Konten dari Pengguna

Penggolongan Larutan Berdasarkan Daya Hantar Listrik

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penggunaan alat untuk menentukan jenis larutan elektrolit dan non-elektrolit. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penggunaan alat untuk menentukan jenis larutan elektrolit dan non-elektrolit. Foto: iStock

Dalam ilmu kimia, penggolongan larutan berdasarkan daya hantar listrik dibedakan menjadi dua, yaitu larutan elektrolit dan non-elektrolit.

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Untuk memahami lebih jelas mengenai penggolongan larutan berdasarkan daya hantar listrik, simak pembahasan berikut.

Penggolongan Larutan Berdasarkan Daya Hantar Listrik

Ilustrasi tabel senyawa kimia. Foto: iStock

Dikutip dari Modul Pembelajaran SMA Kimia Kelas X oleh Rananda Vinsiah, larutan adalah campuran homogen dari dua zat atau lebih dengan perbandingan komposisi sesuai dengan komponen penyusunnya. Larutan tersusun dari pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute).

Berdasarkan daya hantar listriknya, sifat larutan dapat dipengaruhi oleh jenis zat yang terlarut dalam suatu larutan. Zat yang dapat larut dalam air dibedakan menjadi elektrolit dan non-elektrolit.

Perbedaan keduanya berdasarkan adanya daya hantar listrik pada larutan. Zat elektrolit dalam air akan terurai menjadi ion-ion, sedangkan zat non-elektrolit dalam pelarut air tidak terurai menjadi ion-ion.

Konsep larutan elektrolit dan non-elektrolit ini pertama kali diperkenalkan oleh ahli kimia asal Swedia, Svante August Arrhenius, pada tahun 1884.

Salah satu alat yang dapat digunakan dalam penentuan jenis larutan adalah elektrolit tester. Dalam penggunaannya, dua batang elektroda logam (misal tembaga) dimasukkan ke dalam larutan.

Kedua elektroda tidak boleh bersentuhan dan masing-masing dihubungkan dengan kutub arus listrik searah. Hasilnya, bola lampu akan hidup atau jarum akan bergerak untuk larutan elektrolit, sedangkan bola lampu akan mati untuk larutan non-elektrolit.

Berdasarkan uraian di atas, berikut penjelasan mengenai larutan elektrolit dan non-elektrolit.

1. Larutan Elektrolit

Ilustrasi salah satu larutan elektrolit adalah NH3. Foto: iStock

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik karena mengandung ion-ion yang bergerak bebas. Ion-ion itulah yang menghantarkan listrik melalui larutan. Larutan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Dapat menghantarkan listrik

  2. Terjadi proses ionisasi

  3. Lampu dapat menyala terang atau redup

  4. Adanya gelembung gas

Dikutip dari Smart Plus Bank Soal Kimia SMA oleh Tim Master Eduka, larutan elektrolit dibedakan menjadi dua, yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah.

a. Larutan Elektrolit Kuat

Larutan elektrolit kuat memiliki daya hantar listrik yang baik, meskipun pada konsentrasi rendah. Elektrolit kuat memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Terionisasi sempurna

  2. Menghantarkan arus listrik

  3. Lampu menyala terang

  4. Terdapat banyak gelembung gas

Contoh dari elektrolit kuat adalah HCL, H2SO4, NaOH, KOH, K2SO4, dan CaCL2.

b. Elektrolit Lemah

Larutan elektrolit lemah memiliki daya hantar listrik yang buruk, meskipun pada konsentrasi yang besar. Elektrolit lemah memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Terionisasi sebagian

  2. Menghantarkan arus listrik

  3. Lampu menyala redup

  4. Terdapat sedikit gelembung gas

Contoh dari elektrolit lemah adalah CH3COOH, HF, HNO2, NH3, dan C2H5OH.

2. Larutan Non-elektrolit

Ilustrasi salah satu larutan non-elektrolit adalah CH3OH. Foto: iStock

Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik. Larutan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Tidak dapat menghantarkan listrik

  2. Tidak terjadi proses ionisasi

  3. Lampu tidak menyala

  4. Tidak ada gelembung gas

Contoh dari larutan non-elektrolit adalah CO(HN2)2, CH3OH, C6H12)6, dan C2H5OH.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan larutan?

chevron-down

Larutan adalah campuran homogen dari dua zat atau lebih dengan perbandingan komposisi sesuai dengan komponen penyusunnya.

Apa saja materi penyusun larutan?

chevron-down

Larutan tersusun dari pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute).

Siapa yang memperkenalkan konsep larutan elektrolit dan non-elektrolit?

chevron-down

Konsep larutan elektrolit dan non-elektrolit ini pertama kali diperkenalkan oleh ahli kimia asal Swedia, Svante August Arrhenius, pada tahun 1884.