Penggunaan Huruf Kapital yang Benar Sesuai EYD dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Dalam bahasa Indonesia, penggunaan huruf kapital harus benar sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD). Huruf Kapital merupakan huruf besar yang digunakan pada kata pertama pada awal kalimat dan kata-kata khusus lainnya.
Memperhatikan penggunaan huruf kapital sangat penting, terutama dalam penulisan karya ilmiah atau sastra. Agar lebih paham, berikut ini informasi tentang aturan penggunaan huruf kapital yang benar, serta contohnya.
Penggunaan Huruf Kapital
Salah satu penggunaan ejaan yang harus diperhatikan adalah huruf kapital. Huruf kapital digunakan untuk sejumlah kata sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Mengutip ejaan.kemdikbud.go.id, berikut ini aturan penggunaan huruf kapital:
1. Awal Kalimat
Saat menulis sebuah kalimat, huruf pertama harus menggunakan huruf kapital, yaitu kata yang ditulis setelah tanda baca titik, tanda tanya, tanda seru, dan titik dua. Di bawah ini contoh penggunaannya:
Apa maksudnya?
Kita harus bekerja keras.
Tolong ambilkan gelas itu!
2. Nama Orang
Nama orang tetap menggunakan huruf kapital di setiap unsur atau katanya, meskipun tak ditulis di awal kalimat. Hal ini juga berlaku untuk nama julukan dan gelar. Misalnya:
Andini Hamida
Cut Nyak Dien
James Watt
Bapak Pramuka
Jenderal Kancil
Namun, huruf kapital tak digunakan sebagai huruf pertama nama orang, apabila nama tersebut digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Berikut contohnya:
5 watt
hewan kancil
Sementara, untuk nama orang yang dijadikan nama teori, hukum, dan rumus, tetap menggunakan huruf kapital. Contohnya sebagai berikut:
hukum Newton
teori Darwin
rumus Phytagoras
Kemudian, untuk unsur nama orang yang memiliki makna "anak dari", seperti van, bin, dan binti, kecuali di tulis di awal nama, tak menggunakan huruf kapital. Berikut ini contoh penggunaannya:
Mail bin Ismail
Aisyah binti Salim
Ayam Jantan dari Timur
Johannes van den Bosch
Salah satu pencetak gol terbanyak adalah Van Basten.
Baca Juga: Sejarah dan Contoh Ejaan Van Ophuijsen dalam Bahasa Indonesia
3. Awal Kalimat dalam Petikan Langsung
Pada novel, cerita pendek, dan berita, umum dijumpai kalimat dalam petikan langsung. Awal kalimat yang berada di dalam petikan langsung harus diawali dengan huruf kapital.
Selain penggunaan huruf kapital, tanda baca koma (,) juga perlu diperhatikan. Berikut ini contoh penggunaannya:
Ibu berpesan, "Hati-hati, Nak!"
"Mereka berhasil mencetak gol," ucapnya.
"Besok siang," kata Ani, "mereka akan pulang."
4. Hal-hal yang Berkaitan dengan Agama, Kitab Suci, dan Tuhan
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama untuk kata-kata yang berkaitan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti Tuhan atau singkatannya. Berikut contohnya:
Islam
Hindu
Buddha
Kristen
Konghuchu
Alkitab
Al-Quran
Weda
Allah
Tuhan
Hanya kepada-Mu aku bersujud.
Ya, Tuhan, bimbinglah hamba ke jalan yang Kau ridhoi.
Tuhan Yang Maha Esa
Tuhan YME
5. Gelar yang Diikuti atau Mengikuti Nama Orang
Penggunaan huruf kapital juga berlaku untuk gelar kehormatan, keagamaan, keturunan, atau akademik yang mengikuti atau diikuti nama orang. Berikut contohnya:
Mahapatih Gajah Mada
Kiai Haji Hasjim Asy'ari
Doktor Mohammad Hatta
Dani, Sarjana Ekonomi
6. Kata Ganti Sapaan
Selain itu, huruf kapital yang digunakan pada huruf pertama gelar kehormatan, keagamaan, keturunan, atau akademik juga berlaku untuk kata ganti sapaan, meskipun tak diikuti nama orang. Misalnya:
Selamat pagi, Yang Mulia.
Semoga berbahagia, Tuan.
Silakan, Prof.
Laksanakan, Jenderal.
7. Jabatan dan Pangkat
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang. Selain itu, juga bisa digunakan sebagai pengganti nama orang, tempat, atau instansi. Berikut contohnya:
Presiden Joko Widodo
Perdana Menteri Nehru
Profesor Mahfud MD
Laksamana Muda Tadashi Maeda
Proklamator Republik Indonesia
Sekretaris Jenderela Kementerian Luar Negeri
Gubernur Jawa Barat
8. Nama Bangsa, Suku, Bahasa, dan Aksara
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama nama bangsa, suku, bahasa, dan aksara. Berikut contohnya:
bahasa Indonesia
suku Jawa
aksara Kaganga
Namun, nama bangsa, suku, bahasa, dan aksara yang berupa bentuk dasar kata turunan, tak menggunakan huruf kapital. Seperti beberapa kata di bawah ini:
pengindonesiaan kata asing
keinggris-inggrisan
9. Nama Tahun, Bulan, Hari, dan Hari Besar
Selanjutnya, huruf kapital digunakan pada kata pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya. Berikut contohnya:
tahun Hijriah
bulan Maret
hari Selasa
hari Raya Idul Fitri
bulan Ramadan
10. Nama Peristiwa Sejarah
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama penamaan peristiwa sejarah, seperti:
Konferensi Meja Bundar
Perang Dunia II
Hari Pahlawan
Namun, untuk peristiwa sejarah yang tak digunakan sebagai nama, tak perlu menggunakan huruf kapita, contohnya:
Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.
11. Nama Geografi
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama nama geografi. Berikut contohnya:
Benua Asia
Asia Tenggara
Pulau Kalimantan
Pegunungan Himalaya
Gunung Bromo
Dataran Tinggi Dieng
Danau Toba
Laut Jawa
Sungai Nil
Selat Bali
Kota Bandung
Jakarta
Kecamatan Rengasdengklok
Desa Sentul
Gang Kelinci
Lantai II Gedung Tabrani
Sementara, untuk unsur geografi yang tak diikuti nama tak perlu ditulis dengan huruf kapital. Misalnya:
berlayar ke laut
berenang di sungai
Nama geografi yang tak digunakan sebagaimana mestinya, melainkan untuk memberi nama jenis juga tak perlu menggunakan huruf kapital. Misalnya:
jeruk bali
petai cina
bika ambon
Huruf kapital digunakan untuk nama geografi yang menyatakan asal daerah meskipun diikuti dengan kata benda. Misalnya:
batik Pekalongan
soto Banjar
tari Bali
12. Nama Negara, Lembaga, Badan, Organisasi, dan Dokumen
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama semua kata untuk nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas. Berikut contohnya:
Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia
Perserikatan Bangsa-Bangsa
13. Judul Buku, Artikel, Karangan, dan Makalah
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama semua kata untuk judul buku, artikel, karangan, dan makalah. Berikut contohnya:
Saya telah membaca Habis Gelap Terbitlah Terang.
Berita berjudul "Penyakit Rusa Zombie Menyebar di Amerika Utara, Ancam Infeksi Manusia" dimuat di kumparan.com.
14. Singkatan Nama Gelar dan Pangkat
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama untuk singkatan nama gelar dan pangkat. Berikut contohnya:
S.E. : sarjana ekonomi
M.Si. : magister sains
H. : haji
Kol. : kolonel
15. Kata Penunjuk Hubungan Kekerabatan
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama untuk kata penunjuk kekerabatan. Berikut contohnya:
"Kapan Ibu berangkat?" tanya Putri.
"Silakan duduk, Kak!" ucap Reni.
"Hai, Kutu Buku, sedang membaca apa?" tanya Jiwa.
Besok Paman akan datang bersama kakakmu.
Saya sudah melaporkan hal ini kepada Bapak.
Namun, untuk istilah kekerabatan yang diikuti kata yang menunjukkan kepemilikan tak perlu ditulis dengan huruf kapital. Berikut contohnya:
Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
Untuk kata Anda, selalu ditulis dengan huruf kapital, seperti contoh berikut:
Pernahkah Anda mencoba?
(NSF)
