Konten dari Pengguna

Pengertian Virus, Ciri-Ciri, dan Strukturnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi virus. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus. Foto: iStock

Dalam sains, pengertian virus adalah organisme subselular yang ukurannya sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

Virus termasuk kelompok parasit, sehingga tidak dapat hidup bebas dan memerlukan sel hidup lain untuk perkembangbiakan.

Sebutan virus banyak digunakan untuk sesuatu yang dapat menyebabkan penyakit meskipun ada yang dimanfaatkan manusia dalam kehidupan, baik sebagai bioteknologi seperti rekayasa genetika maupun sebagai vaksin.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian, ciri-ciri, karakteristik, dan struktur virus.

Pengertian dan Ciri-Ciri Virus

Ilustrasi berbagai macam bentuk virus. Foto: iStock

Dikutip dari Dasar-Dasar Mikrobiologi dan Penerapannya oleh Dharma Gyta Sari Harahap, virus adalah mikroorganisme patogen yang hanya dapat berkembang biak di dalam sel makhluk hidup lain.

Hal tersebut karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Semua bentuk kehidupan dapat diinfeksi oleh virus, mulai dari manusia, hewan, tumbuhan, hingga bakteri dan arkea.

Virus sangat berbeda dengan mikroorganisme lain, sebab virus hanya mampu memperbanyak diri jika telah menginfeksi inangnya. Berikut beberapa karakteristik yang membedakan virus dengan mikroorganisme lain.

  1. Virus hanya mengandung salah satu asam nukleat saja, yaitu DNA atau RNA.

  2. Untuk memproduksinya hanya diperlukan asam nukleat saja.

  3. Virus tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri dari luar sel-sel hidup.

Dengan demikian, virus bukan mikroorganisme yang berkemampuan hidup mandiri, tetapi harus memanfaatkan sel-sel inang.

Perkembangbiakan virus yang dilakukan dengan pembelahan atau mereplikasi dirinya mengakibatkan kematian pada sel inang, sehingga virus banyak dikenal sebagai penyebab penyakit atau dapat merugikan kehidupan manusia.

Dikutip dari Dasar-Dasar Mikrobiologi oleh Burhanuddin Ihsan, ciri-ciri virus secara umum adalah sebagai berikut.

  1. Tidak mempunyai organisasi biasa.

  2. Mengandung pembungkus protein atau kapsul yang berikatan dengan protein, lipid, serta karbohidrat yang menyelubungi asam nukleat.

  3. Resisten terhadap antibiotik tetapi sensitif terhadap interferon.

  4. Dapat mensistesis struktur khusus yang mampu memindahkan asam nukleat virus pada sel lain.

  5. Mampu mereplikasi dalam sel hidup karena tidak mempunyai enzim yang dipakai untuk sintesis protein dan pembentukan ATP sehingga bersifat parasit obligat intraseluler.

Struktur Virus

Ilustrasi struktur virus. Foto: iStock

Virus memiliki struktur dan komposisi yang lebih sederhana dibandingkan dengan yang dijumpai pada sel prokariotik (sel yang tidak memiliki membran inti).

Virus terdiri dari seutas asam nukleat, baik DNA atau RNA, terbungkus dalam lapisan protein. Ukuran virus antara 20-25 nm sampai 200-300 nm.

Virus tidak tampak pada mikroskop biasa, tetapi dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan memiliki bentuk yang bermacam-macam.

Meskipun virus memiliki berbagai macam bentuk, virus mempunyai struktur yang sama, yakni sebagai berikut.

1. Kapsid

Kapsid adalah lapisan pembungkus DNA atau RNA dan dapat berbentuk heliks (batang) pada virus mozaik, ada yang berbentuk polihedral pada virus adenovirus, ataupun bentuk yang lebih kompleks lainnya.

2. Kapsomer

Kapsomer adalah subunit-subunit protein dengan jumlah jenis protein yang biasanya sedikit dan akan bergabung membentuk kapsid.

3. Selubung Virus

Selubung virus menyelubungi kapsid dan berfungsi untuk menginfeksi inangnya. Selubung ini terbentuk dari fosfolipid dan protein sel inang serta protein dan glikoprotein yang berasal dari virus itu sendiri.

(SFR)