Penjelasan Ruang Lingkup Sejarah sebagai Ilmu dan Ciri-cirinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah merupakan salah satu bidang keilmuan yang membahas peristiwa di masa lampau. Agar mudah dalam mempelajarinya, diperlukan ruang lingkup untuk memberikan batasan-batasan subjek sejarah.
Mengutip laman KBBI, ruang lingkup dapat diartikan sebagai luasnya subjek yang tercakup. Dari pengertian tersebut, ruang lingkup sejarah merupakan batasan-batasan dalam mengkaji dan memahami sejarah.
Apa saja ruang lingkup sejarah sebagai ilmu? Simak penjelasannya dalam artikel berikut!
Pengertian Sejarah
Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun yang berarti pohon. Kata ini kemudian berkembang artinya menjadi akar, keturunan, asal-usul, dan silsilah.
Secara umum, sejarah dapat diartikan sebagai segala peristiwa yang terjadi di masa lampau. Namun, para ahli memiliki pandangan yang berbeda tentang pengertian sejarah.
Mengutip buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 1 untuk SMA/Ma Kelas X oleh dr Abdurakhman, ilmuwan Muslim asal Tunisia, Ibnu Khaldun, mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang manusia dan peradabannya. Catatan tersebut mencakup seluruh proses perubahan yang terjadi dalam masyarakat dengan segala sebab akibat yang ada.
Sedangkan filsuf Yunani yang dijuluki bapak sejarah, Herodotus, berpendapat bahwa sejarah tidak berkembang dan bergerak ke depan dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak melingkar, yang tinggi rendahnya lingkaran disebabkan keadaan manusia itu sendiri.
Sementara Sartono Kartodirdjo membagi pengertian sejarah menjadi dua macam. Sejarawan yang dijuluki Bapak Sejarah Indonesia ini membagi pengertian sejarah ke dalam arti objektif dan subjektif.
Sejarah dalam arti objektif artinya kejadian atau peristiwa yang tidak dapat terulang kembali. Sedangkan dalam arti subjektif, sejarah diartikan sebagai suatu konstruksi yang disusun oleh penulis sebagai kisah. Kisah tersebut merupakan suatu kesatuan dari rangkaian fakta-fakta yang saling berkaitan.
Ruang Lingkup Sejarah sebagai Ilmu
Pada dasarnya, ruang lingkup sejarah terbagi menjadi empat hal, yakni sejarah sebagai ilmu, peristiwa, seni, dan kisah. Ruang lingkup sejarah sebagai ilmu dipandang sebagai pengetahuan yang mempelajari peristiwa dan tokoh yang hidup di masa lalu.
Sejarah dapat dikatakan sebagai ilmu jika data-data dan fakta suatu peristiwa dapat dibuktikan melalui serangkaian metode ilmiah. Ruang lingkup ini berfungsi untuk menjadikan sejarah sebagai kajian yang objektif guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Mengutip buku Sejarah untuk Kelas 1 SMA karya M Habib Mustopo, sejarah sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri yaitu empiris, memiliki objek, memiliki teori, dan memiliki metode. Penjelasan karakteristik sejarah sebagai ilmu sebagai berikut:
1. Empiris
Dalam bahasa Yunani, empiris atau empeiria berarti pengalaman. Jadi, sejarah sangat bergantung pada pengalaman-pengalaman manusia. Pengalaman tersebut terekam dalam dokumen, monumen, naskah kuno, atau benda-benda bernilai sejarah lainnya.
2. Memiliki Objek
Setiap ilmu harus memiliki tujuan dan objek material atau sasaran yang jelas untuk membedakan dengan ilmu lainnya. Sebagai suatu ilmu, sejarah memiliki objek berupa manusia, peristiwa, dan masyarakat dalam sudut pandang waktu lampau.
3. Memiliki Teori
Sebagaimana ilmu sosial, sejarah mempunyai teori yang berisi kaidah-kaidah pokok suatu ilmu.
4. Memiliki Metode
Sejarah mempunyai metode tersendiri dalam melakukan penelitian. Guna memahami suatu realitas, para sejarawan memiliki patokan-patokan teoritis dan metodologis.
Frequently Asked Question Section
Apa yang arti sejarah?

Apa yang arti sejarah?
Sejarah adalah segala peristiwa yang terjadi di masa lalu.
Apa ciri sejarah sebagai ilmu?

Apa ciri sejarah sebagai ilmu?
Empiris, memiliki teori, memiliki objek, dan memiliki metode.
Apa yang dimaksud ruang lingkup sejarah?

Apa yang dimaksud ruang lingkup sejarah?
Ruang lingkup adalah batasan-batasan dalam mengkaji dan memahami sejarah.
(GLW)
