Konten dari Pengguna

Penggunaan Huruf Kapital yang Benar Sesuai EYD dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penggunaan huruf kapital. Foto: Microsoft
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penggunaan huruf kapital. Foto: Microsoft

Daftar isi

Dalam bahasa Indonesia, penggunaan huruf kapital harus benar sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD). Huruf Kapital merupakan huruf besar yang digunakan pada kata pertama pada awal kalimat dan kata-kata khusus lainnya.

Memperhatikan penggunaan huruf kapital sangat penting, terutama dalam penulisan karya ilmiah atau sastra. Agar lebih paham, berikut ini informasi tentang aturan penggunaan huruf kapital yang benar, serta contohnya.

Penggunaan Huruf Kapital

Ilustrasi penggunaan huruf kapital. Foto: Pexels/Judit Peter

Salah satu penggunaan ejaan yang harus diperhatikan adalah huruf kapital. Huruf kapital digunakan untuk sejumlah kata sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Mengutip ejaan.kemdikbud.go.id, berikut ini aturan penggunaan huruf kapital:

1. Awal Kalimat

Saat menulis sebuah kalimat, huruf pertama harus menggunakan huruf kapital, yaitu kata yang ditulis setelah tanda baca titik, tanda tanya, tanda seru, dan titik dua. Di bawah ini contoh penggunaannya:

  • Apa maksudnya?

  • Kita harus bekerja keras.

  • Tolong ambilkan gelas itu!

2. Nama Orang

Nama orang tetap menggunakan huruf kapital di setiap unsur atau katanya, meskipun tak ditulis di awal kalimat. Hal ini juga berlaku untuk nama julukan dan gelar. Misalnya:

  • Andini Hamida

  • Cut Nyak Dien

  • James Watt

  • Bapak Pramuka

  • Jenderal Kancil

Namun, huruf kapital tak digunakan sebagai huruf pertama nama orang, apabila nama tersebut digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Berikut contohnya:

  • 5 watt

  • hewan kancil

Sementara, untuk nama orang yang dijadikan nama teori, hukum, dan rumus, tetap menggunakan huruf kapital. Contohnya sebagai berikut:

  • hukum Newton

  • teori Darwin

  • rumus Phytagoras

Kemudian, untuk unsur nama orang yang memiliki makna "anak dari", seperti van, bin, dan binti, kecuali di tulis di awal nama, tak menggunakan huruf kapital. Berikut ini contoh penggunaannya:

  • Mail bin Ismail

  • Aisyah binti Salim

  • Ayam Jantan dari Timur

  • Johannes van den Bosch

  • Salah satu pencetak gol terbanyak adalah Van Basten.

Baca Juga: Sejarah dan Contoh Ejaan Van Ophuijsen dalam Bahasa Indonesia

3. Awal Kalimat dalam Petikan Langsung

Pada novel, cerita pendek, dan berita, umum dijumpai kalimat dalam petikan langsung. Awal kalimat yang berada di dalam petikan langsung harus diawali dengan huruf kapital.

Selain penggunaan huruf kapital, tanda baca koma (,) juga perlu diperhatikan. Berikut ini contoh penggunaannya:

  • Ibu berpesan, "Hati-hati, Nak!"

  • "Mereka berhasil mencetak gol," ucapnya.

  • "Besok siang," kata Ani, "mereka akan pulang."

4. Hal-hal yang Berkaitan dengan Agama, Kitab Suci, dan Tuhan

Huruf kapital digunakan pada huruf pertama untuk kata-kata yang berkaitan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti Tuhan atau singkatannya. Berikut contohnya:

  • Islam

  • Hindu

  • Buddha

  • Kristen

  • Konghuchu

  • Alkitab

  • Al-Quran

  • Weda

  • Allah

  • Tuhan

  • Hanya kepada-Mu aku bersujud.

  • Ya, Tuhan, bimbinglah hamba ke jalan yang Kau ridhoi.

  • Tuhan Yang Maha Esa

  • Tuhan YME

5. Gelar yang Diikuti atau Mengikuti Nama Orang

Penggunaan huruf kapital juga berlaku untuk gelar kehormatan, keagamaan, keturunan, atau akademik yang mengikuti atau diikuti nama orang. Berikut contohnya:

  • Mahapatih Gajah Mada

  • Kiai Haji Hasjim Asy'ari

  • Doktor Mohammad Hatta

  • Dani, Sarjana Ekonomi

6. Kata Ganti Sapaan

Selain itu, huruf kapital yang digunakan pada huruf pertama gelar kehormatan, keagamaan, keturunan, atau akademik juga berlaku untuk kata ganti sapaan, meskipun tak diikuti nama orang. Misalnya:

  • Selamat pagi, Yang Mulia.

  • Semoga berbahagia, Tuan.

  • Silakan, Prof.

  • Laksanakan, Jenderal.

7. Jabatan dan Pangkat

Huruf kapital digunakan pada huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang. Selain itu, juga bisa digunakan sebagai pengganti nama orang, tempat, atau instansi. Berikut contohnya:

  • Presiden Joko Widodo

  • Perdana Menteri Nehru

  • Profesor Mahfud MD

  • Laksamana Muda Tadashi Maeda

  • Proklamator Republik Indonesia

  • Sekretaris Jenderela Kementerian Luar Negeri

  • Gubernur Jawa Barat

8. Nama Bangsa, Suku, Bahasa, dan Aksara

Huruf kapital digunakan pada huruf pertama nama bangsa, suku, bahasa, dan aksara. Berikut contohnya:

  • bahasa Indonesia

  • suku Jawa

  • aksara Kaganga

Namun, nama bangsa, suku, bahasa, dan aksara yang berupa bentuk dasar kata turunan, tak menggunakan huruf kapital. Seperti beberapa kata di bawah ini:

  • pengindonesiaan kata asing

  • keinggris-inggrisan

9. Nama Tahun, Bulan, Hari, dan Hari Besar

Selanjutnya, huruf kapital digunakan pada kata pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya. Berikut contohnya:

  • tahun Hijriah

  • bulan Maret

  • hari Selasa

  • hari Raya Idul Fitri

  • bulan Ramadan

10. Nama Peristiwa Sejarah

Huruf kapital digunakan pada huruf pertama penamaan peristiwa sejarah, seperti:

  • Konferensi Meja Bundar

  • Perang Dunia II

  • Hari Pahlawan

Namun, untuk peristiwa sejarah yang tak digunakan sebagai nama, tak perlu menggunakan huruf kapita, contohnya:

  • Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.

11. Nama Geografi

Huruf kapital digunakan pada huruf pertama nama geografi. Berikut contohnya:

  • Benua Asia

  • Asia Tenggara

  • Pulau Kalimantan

  • Pegunungan Himalaya

  • Gunung Bromo

  • Dataran Tinggi Dieng

  • Danau Toba

  • Laut Jawa

  • Sungai Nil

  • Selat Bali

  • Kota Bandung

  • Jakarta

  • Kecamatan Rengasdengklok

  • Desa Sentul

  • Gang Kelinci

  • Lantai II Gedung Tabrani

Sementara, untuk unsur geografi yang tak diikuti nama tak perlu ditulis dengan huruf kapital. Misalnya:

  • berlayar ke laut

  • berenang di sungai

Nama geografi yang tak digunakan sebagaimana mestinya, melainkan untuk memberi nama jenis juga tak perlu menggunakan huruf kapital. Misalnya:

  • jeruk bali

  • petai cina

  • bika ambon

Huruf kapital digunakan untuk nama geografi yang menyatakan asal daerah meskipun diikuti dengan kata benda. Misalnya:

  • batik Pekalongan

  • soto Banjar

  • tari Bali

12. Nama Negara, Lembaga, Badan, Organisasi, dan Dokumen

Huruf kapital digunakan pada huruf pertama semua kata untuk nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas. Berikut contohnya:

  • Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia

  • Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

  • Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia

  • Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia

  • Perserikatan Bangsa-Bangsa

13. Judul Buku, Artikel, Karangan, dan Makalah

Huruf kapital digunakan pada huruf pertama semua kata untuk judul buku, artikel, karangan, dan makalah. Berikut contohnya:

  • Saya telah membaca Habis Gelap Terbitlah Terang.

  • Berita berjudul "Penyakit Rusa Zombie Menyebar di Amerika Utara, Ancam Infeksi Manusia" dimuat di kumparan.com.

14. Singkatan Nama Gelar dan Pangkat

Huruf kapital digunakan pada huruf pertama untuk singkatan nama gelar dan pangkat. Berikut contohnya:

  • S.E. : sarjana ekonomi

  • M.Si. : magister sains

  • H. : haji

  • Kol. : kolonel

15. Kata Penunjuk Hubungan Kekerabatan

Huruf kapital digunakan pada huruf pertama untuk kata penunjuk kekerabatan. Berikut contohnya:

  • "Kapan Ibu berangkat?" tanya Putri.

  • "Silakan duduk, Kak!" ucap Reni.

  • "Hai, Kutu Buku, sedang membaca apa?" tanya Jiwa.

  • Besok Paman akan datang bersama kakakmu.

  • Saya sudah melaporkan hal ini kepada Bapak.

Namun, untuk istilah kekerabatan yang diikuti kata yang menunjukkan kepemilikan tak perlu ditulis dengan huruf kapital. Berikut contohnya:

  • Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.

  • Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

Untuk kata Anda, selalu ditulis dengan huruf kapital, seperti contoh berikut:

  • Pernahkah Anda mencoba?

(NSF)