Konten dari Pengguna

Pengertian Studi Ekologi, Jenis-Jenis, dan Karakteristiknya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mempelajari studi ekologi. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mempelajari studi ekologi. Foto: iStock

Pengertian studi ekologi atau studi korelasi populasi adalah studi epidemiologi dengan populasi sebagai unit analisis, yang bertujuan mendeskripsikan hubungan korelatif antara penyakit dan faktor-faktor yang diminati peneliti, misalnya umur, bulan, obat-obatan, dan lainnya.

Unit observasi dan unit analisis pada studi ini adalah kelompok (agregat) individu, komunitas, atau populasi yang lebih besar. Agregat tersebut biasanya dibatasi oleh secara geografis, misalnya penduduk provinsi, penduduk negara, dan sebagainya.

Artikel ini akan membahas lebih jelas mengenai studi ekologi, mulai dari pengertian, jenis-jenis, karakteristik, hingga kelebihan dan kekurangannya.

Pengertian Studi Ekologi

Ilustrasi ekologi. Foto: iStock

Dikutip dari Epidemiologi Lingkungan oleh H. J. Mukono (2002: 25), studi ekologi adalah suatu studi penemuan secara empirik terhadap suatu kelompok yang berlaku unit analisis.

Studi tersebut antara lain mencakup studi geografis, termasuk studi tentang kondisi provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, dan sebagainya.

Sementara, unit analisis adalah populasi yang cukup besar, tetapi hanya memerlukan biaya yang rendah dibandingkan dengan studi terhadap individu yang berlaku sebagai unit analisis.

Studi ekologi mempunyai dua sasaran penting, yaitu:

  1. Untuk generalisasi dan uji hipotesis dari etiologi, misalnya menerangkan terjadinya suatu penyakit.

  2. Mengevaluasi efektivitas dari suatu intervensi terhadap populasi, misalnya menguji pelaksanaan pencegahan penyakit dan peningkatan status kesehatan.

Jenis-Jenis Studi Ekologi

Ilustrasi studi ekologi fisis. Foto: iStock

Dikutip dari Buku Ajar Mata Kuliah Hukum Lingkungan oleh Aditia Syaprillah (2018: 12), jenis-jenis studi ekologi meliputi berbagai bidang sebagai berikut.

  1. Studi ekologi sosial, yaitu studi terhadap relasi sosial yang berada di tempat tertentu dan dalam waktu tertentu yang terjadinya oleh tenaga-tenaga lingkungan yang bersifat selektif dan distributif.

  2. Studi ekologi manusia, yaitu studi tentang interaksi antara aktivitas manusia dan kondisi alam.

  3. Studi ekologi kebudayaan, yaitu studi tentang hubungan timbal balik antara variabel habitat yang paling relevan dengan inti kebudayaan.

  4. Studi ekologi fisis, yaitu studi tentang lingkungan hidup dan sumber daya alamnya.

  5. Studi ekologi biologis, yaitu studi tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup, terutama hewan, tumbuh-tumbuhan, dan lingkungannya.

Sementara, jenis-jenis desain studi ekologi adalah sebagai berikut.

  1. Studi eksplorasi, yaitu studi yang membandingkan variasi geografi dari penyakit di suatu daerah.

  2. Studi komparasi multigrup, yaitu studi yang mengomparasi rata-rata tingkat paparan (X) dan penyakit dalam grup populasi (Y).

  3. Studi kecenderungan waktu, yaitu studi yang mempelajari dari waktu ke waktu adanya perubahan paparan dan perubahan frekuensi penyakit.

  4. Studi campuran, yaitu studi yang mempelajari perubahan paparan dari kecepatannya dalam grup populasi.

Karakteristik Studi Ekologi

Ilustrasi konsep ekologi dalam pembangunan berkelanjutan. Foto: iStock

Studi ekologi mempunyai tiga karakteristik penting untuk para peneliti yang hendak menggunakannya. Tiga karakteristik tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan peneliti tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen.

  • Memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata.

  • Memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan.

Kelebihan dan Kekurangan Studi Ekologi

Studi ekologi memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut.

  1. Kekuatan pada studi ekologikal adalah dapat menggunakan data insidensi, prevalensi maupun mortalitas (data sekunder).

  2. Rancangan ini tepat sekali digunakan pada penyelidikan awal hubungan penyakit, sebab mudah dilakukan dan murah dengan memanfaatkan informasi yang tersedia.

  3. Dapat mengevaluasi program, kebijakan dan regulasi.

Sementara, kekurangan studi ekologi adalah sebagai berikut.

  1. Studi ekologi tak dapat dipakai untuk menganalisis hubungan sebab akibat karena ketidakmampuan menjembatani kesenjangan status paparan dan status penyakit pada tingkat populasi dan individu.

  2. Studi ekologi juga tidak dapat dipakai untuk menganalisis hubungan sebab akibat karena ketidakmampuan untuk mengontrol faktor perancu potensial.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa sasaran penting studi ekologi?

chevron-down

Untuk generalisasi dan uji hipotesis dari etiologi dan mengevaluasi efektivitas dari suatu intervensi terhadap populasi.

Apa pengertian studi ekologi sosial?

chevron-down

Studi ekologi sosial, yaitu studi terhadap relasi sosial yang berada di tempat tertentu dan dalam waktu tertentu yang terjadinya oleh tenaga-tenaga lingkungan yang bersifat selektif dan distributif.

Apa pengertian studi ekologi manusia?

chevron-down

Studi ekologi manusia, yaitu studi tentang interaksi antara aktivitas manusia dan kondisi alam.