Konten dari Pengguna

Pengertian Tanda Hubung dan Tanda Pisah serta Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian tanda hubung dan tanda pisah. Sumber: PIxabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian tanda hubung dan tanda pisah. Sumber: PIxabay

Apa pengertian tanda hubung dan tanda pisah?

Dalam bahasa Indonesia, tanda hubung merupakan lambang atau petunjuk yang menghubungkan unsur kata. Sedangkan, tanda pisah ialah lambang yang memisahkan atau membatasi kata atau kalimat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tanda hubung adalah tanda garis (-) untuk menghubungkan unsur kata yang terpisah oleh pergantian baris, memisahkan bentuk ulang, atau menggabungkan unsur bentuk majemuk.

Sementara itu, tanda pisah adalah tanda baca (—) yang membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan khusus di luar bangun kalimat.

Meski memiliki lambang yang mirip, fungsi keduanya jelas sangat berbeda. Berikut kaidah penerapan tanda hubung dan tanda pisah sebagaimana dirangkum dari PUEBI Daring, puebi.readthedocs.io.

Pengertian Tanda Hubung dan Tanda Pisah Beserta Contohnya

Tanda Hubung (-)

1. Tanda hubung dipakai untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris. Contohnya:

  • Di samping cara lama, diterapkan juga ca-ra baru ….

  • Kini ada cara yang baru untuk meng-ukur panas.

2. Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur kata ulang. Contohnya:

  • anak-anak

  • berulang-ulang

3. Tanda hubung dipakai untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka atau menyambung huruf dalam kata yang dieja satu-satu. Contohnya:

  • 11-11-2013

  • p-a-n-i-t-i-a

Ilustrasi pengertian tanda hubung dan tanda pisah dalam kalimat. Sumber: PIxabay

4. Tanda hubung dapat diterapkan untuk memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan. Contohnya:

  • ber-evolusi

  • dua-puluh-lima ribuan (25 x 1.000)

  • mesin hitung-tangan

5. Tanda hubung dipakai untuk merangkai:

  • se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital (se-Indonesia, se-Jawa Barat);

  • ke- dengan angka (peringkat ke-2);

  • angka dengan –an (tahun 1950-an);

  • kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf kapital (hari-H, sinar-X, ber-KTP, di-SK-kan);

  • kata ganti Tuhan (ciptaan-Nya, atas rahmat-Mu);

  • huruf dan angka (D-3, S-1, S-2); dan

  • kata ganti -ku, -mu, dan -nya dengan singkatan yang berupa huruf kapital (KTP-mu, SIM-nya, STNK-ku).

6. Tanda hubung digunakan untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing. Contohnya:

  • di-sowan-i (bahasa Jawa, 'didatangi')

  • di-back up

7. Tanda hubung diterapkan untuk menandai bentuk terikat yang menjadi objek bahasan. Contohnya:

  • Kata pasca- berasal dari bahasa Sanskerta.

  • Akhiran -isasi pada kata betonisasi sebaiknya diubah menjadi pembetonan.

Tanda Pisah (—)

1. Tanda pisah dapat dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat. Contohnya:

  • Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai—diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.

  • Keberhasilan itu—kita sependapat—dapat dicapai jika kita mau berusaha keras.

2. Tanda pisah dapat digunakan juga untuk menegaskan keterangan aposisi atau keterangan yang lain. Contohnya:

  • Soekarno-Hatta—Proklamator Kemerdekaan RI—diabadikan menjadi nama bandar udara internasional.

  • Rangkaian temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.

3. Tanda pisah diterapkan di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti 'sampai dengan' atau 'sampai ke'. Contohnya:

  • Tahun 2010—2013

  • Tanggal 5—10 April 2013

  • Jakarta—Bandung

(AMP)