustrasi pasiva suatu perusahaan. foto: pexels.

Pasiva atau Utang

Pasiva adalah kewajiban atau utang perusahaan terhadap pihak lain yang harus dibayarkan. Kewajiban itu muncul dari tindakan atau transaksi pada masa sebelumnya. Pasiva terbagi menjadi:

  • Kewajiban lancar atau jangka pendek: utang yang lunas dalam jangka waktu satu tahun. Kewajiban lancar meliputi utang usaha, uang muka pembayaran, beban-beban yang masih harus dibayar, dan utang pembelian aktiva tetap atau pinjaman bank yang harus diselesaikan dalam waktu satu tahun.

  • Kewajiban jangka panjang: utang yang umumnya tidak dapat menggunakan aktiva lancar dalam pelunasannya. Kewajiban jangka panjangnya meliputi obligasi, hipotik, dan pinjaman gadai.

  • Kewajiban lain-lain: utang yang tidak bisa digolongkan ke dalam kewajiban lancar atau jangka panjang. Kewajiban lain-lain terdiri dari pendapatan yang ditangguhkan (lebih dari satu tahun), utang jaminan jangka panjang, dan utang kepada direksi atau perusahaan afiliasi.

(ZHR)