Penggunaan Huruf Kapital dalam Judul yang Baik dan Benar

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada beberapa orang, kesalahan penggunaan huruf kapital dalam judul tulisan bahasa Indonesia masih sering terjadi. Kesalahan penggunaan huruf kapital ini kerap ditemukan pada judul buku, majalah, surat kabar, makalah dan naskah bacaannya lainnya.
Sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, huruf pertama pada setiap kata di judul harus ditulis dengan huruf kapital. Namun, ternyata ada beberapa kata yang tetap ditulis kecil, meski berada di dalam judul.
Agar meminimalisasi adanya kekeliruan, penting untuk mengetahui cara penulisan huruf kapital dalam judul yang benar.
Lantas, bagaimana ketentuan penggunaan huruf kapital dalam judul yang baik dan benar? Simak uraian lengkapnya berikut ini, yang dikutip melalui berbagai sumber.
Ketentuan Penggunaan Huruf Kapital dalam Judul
Mengutip dalam buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah terbitan Institut Pertanian Bogor (2012: 33), penggunaan huruf kapital terletak di setiap awal kata dalam judul (buku, bab, subbab, dan seterusnya) dan nama berkala ilmiah, kecuali kata tugas.
Kata tugas yang dimaksud adalah “dan”, “yang”, “untuk”, “di”, “ke”, “dari”, “melalui”, “secara”, “dalam”, “berdasarkan”, yang tidak terletak pada posisi awal sebuah judul.
Contoh judul yang benar: Penggunaan Tanda Baca dan Jenis-jenisnya dalam Karya Tulis
Awal kalimat dan huruf awal di setiap kata dalam judul memang harus menggunakan huruf kapital. Namun, ada beberapa ketentuan yang melarang penggunaan huruf kapital dalam sebuah judul. Ketentuan yang dimaksud ialah sebagai berikut.
1. Kata Ulang Berubah Bunyi
Huruf kecil dalam judul digunakan pada kata ulang berubah bunyi. Contoh kata ulang berubah bunyi adalah Kalang-kabut, Sayur-mayur, Padu-padan, Serba-serbi, dan sebagainya.
Contoh: Manfaat Sayur-mayur bagi Kesehatan Tubuh
2. Kata Ulang Berimbuhan
Ketentuan yang kedua, yaitu gunakanlah huruf kecil dalam judul, jika itu adalah kata ulang yang menggunakan imbuhan. Contoh kata ulang berimbuhan yang dimaksud adalah Sapa-menyapa, Tarik-menarik, Bahu-membahu, Jenis-jenisnya, dan masih banyak lagi.
Namun, tetap gunakan huruf kapital dalam judul, jika itu menyatakan kata ulang yang utuh. Contohnya, yaitu Undang-Undang, Ibu-Ibu, Anak-Anak, dan lain sebagainya.
Contoh:
Siswa SMP Tunas Bakti Bahu-membahu Membersihkan Halaman Sekolah dalam Rangka HUT RI
Isi Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945
3. Kata yang Bersifat Partikel
Dalam penulisan sebuah judul, apabila huruf pertama menunjukkan kata yang bersifat partikel, maka ditulis dengan huruf kecil (kecuali terletak di awal kalimat).
Dikutip melalui Standar Aturan Bahasa Penulisan yang Baik dan Benar Ejaan yang Disempurnakan karangan Rudiyant (2015: 22), berikut kata-kata yang bersifat partikel.
Kata depan atau preoposisi
Contoh: di, ke, oleh, bagi, daripada, kepada, tentang, sebab, akan, tentang, dan sampai.
Konjungsi atau kata penghubung
Contoh: dan, serta, atau, tapi, tetapi, namun, melainkan, padahal, sedangkan, yang, agar, supaya, biar, biarpun, jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala, sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai, dan andaikan.
Interjeksi atau kata seruan
Contoh: dong, sih, wow, dan lho.
Artikula atau kata sandang
Contoh: para, si, dan sih.
Partikel lain, contohnya yaitu pun dan per.
Demikian kaidah penulisan huruf kapital dalam sebuah judul yang wajib dipahami, agar tidak lagi mengulang kesalahan dalam membuat judul buku, majalah, surat kabar, dan karya tulis lainnya.
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan kata tugas?

Apa yang dimaksud dengan kata tugas?
Kata tugas adalah kata yang tidak perlu menggunakan huruf kapital ketika diletakkan di dalam judul. Contohnya "dan", "yang", "untuk", "di", "ke", "dari", "melalui", "secara", "dalam", "berdasarkan".
Sebutkan contoh kata ulang berubah bunyi!

Sebutkan contoh kata ulang berubah bunyi!
Contoh kata ulang berubah bunyi adalah Kalang-kabut, Sayur-mayur, Padu-padan, Serba-serbi, dan sebagainya.
Sebutkan contoh kata ulang berimbuhan!

Sebutkan contoh kata ulang berimbuhan!
Contoh kata ulang berimbuhan adalah Sapa-menyapa, Tarik-menarik, Bahu-membahu, Jenis-jenisnya, dan masih banyak lagi.
