Pengertian Tata Busana Pentas Teater dan Cara Merancangnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pementasan teater merupakan kerja kolektif yang melibatkan banyak orang. Dalam prosesnya, pementasan teater melibatkan kolaborasi antara sutradara, pemain, dan tim artistik.
Menurut buku Seni Teater untuk SMP oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, seni teater adalah keseluruhan cakupan yang melatarbelakangi pertunjukan teater dan unsur yang terkandung di dalamnya.
Tata artistik sendiri merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari teater. Pertunjukan teater menjadi tidak utuh tanpa tata artistik yang mendukungnya.
Unsur-unsur artistik yang dimaksud meliputi, tata panggung, tata busana, tata cahaya, tata rias, tata suara, dan tata musik. Seluruhnya membantu pementasan menjadi sempurna sebagai pertunjukan.
Tata panggung merupakan pengaturan di panggung selama pementasan berlangsung. Kemudian tata cahaya merupakan pengaturan pencahayaan di daerah sekitar panggung yang membantu menghidupkan pemain.
Sebuah teater juga harus didukung oleh tata musik yang mengiringi pementasan teater guna memberikan penekanan pada suasana permainan. Selain itu, tata suara juga penting untuk mengatur suara yang dihasilkan dari berbagai sumber bunyi, seperti aktor dan musik.
Pengertian Tata Busana Pentas Teater
Hal yang tidak kalah penting lainnya adalah busana pemain selama pementasan teater. Dengan busana yang dikenakan, penonton dapat dengan mudah mengenali pemain saat teater berlangsung.
Mengutip dari buku Seni Teater oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tata busana pentas teater adalah pengaturan busana yang dikenakan oleh pemain sebuah pertunjukkan teater.
Tata busana juga sangat berpengaruh terhadap penonton, karena pemeran akan dikenal melalui penampilannya sebelum pemeran memainkan dialog. Busana yang tampak pada pertama kali akan membantu menggariskan karakter pemain selama pertunjukan.
Merancang Tata Busana Pentas Teater
Menurut buku Seni Budaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut ini cara-cara dalam merancang gaya busana untuk pertunjukan teater:
Pilih naskah lakon yang akan dipentaskan
Pelajari naskah lakon yang akan dipentaskan
Identifikasikan ada berapa macam busana yang ada dalam naskah lakon tersebut
Buatlah gambar sketsa busana sesuai keterangan yang ada di dalan naskah lakon
Buatlah gambar rancangan tata busana dan aksesorinya serta berikan ukuran
Gambar rancanganmu harus mengacu pada prinsip-prinsip fungsi tata busana dalam pementasan
Warnailah gambar rancangan itu sesuai dengan tata busana yang akan diwujudkan
Fungsi Tata Busana Pentas Teater
Supaya busana pementasan mempunyai efek yang diinginkan, maka busana perlu menunaikan beberapa fungsi tertentu, yaitu:
Membantu menghidupkan perwatakan pelaku.
Sebelum pemain berdialog, busana yang dikenakan sudah bisa menunjukkan siapa tokoh yang dimainkan sesungguhnya. Busana juga bisa menunjukkan umur, status kebangsaan dan sosial, serta kepribadiannya.
Membantu menunjukkan individualisasi peranan
Warna dan gaya tata busana harus dapat membedakan peranan yang satu dengan lainnya
Membantu memberi fasilitas dan gerak pemain
Pemain harus dapat melaksanakan akting perannya tanpa terganggu oleh busana. Busana harus bisa menambah efek visual gerak, keindahan, dan menyenangkan dilihat dari berbagai posisi pemain.
(FNS)
