Konten dari Pengguna

Pengertian Perokok Pasif dan Bahayanya bagi Kesehatan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rokok. Sumber foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rokok. Sumber foto: Pexels.com

Selain perokok aktif, ada juga yang disebut dengan perokok pasif. Mengapa bisa ada istilah tersebut dan bagaimana seseorang bisa disebut sebagai perokok pasif?

Singkatnya, mereka yang disebut sebagai perokok pasif atau second-hand smoker adalah orang yang tidak merokok tetapi ikut menghirup asap rokok dari perokok aktif.

Pengertian Perokok Pasif

Mengutip situs web resmi Kementerian Kesehatan RI, pengertian perokok pasif adalah orang yang bukan perokok, tetapi menghirup asap rokok orang lain. Atau, orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok.

Kemenkes RI juga menegaskan bahwa perokok pasif memiliki bahaya kesehatan yang sama dengan perokok aktif. Keduanya berpotensi mengidap penyakit seperti gangguan kardiovaskular, asma, kanker paru-paru, gangguan kehamilan, dan lain-lain.

Tentunya bahaya dari merokok sudah cukup banyak diketahui oleh orang-orang. Sebab, rokok mengandung berbagai zat yang berbahaya bagi tubuh. Mengutip dari buku Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VIII yang ditulis Wasis dan Sugeng Yuli Irianto, sekitar 40 zat kimia di antaranya termasuk senyawa racun dan karsinogenik atau pemicu kanker.

Berdasarkan penelitian, hal negatif lainnya dari rokok antara lain:

  • Kanker saluran pernapasan dan paru-paru.

  • Penyempitan pembuluh darah.

  • Penyakit jantung koroner.

  • Naiknya kadar gula (sakit diabetes).

  • Kerusakan sel reproduksi pria dan wanita, sehingga menyebabkan impotensi dan kemandulan.

  • Naiknya kadar lemak.

  • Meningkatkan jumlah bayi yang lahir prematur.

Perbedaan Perokok Aktif dan Pasif

Ilustrasi rokok. Foto: Pixabay.com

Dari pengertian mengenai perokok pasif yang telah disampaikan sebelumnya, mungkin kamu sudah mengetahui apa perbedaannya dengan perokok pasif. Namun, agar bisa lebih jelas memahaminya, ketahui juga apa itu pengertian dari perokok aktif.

Menurut Kemenkes RI, perokok aktif adalah orang yang mengonsumsi rokok secara rutin dengan sekecil apa pun walaupun itu hanya satu batang dalam sehari.

Perokok aktif juga disebut sebagai orang yang mengisap rokok walau tak rutin sekalipun atau hanya sekadar coba-coba dan cara mengisap rokoknya pun hanya sekadar mengembuskan asap walau tidak diisap masuk ke dalam paru-paru.

Perokok aktif dan perokok pasif memiliki risiko bahaya yang sama, antara lain:

  1. Menyebabkan kanker rahim dan keguguran

  2. Menyebabkan kemandulan dan impotensi

  3. Menyebabkan kanker kulit

  4. Tulang lebih mudah patah

  5. Menyebabkan strok dan serangan jantung

  6. Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap

  7. Menyebabkan paru-paru kronis

  8. Kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan perokok

  9. Gangguan pada mata, seperti katarak.

  10. Kerontokan rambut

Bahaya Perokok Pasif bagi Jantung dan Paru-Paru

Ilustrasi serangan jantung dampak dari merokok. Sumber: Pixabay.com

Sebelum mencari tahu berbagai dampak asap rokok bagi perokok pasif, ada baiknya untuk mengetahui apa saja zat-zat berbahaya dalam rokok bagi tubuh.

Menurut buku Ilmu Pengetahuan Alam yang ditulis Siti Zubaidah dkk., berikut adalah senyawa-senyawa yang terdapat pada rokok.

  • Tar, yaitu zat yang biasanya merupakan sisa pengolahan minyak bumi.

  • Karbon monoksida, yaitu gas beracun yang berasal dari pembakaran tidak sempurna, termasuk dari asap kendaraan bermotor.

  • Natrium hidroksida, yaitu bahan yang digunakan untuk produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, sabun, maupun detergen.

  • Formalin, yaitu bahan yang biasa digunakan untuk mengawetkan katak, ular, dan hewan lain di dalam laboratorium.

  • Geranol, yaitu bahan yang biasa digunakan sebagai bahan aktif dalam pestisida.

  • Toluen, yaitu bahan yang biasa digunakan sebagai bom atau dinamit TNT.

  • Hidrasin, yaitu bahan yang biasa digunakan sebagai salah satu bahan bakar roket.

  • Urea, yaitu zat yang terdapat dalam urine dan digunakan sebagai pupuk.

  • Metanol, yaitu zat beracun yang biasanya digunakan sebagai bahan bakar dan pelarut politur.

  • Cadmium, yaitu logam yang biasa digunakan sebagai bahan pembuatan baterai.

  • Aseton, yaitu bahan yang biasa digunakan sebagai penghilang kutek.

  • Hidrogen sianida, yaitu zat berbahaya yang biasa digunakan sebagai racun tikus.

  • Naptalin, yaitu zat yang biasa digunakan sebagai pewangi pakaian dalam lemari.

  • Asam asetat, yaitu zat yang biasa digunakan sebagai pembersih lantai.

Ilustrasi rokok. Sumber: Freepik.com

Ada beragam bahaya rokok bagi perokok pasif. Berdasarkan buku yang berjudul Telaah Ilmiah dan Patologi Paparan Asap Rokok terhadap Penyakit Jantung karya Meity Ardiana, hubungan perokok pasif dengan gangguan kesehatan pertama kali dikonfirmasi pada pertengahan 1980-an.

Pada masa itu, asosiasi melaporkan perokok pasif dengan penyakit-penyakit. Berbagai penyakit tersebut antara lain penyakit jantung, kanker paru-paru, pemburukan asma, Sudden Infant Deaths (SIDs), dan masih banyak lagi.

Sejumlah penelitian retrospektif dan kohort menunjukkan bahwa perokok pasif memiliki 30 persen peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Sementara itu, penelitian lain menyebutkan bahwa perokok pasif memiliki risiko 1,25 kali terkena penyakit jantung koroner. Peningkatan risiko ditemukan sama besarnya pada perokok aktif.

Berbagai penelitian juga melaporkan peningkatan risiko kanker paru-paru, baik pada perokok aktif maupun pasif. Sebelum meluasnya penggunaan rokok, kanker paru merupakan penyakit dengan prevalensi yang cukup rendah.

Namun, karena dipasarkan dalam skala besar dan penggunaan rokok yang meluas, kejadian kanker paru-paru meningkat secara dramatis baik pada pengguna aktif maupun pasif.

Cara Menghindari Keinginan untuk Merokok

Ada beberapa tips untuk menghindari diri agar tidak terpengaruh untuk merokok. Hal ini sangat dianjurkan bagi perokok pasif agar tidak menjadi perokok aktif, atau perokok aktif yang sudah mulai ingin berhenti merokok.

Mengutip kembali Kementerian Kesehatan RI, berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

  1. Hindari berkumpul dengan teman-teman yang sedang merokok.

  2. Jangan malu mengatakan bahwa diri kita bukan perokok.

  3. Lakukan hal-hal positif lainnya, seperti olahraga, membaca, atau hobi lain yang menyehatkan.

  4. Hindari sesuatu yang berhubungan dengan rokok (sponsor, iklan, poster, atau rokok gratis).

  5. Perbanyak mencari informasi tentang bahaya rokok.

  6. Yakinlah bahwa rokok bukan satu-satunya sarana pergaulan.

Di samping itu, upayakan juga agar orang-orang di sekitar seperti keluarga agar tidak menjadi perokok pasif.

(AMP)

Frequently Asked Question Section

Mengapa perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif?

chevron-down

Menurut Kementerian Kesehatan, perokok pasif memiliki bahaya kesehatan yang sama dengan perokok aktif.

Penyakit apa saja yang dapat menyerang perokok pasif?

chevron-down

Gangguan kardiovaskular, asma, kanker paru-paru, gangguan kehamilan, dan lain-lain.

Apa itu perokok pasif dan apa bahayanya?

chevron-down

Perokok pasif adalah orang yang bukan perokok, tetapi menghirup asap rokok orang lain. Atau, orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok. Bahaya menjadi perokok pasif di antaranya berpotensi terkena kanker rahim dan keguguran, kemandulan dan impotensi, kanker kulit, tulang lebih mudah patah, mengalami strok dan serangan jantung, dan lainnya.