Pengertian Pola Aliran Sungai dari Dendritik hingga Paralel

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pola aliran sungai adalah kumpulan dari sungai yang memiliki bentuk sama yang menggambarkan keadaan profil dan genetik sungai tersebut.
Pola aliran sungai juga terbentuk karena beberapa faktor, seperti faktor alam, batuan di sekitarnya, bencana alam, hingga struktur geologi. Itu sebabnya, pola aliran sungai tidak bisa diprediksi.
Namun, sebelum membahas lebih lanjut terkait pola aliran sungai, berikut adalah pengertian tentang sungai yang dikutip dari berbagai sumber, yakni:
Menurut Yodi Isnaini, sungai adalah areal sempadan kiri-kanan sungai yang terkena atau terbanjiri luapan air sungai.
Menurut National Geographic, sungai adalah aliran besar air alami yang mengalir.
Menurut Undang-Undang No. 35 Tahun 1991, sungai adalah lahan pada kedua sisi sepanjang palung sungai di hitung dari tepi sampai dengan kaki tanggul sebelah dalam.
Lebih lanjut, mengutip dari buku Siap Menghadapi Ujian Nasional Geografi SMA/MA Tahun 2010 yang diterbitkan oleh Grasindo, menurut asal airnya, sungai bisa dibedakan menjadi beberapa macam, yakni:
Sungai mata air, sungai yang airnya berasal dari mata air.
Sungai hujan, sungai yang airnya berasal dari hujan.
Sungai gletser, sungai yang airnya berasal dari gletser yang mencair.
Sungai campuran, sungai yang airnya berasal dari berbagai macam sumber.
Banyak sungai yang tersebar di seluruh penjuru daerah di Indonesia, seperti Sungai Musi, Sungai Barito, Sungai Kapuas, dan sebagainya.
Pola Aliran Sungai
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap sungai memiliki pola aliran sungai yang berbeda-beda. Adanya pola aliran sungai ini disebabkan karena berbagai macam faktor, seperti faktor alam, dan lain sebagainya.
Mengutip jurnal Pola Aliran Sungai yang disusun oleh Upi Supriatna, S.Pd, berikut adalah beberapa pola aliran sungai, yakni:
1. Pola aliran dendritik
Pola aliran dendritik merupakan pola aliran sungai yang mirip sebuah gambaran batang pohon dengan cabang-cabangnya, mengalir ke semua arah dan akhirnya menyatu diinduk sungai.
2. Pola aliran rektangular
Pola aliran rektangular dibentuk cabang – cabang sungai yang berkelok, berliku-liku, dan menyambung secara membentuk sudut-sudut tegak lurus.
3. Pola aliran trelis
Pola aliran trelis adalah pola aliran sungai yang berbentuk mirip panjang-panjang atau pola trali pagar. Pola ini merupakan ciri dari sungai yang berada pada batuan yang berlipat dan miring kuat.
4. Pola aliran radial
Pola aliran radial merupakan pola aliran sungai yang terjadi di banyak sungai berjenis konsekuen yang sentrifugal dari suatu puncak, misalnya pegunungan kubah hingga gunung berapi.
5. Pola aliran paralel
Pola aliran paralel merupakan pola aliran sungai yang mempunyai arah hampir sejajar antara sungai satu dengan yang lainnya.
6. Pola aliran dikotemik
Pola aliran dikotemik merupakan pola aliran sungai yang di mana terdapat sungai yang arah alirannya saling berlawanan.
7. Pola aliran anastomotik
Pola aliran anastomotik merupakan pola aliran yang berlika-liku atau disebut juga dengan meander.
8. Pola aliran barbeda
Pola aliran barbeda merupakan pola aliran sungai yang diselang-seling adanya danau.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa pengertian sungai menurut Undang-Undang No.35 Tahun 1991?

Apa pengertian sungai menurut Undang-Undang No.35 Tahun 1991?
Menurut Undang-Undang No. 35 Tahun 1991, sungai adalah lahan pada kedua sisi sepanjang palung sungai di hitung dari tepi sampai dengan kaki tanggul sebelah dalam.
Sebutkan tiga contoh sungai yang ada di Indonesia!

Sebutkan tiga contoh sungai yang ada di Indonesia!
Banyak sungai yang tersebar di seluruh penjuru daerah di Indonesia, seperti Sungai Musi, Sungai Barito, Sungai Kapuas, dan sebagainya.
Apa itu pola aliran sungai dendritik?

Apa itu pola aliran sungai dendritik?
Pola aliran dendritik merupakan pola aliran sungai yang mirip sebuah gambaran batang pohon dengan cabang-cabangnya, mengalir ke semua arah dan akhirnya menyatu diinduk sungai.
