Konten dari Pengguna

Pengertian, Tujuan, dan Contoh Komunitas Praktisi di Lingkungan Sekolah

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh komunitas praktisi. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh komunitas praktisi. Foto: Unsplash.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan tenaga pendidik dalam meningkatkan kompetensi, salah satunya dengan mengikuti komunitas praktisi. Contoh komunitas praktisi di tiap sekolah berbeda-beda tergantung pada masalah yang dihadapi para pengajar.

Dikutip dari laman Kemdikbud, komunitas praktisi merupakan salah satu kurikulum dalam pendidikan guru penggerak. Melalui komunitas ini, guru bisa saling bertukar masalah dan praktik untuk direfleksikan bersama-sama.

Lantas, apa yang dimaksud komunitas praktisi? Simak ulasan tentang pengertian, tujuan, dan contohnya dalam artikel berikut.

Mengenal Komunitas Praktisi

Ilustrasi contoh komunitas praktisi. Foto: Unsplash.

Istilah komunitas praktisi pertama kali diperkenalkan oleh praktisi pendidikan Etienne Wenger dalam buku Community of Practice: Learning, Meaning, and Identity.

Komunitas praktisi adalah kumpulan individu dengan minat, pekerjaan, atau kegelisahan yang sama yang berkumpul untuk bercerita, berbagi, atau berdiskusi tentang suatu masalah ataupun praktik baik.

Adapun praktik yang dimaksud bergantung pada konteks peran anggota komunitas praktisi. Bagi tenaga pendidik, praktik dalam komunitas praktisi mencakup mengajar dan interaksi dengan murid.

Tujuan utama komunitas praktisi adalah untuk meningkatkan kompetensi guru sehingga dapat menjalankan perannya secara maksimal. Selain peningkatan kemampuan, komunitas praktisi juga memiliki sejumlah tujuan sebagai berikut.

  1. Mengedukasi anggota dengan mengumpulkan dan berbagi informasi yang berkaitan dengan masalah dan pertanyaan tentang praktik pengajaran dan pembelajaran.

  2. Memberi dukungan pada anggota melalui interaksi dan kolaborasi sesama anggota.

  3. Mendampingi anggota untuk memulai dan mempertahankan pembelajaran mereka

  4. Mendorong anggota untuk menyebarkan capaian anggota melalui diskusi dan berbagi.

  5. Mengintegrasikan pembelajaran yang didapatkan dengan pekerjaan sehari-hari.

Contoh Komunitas Praktisi

Ilustrasi contoh komunitas praktisi. Foto: Unsplash/

Tidak semua komunitas di sekolah dapat dikategorikan sebagai komunitas praktisi. Mengutip buku Penerapan Paradigma Baru Kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pembelajaran di Sekolah Penggerak yang ditulis Ropin Sigalingging, ada tiga karakteristik yang membedakan komunitas praktisi dengan komunitas lain, yaitu tdomain, komunitas, dan praktik.

Domain mencakup kesamaan atas hal yang dianggap penting oleh anggota komunitas. Komunitas mencakup norma atau aturan sosial yang disepakati oleh anggota. Sedangkan praktik mencakup pengetahuan yang dikembangkan, dibagikan, dan dipelihara sebagai hasil dari kegiatan komunitas praktisi sebagai hasil dari kegiatan komunitas praktis.

Contoh dari komunitas praktisi di sekolah adalah komunitas IT atau komunitas literasi. Misalnya, di SMP Bina Kasih 1, beberapa guru memiliki masalah dengan kemampuan mengoperasikan fasilitas sekolah yang berbasis teknologi (domain).

Karena ingin menjadi guru yang mampu memfasilitasi murid belajar secara aman dan nyaman, mereka mengadakan pertemuan dua minggu sekali di sekolah untuk belajar tentang teknologi dengan cara berdiskusi dan saling berbagi pengetahuan (komunitas). Hasil belajar tersebut dapat berupa catatan ringkasan pembelajaran, foto, video kegiatan, dan kumpulan dokumentasi hasil kegiatan peserta.

(GLW)