Penggunaan Tanda Baca dan Jenis-jenisnya dalam Karya Tulis

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan tanda baca memiliki peranan yang penting dalam memahami sebuah bacaan. Sebab, membaca yang baik adalah membaca dengan memerhatikan tanda-tanda baca seperti koma, titik, tanda seru, tanda tanya, dan masih banyak lagi.
Menurut buku Panduan Terlengkap Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia karangan Munnal Hani’ah (2018: 22), tanda baca adalah tanda yang digunakan dalam sistem ejaan.
Tanda baca merupakan simbol dalam bahasa Indonesia, yang terdiri dari berbagai bentuk dan fungsinya masing-masing. Fungsi tanda baca berkaitan dengan struktur, jeda, dan intonasi sebuah bacaan.
Pada intinya, tanda baca digunakan untuk memudahkan seseorang dalam memahami sebuah tulisan. Penggunaan tanda baca haruslah sesuai dengan kaidah. Sebab, penggunaan yang tidak sesuai akan mengubah makna bahasa yang akan diungkapkan.
Agar tidak lagi keliru dalam memahami dan menulis sebuah bacaan, simak jenis-jenis tanda baca dan penggunaannya berikut ini.
Jenis-Jenis Tanda Baca
Berikut ini jenis-jenis tanda baca yang digunakan dalam penulisan sebuah karya tulis seperti naskah, laporan, hingga novel. Penggunaan tanda baca ini dapat mempermudah pembaca dalam memaknai karya tulis tersebut.
Rangkuman materi ini dikutip melalui Pedoman Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal karya Dwi Cahyadi Wibowo, M.Pd (2015: 44).
1. Tanda Titik
Tanda titik digunakan pada akhir kalimat yang bukan berbentuk pertanyaan atau seruan.
Contoh: Saya tidak mencintai dirinya.
Tanda titik digunakan pada akhir singkatan nama orang.
Contoh: Irawan S. Gatot
Tanda titik digunakan pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Contoh: Dr. (doktor) dan S.E. (sarjana ekonomi).
2. Tanda Koma
Tanda koma digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Contoh: Saya menjual baju, celana, rok, dan topi.
Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat setara dan didahului oleh kata “seperti”, “tetapi”, dan “melainkan”.
Contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia, tetapi bukan sebagai anggota tetap.
Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh: Kata adik, “Saya sedih sekali”.
3. Tanda Titik Koma
Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Contoh: Malam makin larut; kami belum selesai juga.
Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk, sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur; adik belajar materi Bahasa Indonesia; saya sendiri sibuk memperbaiki sepeda motor.
4. Tanda Tititk Dua
Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap, bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Contoh: Kita sekarang membutuhkan perabotan rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
Tanda titik dua digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh: Ketua: Axel, Wakil Ketua: Putri.
Tanda titik dua digunakan dalam teks drama, sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:
Andin: “Jangan lupa besok datang ke penjamuan dalam rangka merayakan ulang tahun Bu Harni!”.
Budi: “Siap Laksanakan Andin!”.
5. Tanda Hubung
Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh: anak-anak, kemerah-merahan, dan berulang-ulang.
6. Tanda Tanya
Tanda tanya digunakan pada akhir kalimat yang mengandung pertanyaan.
Contoh: Kapan ia akan berangkat?
7. Tanda Seru
Tanda seru digunakan sesudah ungkapan atau pernyataan, berupa seruan atau perintah. Tanda seru menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang begitu kuat.
Contoh: Bersihkan meja itu sekarang juga!; Alangkah mengerikannya peristiwa itu!
8. Tanda Kurung
Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan.
Contoh: Bagian Keuangan menyusun anggaran tahunan kantor, yang akan dibahas dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) secara berkala.
Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contoh: Satelit Palapa (pernyataan sumpah yang dikemukakan Gajah Mada), membentuk sistem satelit domestik di Indonesia.
9. Tanda Petik
Tanda petik digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan atau naskah tertulis.
Contoh: “Saya belum siap,” kata Mira, “tunggu sebentar!”
Tanda petik digunakan untuk mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang terdapat dalam sebuah kalimat.
Contoh: Bacalah syair “Bola Lampu” dalam buku Dari Suatu Masa, dari Suatu Tempat.
10. Tanda Garis Miring
Tanda garis miring digunakan di dalam nomor surat dan nomor pada alamat.
Contoh: No. 7/PK/2021; Jalan Kramat III/10.
Tanda garis miring digunakan sebagai pengganti kata "tiap", "per", atau sebagai tanda bagi dalam pecahan dan rumus matematika.
Contoh:
Harganya Rp 12.500/lembar (artinya menunjukkan harga Rp. 12.500 tiap lembarnya).
Kecepatannya 80 km/jam (dalam waktu 1 jam, jarak yang dapat ditempuh sejauh 80 km).
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa saja kegunaan tanda titik?

Apa saja kegunaan tanda titik?
Tanda titik digunakan pada akhir kalimat yang bukan berbentuk pertanyaan atau seruan, tanda titik digunakan pada akhir singkatan nama orang, dan tanda titik digunakan pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Sebutkan salah satu kegunaan tanda koma!

Sebutkan salah satu kegunaan tanda koma!
Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat setara dan didahului oleh kata “seperti”, “tetapi”, dan “melainkan”.
Sebutkan salah satu kegunaan tanda titik koma!

Sebutkan salah satu kegunaan tanda titik koma!
Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk, sebagai pengganti kata penghubung.
